Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Tulus.


__ADS_3

Agis dan Rosa langsung membawa Arifin ke rumah sakit, Ia sudah meminta baby sitter untuk menjaga si kembar.


Agis memperhatikan wajah Rosa yang tampak cemas, ia sudah menghubungi suci dan bungsu nya itu mengatakan akan segera datang ke rumah sakit.


"Mas, kalau meeting nya sudah selesai datang ke rumah sakit ya ! pak Arifin sakit !"


pesan Agis saat sampai di rumah sakit, ia yakin kalau saat ini Ibra tengah meeting dengan kliennya.


Gegas dokter membawa Arifin masuk ke ruang pemeriksaan.


"Sabar ya Bu !"


Ucap Agis duduk di samping Rosa.


"Ibu bingung jika keadaan nya seperti ini Agis. dia memang sudah menyakiti ibu, tapi kalau keadaan nya seperti itu ibu juga tidak tega !"


Agis mengangguk dan pahami apa yang ibu mertua nya itu rasakan.


Tak lama suci datang menghampiri mereka berdua.


"Bu, gimana keadaan ayah ?!"


Tanya suci menghampiri Rosa.


"Ayah mu sakit kanker suci."


jawab Rosa membuat suci tertegun sejenak.


"Lalu bagaimana sekarang Bu ?"


tanya suci, lalu mereka menoleh ke arah pintu yang terbuka. dokter yang memeriksa keadaan Arifin menyembul keluar.


"bagaimana keadaan ayah saya dokter ?"


Tanya suci dengan raut wajah cemas nya.


"keadaan nya drop sebab kanker nya sudah mencapai stadium lanjut. kita sudah membantu semaksimal mungkin, banyak berdoa saja !"


Ujar Dokter lalu meminta suster membawa Arfin ke ruang perawatan.


suci langsung menangis memeluk Rosa saat melihat kondisi sang ayah.


Mereka sudah lama sekali tidak bertemu dan suci sangat kaget mendengar ayah nya sakit kanker.


"Kamu harus sabar nak, Kita doakan ayah mu !"


Ujar Rosa mengusap punggung putri nya itu.


Walaupun besar tanpa seorang ayah, namun ia memiliki Ibra yang bisa menjadi ayah sekaligus kakak yang baik untuk adiknya.


Ibra sendiri langsung datang ke rumah sakit setelah membaca pesan dari Agis, ia datang bersama Arul.


"Sayang !"


Seru Ibra saat melihat Agis keluar dari ruang perawatan.


"Mas, Kamu sudah saya datang ? ada ibu dan suci di dalam !"


Ujar Agis mengajak Ibra untuk masuk ke dalam ruang rawat.


"Ibra kamu sudah datang ?"


Tanya Rosa lalu memegang tangan Ibra lalu menjelaskan tentang kondisi sang ayah.


"Kanker ?"


Rosa mengangguk lalu Ibra memeluk suci, adik nya itu langsung menangis.

__ADS_1


"Ibu minta kamu maaf kan ayah. dia berharap kalian mau menerima nya kembali !"


Saat sehat, hebat dan berkuasa pria ini pergi bersama sahabat ibu nya, dan saat sakit dia pulang dan meminta bersinggah.


Sungguh Tuhan membiarkan ia bahagia terlebih dahulu sebelum hukuman itu menimpa.


"Ya, Ibra sudah memaafkan !"


jawab Ibra lalu menoleh ke arah Agis.


"Ya sudah mumpung di rumah sakit sekalian saja periksa kehamilan Agis !"


Ibra mengangguk lalu membawa Agis bertemu dengan dokter kandungan.


"kamu sabar ya mas !"


Ibra mengangguk lalu menghentikan langkahnya kemudian memeluk Agis erat.


Agis mengusap punggung Ibra memberikan ketenangan pada suaminya itu.


kedua nya kembali melangkah untuk menemui dokter kandungan.


Ibra dan Agis duduk sambil menunggu giliran masuk setelah mengambil antrian.


"Mas, setahun yang lalu kita ketemu di sini ! ingat enggak ? kalau enggak salah kamu sama mbak Azizah !"


Ucap Agis senyum mengingat masa itu, ia bahkan sempat berbincang dengan Azizah.


Tidak ada yang tahu kan jalan tuhan.


