Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Warisan.


__ADS_3

Proses pemakaman berjalan lancar dan seperti perintah Ibra, Agis serta Salma menuggu di rumah saja.


Rosa tertegun mengingat seorang yang hadir di acara pemakaman tersebut, seorang teman yang dulu pernah menjadi bagian dari hidup nya. namun kini semua sudah berlalu.


Tuhan menunjukkan pada Rosa bahwa kehidupan yang mereka jalani tidak lah berjalan mulus dan bahagia.


Kedua nya tidak di karuniai seorang keturunan hingga mereka berpisah.


Ujung nya Arifin kembali pada anak anak nya, siapa lagi jika bukan mereka yang mengurus nya. sedangkan ia juga sudah berpisah dengan Atika.


Mereka langsung kembali ke rumah setelah pemakaman selesai, Ibra langsung membawa Rosa dan adik nya kembali ke rumah.


Tampak ketegaran pada raut wajah suci, setelah sekian lama berpisah dan pada akhirnya mereka kembali berpisah karena takdir.


"kak kapan ke Bandung ?"


Tanya suci saat ini mereka berada di mobil.


"enggak tahu Agis, mungkin setelah selesai pengajian ayah. ada paman dan bibinya tadi. kakak tadi nya mau ajak mereka bikin surprise untuk Agis, rencananya kan mau ke Brunei untuk pembukaan Resort di sana.


Tapi kalau seperti ini selesai kan dulu pengajian ayah !"


cakap Ibra merangkul pundak sang ibu yang tidak bersuara.


"Tadi pak Tejo katanya mau ke rumah Bu !"


Rosa mengangguk saja tidak banyak berkomentar, ia juga ingin tahu apa yang akan di sampaikan oleh Tejo.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah, Ibra langsung keluar dan menghampiri Agis yang tengah bermain dengan si kembar.


"Sudah selesai mas ?"


tanya Agis saat Ibra datang dan langsung mencium kening nya.


"Sudah, Alhamdulillah."


Jawab Ibra lalu memangku dua putri cantik nya, namun keduanya menolak dan memilih bersama Agis.


Rosa senyum melihat kedekatan si kembar dengan Agis, mungkin Itu karena mereka selalu tidur bersama.


Beberapa kerabat masih berada di rumah untuk membantu menyiapkan keperluan pengajian malam ini.


Salma dan Andi juga sudah pamit pulang, terlihat paman dan bibi Agis menghampiri mereka bersama Alan.


"Paman, bibi !"


Seru Agis lalu merangkul adik laki-laki nya.


"Ayo masuk ! kita bicara di dalam !"


Ajak Ibra pada mereka semua, tak lama Arul datang setelah mengurusi Erika di rumah sakit.


Arul langsung menghampiri Ibra dan mengajak nya untuk berbicara berdua.


"Ada apa ?"


Tanya Ibra lalu Arul mengatakan Tentang Erika yang mengalami kejang hingga ia tidak sadarkan diri. dokter mendiagnosis lalu mengatakan bahwa ada cairan di kepala Erika hingga menyebabkan ia seperti itu. dokter bilang Erika harus melakukan operasi.


Arul juga tidak tahu kenapa Erika sampai seperti itu, Dokter mengatakan bahwa semua berawal dari demam tinggi.

__ADS_1


"kata dokter sih meningitis !"


Ucap Arul.


"lalu bagaimana selanjutnya ?!"


"Entah lah dokter akan memeriksanya lebih lanjut, dan sekarang ada Yuna yang menunggunya."


Ibra mengangguk.


Agis memperhatikan Ibra yang berbicara serius dengan Arul, seperti nya mereka tengah berbicara mengenai Erika.


Usai itu Ibra langsung menghampiri mereka saat Tejo datang.


"Ada apa Mas ?"


Tanya Agis saat Ibra duduk di samping nya.


"enggak, nanti kita bicara ya !"


Jawab Ibra.


Tejo meminta untuk berbicara private dengan keluarga inti saja.


lalu Ibra menyarankan untuk berbicara di ruang kerja saja.


Rosa, suci dan suami lalu Ibra mengajak Agis untuk ikut bergabung.


