Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Penyesalan Rayan.


__ADS_3

Sepekan di Jogjakarta akhirnya mereka berdua kembali ke Jakarta, Agis menatap Awan yang bergumul dari pesawat, Ibra mengajak nya untuk pulang menggunakan pesawat agar mereka cepat Sampai di jakarta.


Liburan yang sangat menyenangkan dan pulang membawa oleh-oleh kabar gembira, Agis mengatakan kalau ia juga ingin pulang ke Bandung nanti.


Seperti biasa nya mereka juga membeli oleh-oleh untuk orang rumah, macam macam khas Jogja dan sovenir lain nya.


Tak lama pesawat landing, Ibra dan Agis bersiap untuk turun dari pesawat.


"hati hati sayang !"


Ujar Ibra saat Agis hendak menuruni tangga.


"ya mas terimakasih !"


Jawab Agis senyum menggenggam tangan Ibra.


keduanya melangkah meninggalkan pesawat untuk segera keluar dari bandara, Arul sudah menunggu mereka di depan.


Saat hendak keluar mereka berpapasan dengan Rayan yang hendak masuk bandara, Rayan menggendong Noval di ikuti oleh baby sitter nya.


Rayan menoleh sekilas lalu pergi dan masuk ke dalam bandara.


"Seperti nya mereka baru pulang berlibur !"


gumam Rayan, ia hendak ke Jerman membawa Noval berobat. dokter mengatakan mereka sudah bisa membawa Noval operasi, tentu saja Rayan pergi membawa Ramlan juga.


Ibra memperhatikan Agis yang lebih memilih untuk memalingkan wajahnya, seakan ia tidak mau melihat Rayan.


Agis berjalan menggenggam tangan Ibra menghampiri mobil.


"wah hebat ya kalian..."


Ucap Arul terkekeh memeluk Ibra memberikan selamat.


"Ya Alhamdulillah rul, yang hebat itu Tuhan. kita yang beruntung mendapatkan karunia nya !"


Jawab Ibra merangkul pundak Agis, perempuan cantik itu hanya mengulas senyum.


"tinggal pergi ke sana dong !"


sambung Arul, ia lah yang mengurus proyek di Brunei Darussalam.


"ya, tenang aja... kapan acara peresmian resort tersebut ?"


Tanya Ibra, Agis sendiri tak mengetahui hal itu dan hanya diam mendengar kan.


"Bulan depan... kita atur waktu nya saja !"


Jawab Arul menoleh ke arah Agis yang tidak bersuara.


beruntungnya agis di cintai oleh Ibra, pria itu benar benar mengupayakan kebahagiaan istri nya.


Saat bersama Azizah juga Ibra seperti itu, dia emang udah biasa bucin sama istri nya.


Tak lama mereka sampai di rumah, Rosa dan si kembar langsung menyambut kedatangan mereka.


"assalamualaikum.!"


Agis turun lebih dulu kemudian menghampiri Rosa dan si kembar.


"Mommy kangen sekali sama kalian ?!"


Ucap Agis mencium mereka bergantian.


Agis memang selalu seperti itu pada si kembar, Ia bersikap seperti ibu kandungnya si kembar.


Bersyukur karena Ibra bisa menahan Reni membawa salah satu dari mereka.


"assalamualaikum Bu !"


"walaikumsalam..., ayo masuk !"


Jawab Rosa membiarkan Agis menggendong sava.


"gimana liburan nya ?"


Tanya Rosa duduk di sofa di ikuti oleh mereka.

__ADS_1


"Alhamdulillah senang Bu, ya meskipun mabok di bawa jalan jalan nya !"


jawab Ibra terkekeh kecil mengingat Agis yang selalu merasa mual dan muntah namun tetap semangat pergi main.


"Alhamdulillah, ibu ikut senang. si kembar mau punya adik !"


Jawab Rosa mengulas senyum.


"cepat bawa Agis periksa kan kehamilan nya !"


Ibra mengangguk.


Usai itu Rosa menyuruh mereka untuk beristirahat di kamar.


"Alhamdulillah...!"


Ujar Ibra menghempas kan tubuh nya di ranjang.


"Mas, kamu mandi dulu atau Agis ambil makanan kemari ?"


Tanya Agis terkesiap saat Ibra menarik tangan nya.


"Ini aja dulu !"


Ujar nya mulai mencium istri nya.


***


Rayan termenung mengingat pertemuan nya dengan Agis, perempuan itu enggan menoleh pada nya.


Mungkinkah ia membenci nya?


wajar sih tapi mungkin tidak dan ia seperti itu hanya ingin menghindar saja.


kemarin Rayan dan pengacara datang menemui Erika di lapas perihal putusan perceraian mereka, dan hakim memutuskan hak asuh anak jatuh pada Rayan.


