
Setelah sholat subuh keduanya kembali keranjang untuk beristirahat, pagi pertama turun salju Namun hari ini juga menjadi hari terakhir mereka di Berlin, Keduanya akan kembali ke Indonesia sore ini.
Ibra memeluk Agis dari belakang, udara begitu dingin dan kedua nya betah berlama lama di bawah selimut.
"Lapar Mas, Agis mau masak untuk kamu !"
Ujar Agis menoleh ke arah Ibra yang masih memejamkan mata nya, namun Agis tahu kalau Ibra sudah bangun.
"hum....!"
jawab Ibra membuka mata nya lalu mengulas senyum kemudian mencium pipi Agis berulang kali.
Bukan yang pertama tapi rasanya seperti yang pertama, menakjubkan.
Ibra menatap wajah Agis lekat lekat, perempuan itu tersenyum lalu bersembunyi pada dada bidang nya, dan akhirnya keduanya terkekeh bersama.
"Mas, Agis lapar dan mau makan jadi kali ini biarkan Agis beranjak, setelah itu kita berkemas !"
Cakap Agis dan di anggukan oleh Ibra.
"Ya udah Mas bantu ya !"
Jawab Agis lalu keduanya beranjak dari ranjang, Agis masih menggunakan lingerie seksi namun yang Ibra beli untuk nya, Agis kira Ibra tidak membeli kan nya pakaian seperti itu dan saat tahu Agis senang hati memakai pakaian itu, Ia pun menunjukkan lingerie yang ia beli kemarin.
tidak terlalu terbuka namun Istri nya itu nampak anggun dan memikat.
"Sayang, Mas kirim email dulu ya ke Jimi !"
Ucap Ibra saat Agis berjalan menghampiri Dapur.
"Ya Mas, Agis bisa kok sendiri !"
jawab Agis berjalan lenggak-lenggok membuat Ibra menghela nafas panjang.
Agis mengambil wajan untuk membuat omelette untuk mereka berdua, bahan makanan sudah hampir habis karena mereka memang tidak berbelanja lagi, Agis memanfaatkan makanan yang ada saja.
Ibra mengulas senyum mendengar kan Agis yang memasak sambil bernyanyi, suatu keadaan yang membuat Ibra senang melihat perempuan itu kembali ceria.
Gegas Ibra menghampiri lalu memeluk Agis dari belakang. "setelah pulang ke Indonesia kita pergi honeymoon ke Bali ?!"
Ujar Ibra menyimpan wajah nya pada curuk leher Agis.
"Tapi sepertinya kita pergi umroh dulu ya dek, Ibu pasti senang !"
Tambahnya dan di anggukan oleh Agis.
"Ide yang bagus Mas ?!" Jawab agis sambil mematikan kompor.
"Mas, Ayo makan dulu !"
Jawab Agis lalu Ibra melepaskan pelukannya kemudian membantu Agis membawa makanan ke meja, Sup jagung dan omelette.
Ibra duduk di kursi lalu Agis menuangkan makanan tersebut ke dalam piring dan menyodorkannya pada Ibra.
Dulu Agis juga selalu melayani Rayan dengan baik, lahir dan batin. kebersihan dan kesediaan pakaian yang selalu Agis jaga dengan baik, tapi semua itu tidak membuat Rayan bersyukur memiliki nya.
__ADS_1
Dan sekarang Ibra lah yang beruntung karena Ibra mendapatkan perempuan baik seperti Agis.
"Enak dek, kayak kamu !"
Ujar ibra sambil nyengir membuat Agis terkekeh geli lalu duduk di samping Ibra.
"Hum, mau sekolah chef boleh enggak mas ?"
tanya Agis sambil mengulum senyum.
"Boleh sayang, kamu boleh kuliah lagi kalau mau, jadi penyanyi juga boleh, Tapi satu hal yang harus kamu utamakan yaitu keluarga !"
jawab Ibra sambil mengunyah makanan tersebut.
"Beneran Mas ?"
Tanya Agis dengan wajah sumringah, Agis ingin sekali rekaman. dulu pernah ada kesempatan itu tapi Rayan melarang nya.
