
Erika menghampiri Rayan di kamar lalu meraih tangan nya.
"Kenapa sih harus apartemen aku yang kamu jual ?"
Tanya Erika tidak terima dengan sikap Rayan yang bersikap semaunya.
"Lalu apa ? rumah ini ?"
Tanya lagi Rayan dengan tatapan geram.
"Kenapa bukan rumah Agis atau kafe, kenapa sih kamu masih saja mempertahankan milik kalian, seharusnya Kamu jual dan bagi hasil harta gono-gini. kenapa harus menjual milik ku!?"
Rayan menghela nafas mendengar apa yang Erika sampaikan, lagi lagi Erika membahas apa yang ia berikan untuk Agis.
"Sampai kapan Kamu iri dengan Agis ? aku sudah bilang semua sudah atas nama Agis, jadi aku tidak akan bisa menjual nya sendiri. kau ini memang gila Erika !"
Jawab Rayan lalu pergi ke kamar meninggalkan Erika yang mematung sendiri.
Erika mendengus lalu pergi meninggalkan kamar, ia benar benar kesal dengan suami nya itu.
Dan sekarang apa yang bisa ia harapkan dari Rayan? pria itu sudah bangkrut dan ia tidak akan bisa hidup enak seperti dulu lagi.
Rayan sendiri tak menghiraukan ucapan Erika, Ia sudah pasrah dan sudah menyerah, Ia berencana akan membuat usaha baru kecil kecilan yang terpenting bisa bertahan hidup.
*
Erika pergi dari rumah dan menemui arsen di kafe milik Agis, ia pikir Agis tidak ada di kafe dan hanya melihat Dewi berada di pantry.
"Kamu kenapa sih sayang ?"
Tanya Arsen membelai rambut Erika yang panjang berwarna Hitam bercampur merah muda.
"Aku pusing karena Rayan sekarang bangkrut, apartemen dan rumah di jual. mobil juga tinggal milik ku dan Rayan, sebagian sudah di jual untuk melunasi hutang !"
Jawab Erika dan tidak sengaja terdengar oleh Agis yang hendak keluar, melihat Erika Agis kembali masuk ke dalam.
'rayan bangkrut ?'
"sebenarnya kafe ini juga milik Rayan, hanya sudah di berikan pada mantan istri nya, kenapa sih harus apartemen ku yang menjadi korban ?"
Agis menghela nafas panjang mendengar celotehan Erika ? lalu siapa pria yang bersama dengan Erika ? Agis menggeleng kan kepala nya tak mengerti dengan sikap Erika, kenapa di saat seperti ini ia malah berpaling dari Rayan ?
Agis duduk di kursi nya memikirkan ucapan Erika ? sekarang Rayan tidak punya usaha dan sebaiknya ia memberikan kafe ini pada Rayan ?
Agis tak mau mengurus nya sebab Erika juga mengusik kafe milik mereka, sebaiknya ia memang benar benar menjauh dari kehidupan mereka.
Erika menoleh ke arah Ibra yang masuk ke dalam kafe, alis nya bertaut saat melihat dan Ibra masuk ke dalam ruangan biasa tempat Agis.
"Apakah mungkin Agis ada dalam ?"
gumam Erika namun ia sudah tidak peduli.
__ADS_1
"Bang, ayo pergi!"
ajak Erika beranjak dari duduknya menarik tangan arsen untuk pergi dari kafe itu.
*
"Halo sayang..!"
Sapa Ibra masuk ke dalam membuyarkan lamunannya.
Agis senyum lalu beranjak menghampiri Ibra yang baru saja masuk.
"maaf ya Mas lama, kita pulang sekarang ?"
Tanya Ibra kemudian Agis mengangguk.
keduanya pamit pada Dewi dan menitipkan kafe tersebut,
Agis akan berbicara nanti dengan Ibra di rumah mengenai kafe tersebut.
seharusnya dalam keadaan seperti sekarang ini Erika memberikan dukungan pada Rayan, bukan nya mengeluh dan mencari pundak lain untuk bersandar.