Ia datang meminta tanda tangan Erika, Sebenarnya ia tidak perlu datang namun Rayan ingin meminta maaf pada Erika.


Ia juga salah karena selalu mengabaikan Erika hingga ia seperti itu.


"Erika...Aku minta maaf atas semua kesalahan ku."


Mungkin semua tidak akan separah ini jika ia tidak menyeret Erika pada permasalahan hidup nya dan Agis.


Agis sangat marah karena ia memilih Erika menjadi ibu dari anak nya, suatu kesalahan fatal yang tidak bisa Agis toleransi.


"Aku rela berbagi makanan dan minuman dengan Erika karena dia memang sahabat ku, tapi apa aku juga harus rela berbagi suami ? kamu tuh benar-benar gila bang ?!"


Ucapan itu membuat Rayan menghela nafas panjang.


Ia memang gila !


"Ya bang, aku juga mau minta maaf sama kamu, aku sudah banyak salah dan tidak bisa menjadi harapan kamu !"


Cakap Erika sadar bahwa ia tidak akan mampu menjadi seperti Agis.


"Aku titip Noval dan jangan katakan kalau ibunya seorang napi, aku takut itu berimbas pada masa depannya. aku bahkan rela di anggap sudah tiada asal Noval hidup dengan tenang !"


Sepuluh tahun di penjara, mungkin saat keluar nanti Noval sudah besar dan waktu sepuluh tahun itu semoga bisa menjadi kesempatan untuk nya merubah diri.


"Ya, aku akan bawa Noval operasi mata. kamu doa kan saja yang terbaik untuk nya !"


Ujar Rayan lalu pergi meninggalkan Erika setelah memberikan beberapa makanan dan foto Noval.


kini kedua nya sudah benar benar resmi berpisah, Rayan sudah tidak memiliki tanggung jawab apapun lagi terhadap Erika.


dan pada akhirnya ia tidak bersama Erika atau pun Agis.


Banyak yang mengatakan seperti itu, jika kamu mendua maka kamu tidak akan bersama dengan salah satu nya.


Sekarang Rayan memilih untuk sendiri menata hidupnya, fokus pada Noval dan Ramlan ayah nya.


perihal teman hidup biarkan Tuhan yang mengatur nya, saat ini ia hanya ingin merelakan cinta nya pergi, melupakan semua kenangan indah bersama Agis dan menyimpan nama itu sebagai seorang yang pernah memberikan nya bahagia.


Mungkin saat ini Agis sudah tidak mencintai nya lagi, semua terkikis habis oleh luka.


...----------------...

__ADS_1


Rama -


saat saat terindah.


*


Saat kau hadir dalam hidupku Terasa Indah


Hangat Bayangmu Menyentuh Jiwa


Temani Sepi


Kini Semua Cinta mu t'lah pergi


Meninggalkan diriku


Dalam Kehampaan


Sendiri…


Waktu terus berjalan dan memberi perih di hati


Hanya rindu yang aku dapatkan bukan cintamu


Kini baru aku menyadari


Kau begitu berarti di dalam hidupku ini…


*Saat - saat yang indah


Saat masih bersamamu


Waktu kita berdua


Dan mewarnai dunia


Semua yang telah berlalu


Kini teringat lagi


Kini terkenang lagi


Ku ingin kembali…3x


Hanya rindu yang aku dapatkan bukan cinta mu


Meski kini kau tak mencintai diriku lagi


Kini baru aku menyadari kau begitu berarti


Di dalam hidupku ini…


...----------------...


Waktu tiga tahun bukan lah waktu yang sebentar, Beribu jam terlewati bersama merangkai cerita indah, namun semua hilang sekejap mata karena sebuah ambisi.


Sebuah lelucon konyol yang membuat nya gelap mata hingga tidak berpikir akan dampaknya seperti apa.


Rayan Hanya bisa menghela nafas panjang, berusaha menerima semua resiko yang harus ia dapatkan dari pengkhianatan nya itu.


sebenarnya tidak ada hukuman yang menyengsarakan selain kata menyesal.


bukan hanya berdampak pada mental tapi jiwa juga merintih perih.


Kehidupan tak tentu arah saat seorang yang kita cintai hilang karena sebuah pengkhianatan.


...****************...


Andai aku bisa mengulang waktu maka aku tidak akan meninggalkan mu begitu saja dan membiarkan orang lain memiliki mu.


ingatan tentang kebersamaan masih terpatri dalam hati dan aku hanya ingin mengatakan bahwa aku sangat menyesal.


menyesal?


sakit nya tidak terlihat namun perih nya teramat, berdarah namun tidak nampak.


dalam benak hanya berpikir bagaimana caranya aku kembali pada masa kau masih mencintaiku?

__ADS_1


bersambung.


Author akan lanjutkan kebahagiaan Agis ya 😍😍😍


__ADS_2