
Agis membuka mata nya dan tidak melihat Ibra di samping nya, Pria itu seperti nya berada di kamar mandi karena terdengar suara gemericik air.
Agis memejamkan mata nya berpura pura tidur dan ingin tahu Ibra hendak apa ?
Pria itu mengambil kopiah lalu menggelar sejadah di dekat ranjang, waktu menunjukkan pukul setengah tiga pagi.
Beberapa waktu Agis selalu memergoki Ibra yang menunaikan shalat tahajud, pria itu begitu khusyu berdoa dan berdzikir.
Agis tak menyangka kalau Ibrahim begitu rajin beribadah dan yang paling mengharukan adalah ia hanya meminta kesembuhan untuk nya.
Agis mengigit bibir nya saat mendengar Ibra berdoa dan meminta agar ia bisa berjalan seperti dulu lagi, mungkin hasil medis mengatakan kalau ia memiliki harapan kecil untuk bisa berjalan lagi, namun doa lah yang merubah keadaan itu.
Agis membuka mata nya yang berkaca kaca, Pria itu menoleh lalu mengulas senyum ke arah nya.
Masya Allah teduh nya melihat wajah Ibra yang basah karena air wudhu, jauh sekali dengan Rayan yang ada ialah yang terus-menerus mengingat kan nya tentang kewajiban seorang hamba.
Ibra naik ke ranjang lalu mengecup kening Agis, air mata meluncur dengan bebasnya membuat nya terisak.
"Terimakasih Mas !"
Ujar Agis mendongak menatap wajah Ibra yang berada dekat dengan wajah nya.
"Dulu mas juga melakukan hal yang sama pada almarhum istri mas, Namun takdir tuhan tidak bisa di rubah berbeda dengan nasib yang mungkin masih bisa di usahakan."
jawab Ibra mengingat sosok yang telah bahagia di sisi Nya.
"Mas percaya bahwa doa di sepertiga malam, layak nya busur yang langsung menancap pada sasaran!"
jawab Ibra lalu bibir nya turun mencium mata Agis yang basah beralih pada hidung Agis yang mancung kemudian berakhir pada bibir Agis yang mungil.
Agis mengulas senyum lalu merangkul leher Ibra dan membiarkan Ibra meraup bibir nya.
Bagaimana mungkin Agis menolak seseorang yang begitu tulus pada nya, Agis mempercayakan hati nya pada suami nya.
Semoga Ibra bisa menjadi sosok pria yang membimbing nya ke arah yang lebih baik.
Ibra melepaskan ciuman nya lalu menatap wajah Agis yang memerah lalu mengigit bibir nya, Perempuan itu mengulas senyum lalu mendekap erat tubuh Ibra.
"Kembali tidur saja sayang, ini masih gelap !"
jawab Ibra duduk di ranjang mendekap tubuh nya, lalu mengusap rambut Agis yang panjang.
Cantik, dan baik !
Entah Rayan kelilipan apa hingga Ia tergoda dengan sosok Erika, Apa Agis tidak cukup ? keduanya memang sama-sama cantik, tapi Agis itu mahal dan berharga, Tidak seperti Erika yang terpampang bebas.
Semoga Rayan bisa merubah tampilan Erika lebih baik lagi.
*
Setelah sholat subuh Ibra mengajak Agis keluar dari kamar, pria itu hendak membuat sarapan untuk mereka berdua.
"hum, spaghetti enak seperti nya mas."
Ujar Agis mendekati Ibra lalu beranjak berdiri dan duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
"Boleh, tunggu sebentar ya tuan putri."
Ujar Ibra membuat Agis melempar senyum, pria itu malah mendekat lalu mencium pipi Agis.
"Mas...!"
Pekik Agis saat Ibra menyisir leher jenjangnya.
"Kamu tuh tadi di tawarin di dalam bilangnya nanti Tapi terus seperti ini sama Agis !"
Ucap Agis dengan wajah memerah lalu terkekeh sendiri.
"Beneran nih ?"
Tanya Ibra duduk dekat Agis yang mengangguk kecil.
"Udah bisa ?"
tanya lagi Ibra membuat wajah Agis semakin memerah.
"mungkin mas, kamu bikin Agis malu tahu !"