Erika sendiri pergi ke hotel bersama Arsen, ia tidak tahu kalau video syur nya sudah mulai tersebar.
**
malam....
setelah makan malam Agis dan Ibra menidurkan si kembar di kamar nya, kedua bayi mungil itu begitu lucu, apa lagi sekarang kedua nya sudah bisa merangkak.
lama kelamaan keduanya tertidur, Ibra dan Agis beranjak lalu meninggalkan mereka yang sudah terlelap.
"Ayo kita istirahat di kamar dek!"
ajak Ibra merangkulnya masuk ke dalam kamar.
"ya mas, ada yang ingin agis bicarakan sama kamu !"
ujar agis lalu keduanya masuk ke dalam.
"Ada apa dek ?"
tanya Ibra menatap wajah Agis, kini kedua saling berhadapan duduk di sofa dekat ranjang.
"Mas, Agis berencana untuk kasih kafe ke Rayan aja karena..."
"Karena Rayan bangkrut ?"
Sebenarnya Ibra juga mendengar perusahaan nya yang bangkrut karena terlalu banyak hutang dan Rayan tidak mampu membayar gaji karyawan.
"Kamu kasihan sama dia dek?"
__ADS_1
Tanya Ibra membuat Agis termangu.
"kenapa sih dek, kamu harus memikirkan dia ? selama ini dia enggak pernah memikirkan bagaimana perasaan kamu saat dia bersama Erika ?"
Ujar Ibra menghela nafas panjang.
"Ya Agis tahu, tapi bukan itu yang jadi penyebab Agis ingin menyerah kan kafe, Agis mau buka usaha sendiri dan enggak mau di kafe lagi, Erika juga terus mempermasalahkan kafe yang seharusnya Rayan kelola !"
Ibra membuang nafas lalu beranjak kemudian duduk di ranjang.
"Tapi mas rasa bukan itu, kamu masih peduli kan sama Rayan ?"
Tanya Ibra tidak menampik bahwa Ia cemburu.
"Bukan seperti itu, Agis cuma ingin benar benar lepas dari Rayan dan seharusnya rumah juga di jual !"
jawab Agis menghela nafas panjang.
"Mas, kita sama sama punya masa lalu. Agis enggak pernah mempermasalahkan kamu yang terkadang suka lihat foto Azizah kalau main sama anak anak, belum lagi masalah nama dan sekarang aku cuma mau menyelesaikan persoalan ku dengan Rayan, terserah kamu mau beranggapan apa ? kamu harus tahu bahwa ada hak Rayan di kafe dan rumah itu !"
Ujar Agis membuat Ibra terdiam.
Ibra meraih tangan Agis yang hendak pergi keluar dari kamar.
Agis tertegun lalu menoleh ke arah Ibra.
Ia tak menampik apa yang Agis katakan, seperti yang Agis katakan bahwa masa lalu memang harus segera selesai.
"Maaf kan Mas, dek !"
Ujar Ibra lalu mendudukkan Agis di pangkuan nya.
"Agis tidak meragukan ketulusan kamu mas, kamu sudah begitu baik sama aku. sebelum nya aku sudah bilang sama kamu bahwa masalah aku memang belum selesai apalagi kalau Erika terus menerus mengungkit tentang harta gono-gini, buat apa agis terus pertahankan jika membawa masalah di kemudian hari, Agis bisa kok cari kesibukan selain ngurus kafe!"
Ujar Agis memberikan pemahaman pada Ibra.
"Kita akan bicarakan masalah ini dengan suci juga, nanti dia yang akan urus masalah harta gono-gini."
tambah Agis kemudian Ibra mengangguk setuju.
Mungkin jika semua lepas, Agis tidak merasa terbebani dengan permasalahan harta.
Ia tahu seperti apa Erika ? Ia pasti akan terus mengungkit nya.
*
**
***
bersambung...
__ADS_1
terima kasih yang sudah mampir dan masih setia sama novel ini.
terus dukung aku ya 😍😍😍