
lepas sholat subuh Agis berjalan sambil menggandeng tangan Ibra masuk ke dalam tenda.
Udara begitu sejuk dan dingin, Agis sangat menanti waktu itu dimana ia berada tepat di atas kabut, indahnya kota Dieng seperti kehidupan nya saat ini.
benar pepatah mengatakan bahwa semua akan indah pada waktunya.
"Yang, gimana hasilnya ?"
Tanya Ibra memindai wajah Agis.
"Alhamdulillah, kamu hebat Mas !"
jawab Agis terkekeh kecil lalu memeluk Ibra.
"Agis hamil mas !"
Ucap Agis dengan wajah merona menatap wajah Ibra yang terpaku.
"Sayang beneran kamu hamil ?"
Tanya Ibra dan di anggukan oleh agis.
Ibra langsung mengucap syukur dalam hati lalu memeluk Agis.
"Alhamdulillah. kita harus jaga dengan baik ya."
Agis mengangguk. Rasa bahagia itu tak mampu ia Jabar kan oleh kata-kata mengingat kembali kejadian masa lalu. Ia sudah kehilangan dan sekarang Tuhan kembali memberikan nya anugerah terindah.
Ibra memangku wajah Agis, menatap mata nya berkaca kaca.
kabut tebal nan indah itu menjadi saksi kehidupan yang kini kembali hadir dalam rahim nya.
"Kamu kenapa sayang ?"
Agis menggeleng lalu memeluk Ibra erat.
Ibra paham apa yang di rasakan oleh istri nya, ia pasti mengingat mereka yang kini telah bersama dengan orang tua nya.
"Sudah ya jangan menangis lagi, yang lalu harus kita ikhlas kan, sekarang tuhan sudah mengganti yang pergi !"
Agis mengangguk lalu mendekap erat pinggang Ibra.
Lepas itu Ibra mengajak Agis keluar dari tenda untuk menikmati pemandangan Dieng yang begitu indah.
Kedua nya berfoto sambil memegang tes kehamilan itu untuk mengabadikan momen bahagia mereka.
"Kamu senang dek ?"
Tanya Ibra melihat binar ceria dari netra istri nya itu.
bukan lagi senang tapi saat ini Agis sangat bahagia, merentangkan kedua tangan nya untuk melepas segala kesedihan dan meraih bahagia dengan menggenggam tangan suami nya itu.
"terima kasih mas untuk semua nya !"
Ujar Agis menatap wajah Ibra, pria itu mengangguk lalu kembali memeluk nya erat.
__ADS_1
Suci yang melihat postingan Ibra dan Agis ikut bahagia melihat garis dua tercetak pada alat tes kehamilan itu.
"alhamdulilah..Apa kedua nya memang sudah merencanakan semua itu ?"
gumam suci senyum senang melihat kemesraan mereka.
*
"Kita kembali ke bawah siang ini ya, kita ke kota untuk cari ikan bakar keinginan kamu !"
ujar Ibra masih mengingat kalau istri nya itu menginginkan ikan bakar.
"Ya sudah mas ayo kita berkemas !"
jawab Agis lalu keduanya menghampiri tenda, terlihat beberapa orang juga sudah mulai berkemas.
Ibra berpikir untuk mendatangi tempat indah lain nya.
Bukan hanya suci, tapi Rosa juga ikut senang melihat postingan mereka.
Rumah akan bertambah ramai nanti dengan kehadiran cucu baru.
insyaallah.
*
Namun berbeda dengan seseorang yang tertegun melihat Postingan Agis. Rayan memperhatikan garis dua yang tercetak pada alat yang Ibra pegang.
"Agis tengah hamil lagi !"
Ya itu merupakan kehamilan kedua nya, tapi bersama orang lain.
Rayan termenung mengingat masa sebelum kecelakaan itu, karena diagnosis palsu itu ia tidak menduga kalau saat itu Agis tengah hamil.
Rayan ingat betul saat Agis mengatakan ia merasa pusing dan mual, Kalau saja tidak pernah ada kebohongan Itu mungkin ia akan cepat tanggap, namun apa yang terjadi ia malah bersama Erika hingga semua impian dan harapan itu hancur seketika.
Rayan sangat menyesali kebodohannya sendiri, seharusnya ia bersabar dan tidak mengikuti saran dokter gila itu.
Rayan menghela nafas mengingat sang ibu yang sudah tiada, semua terjadi karena rencana nya dan sekarang ia lah yang menanggung derita.
berusaha keras untuk menggenggam erat Agis, namun ia bukan tipe perempuan yang sanggup berbagi.
"Kenapa harus Erika, sahabat ku ?"
Pertanyaan itu terus-menerus terngiang dalam ingatan, bagaimana bisa Agis menerima begitu saja saat mengetahui sahabat nya yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga nya.
Prahara itu seketika melenyapkan kebahagiaan yang sebelumnya nya selalu bernaung dalam jiwa nya, dan kehilangan Agis membuat nya hampa tanpa arah.
Rayan bersyukur Karena masih ada Ramlan dan Noval yang menjadi alasan nya untuk tetap berjuang.
Bulan depan ia akan kembali ke Jerman untuk mengoperasi mata Noval, dan keadaan kafe selalu ramai pengunjung.
beberapa orang menanyakan tentang keberadaan Agis, mereka rindu melihat Agis bernyanyi di kafe itu.
Mungkin tak akan pernah ada waktu seperti dulu, dimana ia bebas mendengar kan istri nya bernyanyi.
__ADS_1
entah di kafe atau di rumah.
Rumah yang kini sudah di jual, Rayan sendiri enggan kembali ke rumah itu, banyak kenangan indah bersama Agis yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
Kenangan yang akan terus terpatri dalam jiwa nya sebagaimana nama Agis yang kini tetap melekat dalam dada.
"Semoga kamu bahagia gis, Abang berharap bisa bersama kamu lagi di kehidupan kedua. kelak Abang tidak akan menyia-nyiakan kamu seperti sekarang ini !"
Batin Rayan merintih pedih.
***
Ibra mengajak Agis ke beberapa tempat indah lainnya di kota itu, tentu Agis senang dan puas dengan wisata kali ini.
Agis senyum melihat beberapa fotonya dan Ibra, Indah nya pemandangan kota itu serasa benar benar berada di atas awan.
Usai puas berjalan jalan, Ibra mengajak nya untuk berwisata kuliner.
kapan lagi menikmati makanan khas kota itu, sore nanti mereka berdua akan kembali ke Jogja.
"kapan kita pulang ke jakarta mas ?"
tanya Agis yang tengah menikmati mie ongklok sementara Ibra tengah memakan nasi megono.
"Nanti dek, pokoknya sepekan ini kita berlibur ya!"
jawab Ibra membuat Agis senang.
"ibu pasti senang dengar kamu hamil dek ?!"
Cakap Ibra dan Agis hanya mengulas senyum sambil menyentuh perut nya sendiri.
masih tak menduga ia hamil, Secepat itu ia mendapatkan karunia Tuhan bersama Ibra, Tuhan dengan mudahnya memberikan mereka kepercayaan.
"Terima kasih tuhan atas karunia dan nikmat mu yang tidak terhingga.
terimakasih untuk semua kasih sayang MU yang mengajarkan aku untuk selalu kuat.!"
gumam Agis menggenggam erat tangan Ibra.
pria itu mengulas senyum lalu merangkul pundak Agis.
*
*
*
bersambung.
terimakasih yang sudah mampir 😍
maaf ya komentar nya belum author balas, tapi nanti pasti author respon.
Terimakasih.
__ADS_1
happy reading 😍😍😍