Jawab Agis sembari memanyunkan bibirnya dan hal itu membuat Ibra terkekeh kecil.
Tadi Agis sempat mengizinkan Ibra untuk berbuat lebih, Agis rasa ia sudah bisa melayani suami nya meskipun mungkin tidak maksimal, tapi ia bisa memberikan apa yang menjadi hak suami nya itu.
"Ya sudah ayo kita masuk ke dalam !"
Ajak Ibra namun Agis menyentuh perut nya yang sudah keroncong.
Jawab Agis nyengir membuat Ibra mengulas senyum lalu mencium pipi Agis berulang kali.
"Ya sudah tunggu ya sayang !"
Agis mengangguk.
Benar kata sang ayah, saat kita ikhlas menerima semua kekecewaan maka Tuhan akan menggantikan nya dengan beribu kebaikan !
Ibra menuang kan air ke dalam wajan untuk merebus mie spaghetti, Agis ikut membantu dengan memotong sayuran serta sosis yang akan menjadi pelengkap makanan tersebut.
Ibra membalikkan badannya dan tanpa sengaja tangan nya menyenggol wajan hingga wajan yang berisi air panas tersebut jatuh mengenai kaki nya.
Byur ...prang.
"Ah....!"
pekik Ibra membuat Agis terperangah lalu dengan gerakan cepat kaki nya melangkah berlari menghampiri Ibra yang langsung terkesima.
"Mas, kamu enggak apa-apa ?"
Tanya Agis belum sadar dengan apa yang terjadi dengan dirinya.
Agis tertegun saat sadar ia berjongkok di hadapan Ibra yang juga terpana melihat istri nya bisa berjalan.
Agis langsung duduk di hadapan Ibra yang belum bersuara.
__ADS_1
"Mas..?"
Seru Agis sambil memijat kakinya yang tidak lagi terasa kaku.
"Sayang kamu bisa lari ?"
Tanya Ibra lalu memeluk Agis yang masih tidak percaya dengan keajaiban tuhan.
"Aku, Mas aku replek lihat kamu jatuh."
Jawab Agis dengan mata yang mulai basah.
"Kamu enggak apa apa mas ?" tanya Agis menyentuh kaki Ibra yang memerah karena air panas, Ibra menggeleng kan kepala nya lalu mematikan kompor kemudian mengajak Agis untuk beranjak dari duduknya.
Ibra memeluk pinggang Agis yang ramping, Perempuan itu kini berdiri tegak tanpa berpegangan dan hal itu membuat Ibra takjub dengan kekuatan doa, Tuhan benar benar menunjukan kuasa nya dan mengabulkan permohonan nya.
"Sayang, Alhamdulillah kamu benar benar udah sembuh ? coba jalan lagi !"
Titah Ibra lalu Agis berjalan seperti biasa.
"Alhamdulillah...!"
Ibra langsung bersujud mengucap syukur, gegas ia memeluk Agis sambil terisak.
"kamu sembuh sayang !"
Agis mengangguk memeluk erat tubuh Ibra sambil menangis, kedua nya sama sama menangis bahagia karena Tuhan mengabulkan permohonan nya, benar kata Ibra kemarin bahwa hari ini ia akan bisa berlari dan ucapan itu seperti doa yang terkabul.
Ibra mengangkat tubuh Agis untuk duduk di meja makan lalu menyatukan kening mereka, wajah kedua nya basah karena terharu dengan cara tuhan memberi kebahagiaan.
Waktu tiga bulan ini di lalui dengan penuh pengharapan, semua usaha dan jerih payahnya terbayar dengan hasil yang sangat memuaskan.
"Kita akan periksa keadaan kamu pada Renan !"
Ujar Ibra lalu mencium kening Agis.
"Ya mas, ya sudah kita obati luka kamu !"
Jawab Agis teringat kalau suami nya tadi tersiram air panas.
"Gampang lah tinggal pakai salep aja, airnya juga tidak terlalu panas!"
jawab Ibra kembali memeluk Agis.
"Kita cari sarapan di luar saja setelah itu kita temui renan!"
Agis mengangguk lalu turun dari meja dan membantu Ibra membereskan kekacauan tadi.
*
**
***
bersambung.
__ADS_1
😍😍