
Salma tertegun menatap hadiah dari Agis, sebuah gaun malam yang indah untuk pasangan baru seperti mereka berdua.
Saat ini mereka masih tinggal di hotel, lusa yang akan datang mereka akan pergi honey moon ke Dubai.
"Kenapa Salma ?"
Tanya Andi membuat Salma terkejut hingga menjatuhkan gaun tersebut.
Andi melangkah mengambil pakaian itu dan tersenyum memindai pakaian yang bahan nya begitu lembut menerawang.
"ini punya kamu dek ?"
Tanya Andi menyodorkan pakaian tersebut pada Salma.
"Ini hadiah dari Mbak Agis, bang !"
Jawab Salma dengan wajah meremah meremas pakaian itu.
"Bagus, Agis memang punya selera yang oke !!"
Ujar Andi lalu mendekati Salma.
"Coba pakai dek, Abang mah lihat !"
Sambung Andi membuat Salma mematung saat Andi memeluk nya dari belakang.
"baiklah, Salma ke ruang ganti dulu !"
Ujar Salma meninggalkan Andi di ranjang.
***
Esoknya Agis dan Ibra kembali ke Jakarta, Ibra juga harus kembali ke kantor untuk kembali bekerja seperti sebelumnya, Agis meminta izin untuk pergi ke kafe nanti siang karena Dewi mengatakan hari ini kafe akan buka.
Salma sendiri entah kerja lagi atau tidak, sedangkan kini Salma sudah menikah dan seperti nya Andi akan menyuruh nya untuk Risen. Agis sendiri tidak terlalu memikirkan hal itu, setiap orang berhak memilih jalan hidup nya masing masing.
Pukul sepuluh mereka sampai di rumah, gegas Ibra bersiap untuk pergi ke kantor karena Revan mengatakan bahwa hari ini ada tamu dari Brunei Darussalam.
"Mau berangkat sama mas, atau gimana dek ?" Tanya Ibra, terlihat Agis tengah bersiap untuk pergi juga.
"Motor Agis ada di kafe, berangkat sama mas aja nanti pulang nya bisa sendiri !"
jawab Agis senyum ke arah Ibra yang menghampiri nya lalu memeluk pinggang nya.
"kamu enggak boleh terlalu capek dan harus sudah ada di rumah sebelum mas pulang !"
Ujar Ibra dan di anggukan oleh Agis kemudian pria itu langsung mendekap nya erat.
"Ayo berangkat sekarang !"
Ajak Ibra lalu mengajak Agis keluar dari kamar, si kembar sudah tertidur pulas di kamar di temani baby sitter.
"Bu, Agis berangkat ke kafe dulu !"
Pamit Agis lalu mencium tangan Rosa kemudian pergi bersama Ibra.
__ADS_1
"Apa Rayan masih ikut serta mengurus kafe ?"
tanya Ibra mengetahui kalau kafe tersebut usaha berdua Agis dengan Rayan.
"Enggak, sejak kita cerai juga bang Rayan sudah menyerahkan kafe sama Agis, mas!"
jawab Agis dan di anggukan oleh Ibra, ia khawatir jika Rayan terus mengusik Agis perihal kafe tersebut.
tak berapa lama mereka sampai di kafe, Agis langsung pamit pada Ibra.
"Agis turun ya mas !"
Ibra mengangguk. "Kamu hati hati ya sayang !"
Ujar Ibra dan di angguk kan oleh Agis, ia langsung keluar setelah mencium tangan Ibra.
Agis melangkah ke kafe yang baru saja buka, dan terlihat Dewi senyum menghampiri.
Dari jauh seseorang memperhatikan Agis dari dalam mobil, Ia sangat merindukan perempuan itu.
Dulu kapan pun ia bisa memeluk dan mencium wanita itu, tapi sekarang semua hanya bayangan.
Rayan tak tahu harus bagaimana menghadapi keadaan ini, Ia sangat tersiksa karena kehilangan Agis sedangkan hari hari bersama Erika seakan tidak ada artinya.
Agis menoleh ke arah mobil yang terparkir di sebrang jalan, ia hapal mobil itu milik siapa?
Agis beranjak lalu masuk ke dalam ruangan nya bersama Dewi.