Tejo mulai berbicara tentang surat wasiat yang di berikan oleh Arifin.


Semua warisan sudah berganti Nama Ibra, suci dan juga Rosa.


"empat puluh persen untuk Ibra, tiga puluh persen untuk suci dan tiga puluh persen lagi untuk Rosa !"


ujar Tejo menjelaskan dengan rinci pembagian hak waris tersebut.


"lalu bagaimana dengan Atika ?"


tanya Rosa.


"soal itu sudah tidak ada sangkut pautnya lagi Bu, mereka sudah mengurus harta gono-gini sebelum bercerai dan apa yang di wariskan oleh pak Arifin itu murni milik nya sendiri, jadi Anda tidak perlu khawatir jika suatu saat Atika datang menggugat karena saya saksi nya !"


Cakap Tejo dan di anggukan mereka.


Ibra tidak menyangka jika sang ayah sebelum nya sudah mempersiapkan hal itu, dan Ibra juga tidak menduga bahwa kekayaan sang ayah cukup banyak.


"Pak Tejo nanti tolong carikan tanah saya ingin wakap untuk ayah !"


Ujar Ibra dan di setujui oleh Rosa.


putra nya itu memang benar benar baik, ia bahkan berencana membagi sebagian warisan pada anak yatim dan kaum dhuafa.


Ibra meminta Tejo untuk membantu mengurus hal itu, dan semua setuju dengan rencana Ibra.


Usai itu Ibra mengajak Agis untuk ke kamar, ia hendak memberi tahu tentang kondisi Erika.


Agis tertegun saat mendengar kalau Erika terkena meningitis.


"Tapi kamu enggak boleh ke rumah sakit, biar nanti Arul yang urus semua nya !"

__ADS_1


Perintah Ibra membuat Agis terdiam.


"Ya sudah Agis mau bicara dengan Paman dan bibi dulu !"


jawab Agis lalu menghampiri paman dan bibinya menceritakan tentang kondisi Erika.


"Sudah lah gis, kamu enggak perlu urus Erika !"


jawab bibi tak paham kenapa Agis masih saja peduli.


"ya, BI. Agis cuma kasihan sama Yuna itu aja !"


Jawab Agis lalu mengatakan tentang rencana nya yang hendak menyekolahkan Yuna.


"Agis kasihan bi! di Bandung juga hanya ada nenek nya yang sudah renta, tapi enggak apa-apa Yuna memang berencana untuk pulang. dan Agis ingin dia tetap sekolah bi !"


Bibi dan paman nya mengagumi kebaikan hati Agis. Ia masih memikirkan seorang yang sudah menyakiti nya, Agis bahkan tidak segan-segan untuk membantu.


"Ya sudah nanti paman urus Yuna di bandung ! Alan juga kan hendak pergi pesantren !"


Jawab Susanto.


"ya, tapi pergi berlibur dulu ya! kita pergi ke Brunei nanti setelah pengajian selesai !"


Ujar Ibra bergabung dengan mereka.


"Untuk apa nak Ibra ?"


tanya bibi.


"liburan sebelum Alan pergi mondok !"


jawab Ibra lalu menoleh ke arah Agis.


banyak Hikmah yang dapat kita petik dari permasalahan yang ada.


Rosa menerima Arifin kembali dan semua warisan milik nya aman tidak jatuh ke tangan yang bukan hak nya.


Ibra juga bisa membantu mereka yang tidak mampu seperti Erika misalnya.


"Ya sudah nanti Alan mau ketemu Yuna dulu ya kak !"


ujar Alan dan di angguk kan oleh Agis.


"Nanti kamu pergi sama paman saja lan !"


Alan mengangguk.


tak lama arul pamit lalu mengajak Susanto dan Alan pergi ke rumah sakit.


"ya sudah kamu istirahat dulu gis !"


paman dan bibinya sangat senang saat mengetahui kalau Agis tengah hamil, mereka bersyukur atas karunia yang tuhan berikan pada kedua nya.


Susanto yakin kalau Ibra bisa membahagiakan Agis.


bersambung...


Terimakasih sudah mampir.😍😍

__ADS_1


__ADS_2