"Ya, boleh! mas bukan tipe Suami yang banyak melarang, asal kan itu hal positif kenapa tidak, yang penting kamu bisa atur waktu untuk keluarga dan yang penting untuk mas !"
jawab Ibra menandaskan makanan itu.
Agis mengulas senyum lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Ibra.
Setelah selesai makan mereka berdua membereskan dan membersihkan apartemen itu, sebelum meninggal apartemen itu harus bersih dan rapih seperti pertama mereka datang.
Dan Renan akan mengantar kan mereka sore ke bandara, setelah itu Agis mengemas semua barang barang mereka ke dalam koper.
Ibra membantu agis mengemas pakaian serta oleh oleh yang mereka beli kemarin.
Ujar Agis menyeka keringat yang bercucuran, Ibra sengaja menyalakan penghangat karena udara di luar sangat dingin.
"Ya sayang, sebelum pulang kita istirahat dulu !"
Ujar Ibra lelah lalu mengajak Agis untuk merebah, Ibra yakin mereka pasti akan terkejut dan senang melihat Agis sudah bisa berjalan lagi.
Ibra sangat bersyukur karena sekarang Agis sudah kembali seperti dulu, Renan juga memeriksa rahim Agis dan mengatakan tidak ada masalah, renan bilang kemungkinan besar Agis bisa hamil lagi setelah keguguran kemarin, Semoga Tuhan memberikan mereka anugerah terindah.
Keduanya kembali terlelap setelah semua barang siap untuk di bawa pulang dan apartemen pun sudah rapih dan bersih.
***
Pagi itu Erika tidak pergi ke kantor, kepala nya terasa pusing dan tubuh nya pun rasanya sakit semua.
Erika menoleh ke arah pintu yang terbuka, Rayan menyembul masuk ke dalam kamar itu.
Rayan menoleh sekilas ke arah Erika yang baru bangun dan masih berada di ranjang.
Gegas Rayan membuka lemari dan mengemas pakaian nya ke dalam koper.
"Bang, Kamu mau kemana ?"
Tanya Erika beranjak dari ranjang menghampiri Rayan.
"Bang, kamu mau pergi ninggalin aku ?"
__ADS_1
Tanya lagi Erika lalu memegang tangan Rayan.
"Ya aku ingin kita berpisah lebih baik kita cerai saja Erika !"
Erika menggeleng kan kepala nya lalu memeluk Rayan.
"jangan bang aku mohon, aku janji akan berubah bang, aku akan berhenti kerja dan mengurus Noval !"
Ujar Erika memohon pada Rayan dan berharap ia memberikan nya kesempatan.
"Aku mohon bang !"
pinta Erika dengan wajah memelas.
"Aku janji akan berubah bang !"
Tambah Erika.
"Ya sudah sekarang kemasi barang barang mu dan ikut dengan ku ke rumah ayah karena aku akan menjual rumah ini !"
Ujar Rayan membuat Erika tertegun.
"Aku sedang butuh uang karena perusahaan sedang mengalami kendala, dan aku harap kamu mengerti !"
sambung Rayan dan Erika masih tidak bersuara.
"Cepatlah Erika, aku tak mau menunggu lama!"
Tambah Rayan, ia ingin tahu bagaimana usaha Erika memperbaiki hubungan mereka.
Ia memberikan Erika kesempatan untuk berubah dan berharap ia bisa memegang ucapan nya.
"Kenapa sih enggak rumah Agis saja yang di jual? kenapa harus rumah ku ? Rayan benar benar tidak adil !"
gumam Erika geram dengan keadaan itu, Rumah Agis kan tidak di tempati dan di sewakan lalu kenapa harus rumah ini yang Rayan jual.
Timbul lagi rasa dengki dan Iri terhadap Agis, bukan hanya rumah tapi kafe juga jadi milik Agis ? lalu apa yang ia dapatkan ?
Erika menghela nafas panjang lalu gerak cepat mengemas barang barang nya.
Untuk saat ini ia menuruti perintah Rayan karena tidak ingin berpisah dengan nya, dan Semoga Rayan tidak mengetahui affair nya dengan Arsen.
*
**
***
bersambung...
terima kasih sudah mampir 😍😍
lanjut sore ya kita Jumat bersih dulu🤭🤭😍💪
jangan lupa kasih like and komentar nya ya 😍😍💪
__ADS_1