"Wi, apa bang Rayan pernah kemari ketika aku di Jerman ?"
"Pernah beberapa kali ngobrol sama Mbak Salma, tapi cuma sebentar aja !"
Jawab Dewi dengan jujur, sebenarnya kasihan dengan pak bos nya itu tapi mau bagaimana lagi karena ia yang membuat masalah.
"Ya sudah wi, kita lanjutkan pekerjaan saja !"
Dewi mengangguk.
Agis menoleh ke arah jendela dan Rayan masih belum beranjak dari tempat itu, mobilnya masih terparkir di sebrang jalan dan entah kenapa Agis justru merasa takut.
"Kenapa sih bang kamu masih saja berpaku pada Kita yang sudah berlalu, seharusnya kamu fokus pada hubungan mu dengan Erika ?!"
batin Agis lalu duduk di kursi nya.
Setelah selesai merekap semua pengeluaran dan pemasukan Dewi pamit keluar dari ruangan, Agis bingung apa mungkin ia jual saja kafe ini ? sebab Agis yakin kalau Rayan akan terus seperti itu, sementara Agis menghindari interaksi apapun dengan Rayan.
Agis memijat keningnya sendiri, apa Salma mau ya membeli kafe ini, mungkin sebaiknya mencari kesibukan lain di rumah. Agis pikir dia bisa buka usaha online untuk mengisi waktu luang nya.
Gegas Agis menghubungi Ibra dan memintanya untuk menjemput nya di kafe.
"Halo dek ada apa ?"
Tanya Ibra ia baru saja masuk ke ruang meeting.
"Mas nanti aku pulang tunggu kamu ya !"
__ADS_1
Ujar Agis.
"Ya sayang, nanti selesai meeting mas langsung ke kafe !"
Jawab Ibra lalu mengakhiri percakapan mereka karena ia hendak meeting.
*
Rayan menghela nafas panjang dan rasanya ingin sekali menghampiri Agis di kafe tapi Ia ragu karena khawatir jika Agis marah.
Rayan pun menyalakan mesin mobilnya saat seseorang meminta nya untuk segera datang ke kantor.
Gegas Rayan meninggalkan tempat itu dan hal itu membuat Agis lega karena Rayan sudah pergi.
Vito menghubungi Rayan dan mengatakan tentang karyawan yang menanyakan perihal gajih mereka yang belum terbayar bulan ini, perusahaan Rayan memang mengalami penurunan besar dan tidak mampu membayar karyawan nya, sementara Erika bersenang senang sendiri tanpa memikirkan keadaan nya.
Rayan sampai di gedung perusahaan dan melihat karyawan nya sudah berkerumun di depan meminta hak mereka.
"Gimana nih pak, kapan saya gajian ? anak istri saya sudah menunggu !"
Ujar salah satu Obe perusahaan.
"Ya sudah tunggu saja terakhir Minggu ini !"
jawab Rayan, kalau seperti ini tidak ada pilihan lain selain menjual sahamnya pada kolega bisnis dan seperti nya perusahaan nya terpaksa gulung tikar, uang dari hasil penjualan rumah tidak cukup untuk menutupi hutang hutang nya, beruntung ia tidak menyertakan rumah dan kendaraan dengan aset perusahaan, mungkin selanjutnya ia akan menjual mobil untuk memulai usaha baru.
Rayan kembali ke rumah dan melihat Erika tengah berbicara dengan seseorang di telpon, Noval tengah di suapi oleh Alifa.
"Bang, kamu sudah pulang ?"
Tanya Erika menghampiri Rayan dengan wajah kusut nya.
"Ya, Oh ya Erika aku minta maaf karena aku sudah menjual apartemen kita !"
Ucap Rayan membuat Erika termangu sejenak.
"tapi kenapa ?"
Tanya Erika yang tidak terima karena Rayan tidak berbicara lebih dulu pada nya.
"Aku bangkrut dan perusahaan ku sudah gulung tikar, kau tidak tahu ?"
Tanya Rayan terkekeh kecil lalu pergi meninggalkan Erika yang mematung sendiri mencerna apa yang Rayan sampai kan.
'bangkrut...'
*
**
***
Bersambung.
terima kasih sudah mampir 😍😍
__ADS_1