Setahun kemudian justru pria itu bersama dengan nya memeriksa kandungan.


"Ya sayang, mas ingat ! mas lihat kamu sekilas aja, masa iya sih mas lihatin kamu terus !"


jawab Ibra membuat Agis terkekeh kecil.


"Silahkan duduk !"


Ujar seorang suster dan dokter kandungan tersebut mengulas senyum.


Dokter cantik itu langsung memeriksa kandungan Agis, Ibra langsung meminta untuk USG.


"Usia kehamilan nya sudah berjalan delapan minggu ya!"


ujar dokter lalu menjelaskan secara detail keadaan janin dalam perut Agis.


"Alhamdulillah...!"


Agis benar benar senang dan tidak menyangka jika rahim nya hadir kembali kehidupan.


Ibra senyum lalu mengecup kening Agis, Alhamdulillah kandungan nya tidak ada masalah.


Setelah itu dokter memberikan beberapa resep obat dan vitamin untuk Agis.


"selamat ya pak, ibu. di jaga makanan nya Bu !"


Agis mengangguk lalu keluar dari ruangan itu.


Agis tersenyum senang melihat foto hasil USG kandungan nya.


Agis benar benar tidak menyangka bahwa ia akan berada di fase bahagia seperti ini.


"Ya karena dokter mengatakan kamu mandul !"


Kalimat dari Rayan yang tidak akan pernah ia lupakan.


bagaimana tidak ia hancur sehancur nya mendengar diagnosa itu, padahal saat itu ia tengah hamil tapi ia dikatakan mandul.

__ADS_1


Ia hampir memutuskan untuk pergi saat petaka kecelakaan itu merenggut kesadaran nya, Namun tuhan berkata lain.


Tuhan hantam habis jiwa dan mental nya untuk kembali menguatkan nya, memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang ia miliki hingga semua berujung indah.


Agis menutup bibir nya dengan jari kemudian terisak menatap calon buah hati mereka. Ibra langsung memeluk Agis yang menangis.


layak nya senja yang merona jingga, pada akhir nya kehidupan akan berakhir indah jika kita sabar dan yakin bahwa tuhan itu adil.


"jangan menangis lagi, semua sudah lewat !"


Agis mengangguk lalu kembali mendekap erat Ibra.


lepas itu mereka memberi tahu Rosa dan suci. Mereka berdua ikut bahagia dengan kehamilan Agis.


"Semoga lancar sampai saat nanti melahirkan ya gis !"


harap Rosa memeluk Agis.


"Ya kak, suci doa kan lancar sampai kandungan nya mencapai sembilan bulan !"


tambah suci ikut senang karena akan bertambah lagi keponakan nya.


"Ibra...!"


ujar Arifin lirih membuat mereka menoleh seketika ke arah Arifin.


gegas Ibra menghampiri sang ayah yang memanggil nya.


"Ayah....!"


seru Ibra.


"maafkan Ayah nak !"


ujar Arifin menggenggam tangan Ibra kemudian Ibra memeluk tubuh sang ayah.


"Maafkan ayah nak !"


Lagi lagi kata itu yang terlontar dari bibir Arifin.


"ya, Ibra sudah memaafkan ayah ! semangat lah untuk sembuh !"


Ujar Ibra membuat Arifin menitikkan air mata nya.


layaknya Rayan yang menderita karena sebuah penyesalan, Arifin juga merasakan hal yang sama, namun tuhan mengulur waktu untuk menghukum nya hingga tanpa sadar kondisi tubuh dan jiwa nya semakin rapuh.


Sungguh tidak mudah menemukan seorang yang tulus mencintai, menerima kekurangan kita.


Jika sudah dalam genggaman maka jangan pernah lepaskan atau berpikir untuk berpaling, karena yang tulus tidak ada datang dua kali.


"Ayah ingin menghabiskan waktu yang tersisa bersama kalian, orang yang tulus menyayangi ayah !"


Ujar Arifin menggenggam tangan Rosa.


Ia sendiri sudah berpisah dengan istri nya dan meminta rujuk kembali dengan Rosa.


jika sudah seperti ini Ibra sendiri tidak bisa melarang karena sang ibu juga mau menerima ayah nya kembali.


*


*


**


bersambung..


terima kasih para reader yang baik hati 😍😍

__ADS_1


__ADS_2