Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Pulang.


__ADS_3

Pagi itu Rayan sudah bersiap hendak pergi mencari Agis, kali ini Erika bersama nya.


Rencana nya mereka akan menyisir menyisir pulau pulau kecil yang tidak jauh dari kawasan pelabuhan mereka menduga seperti nya Agis terdampar terbawa ombak kemarin.


Andi memperhatikan Rayan dan Erika, tadi pagi Andi tidak sengaja melihat Erika keluar dari kamar Rayan, entah apa tengah kedua nya lakukan? apa mereka mempunyai hubungan lain?


Tapi apa mungkin ? masa iya sih Erika tega mengkhianati Agis sahabat nya sendiri.


Rayan mendengar kan salah satu keamanan laut yang tengah berbicara menjelaskan rute yang hendak mereka lalui.


Beberapa pulau kecil yang tidak jauh dari pelabuhan, Rayan mengamati air yang tenang dan ia berharap kalau Agis selamat.


***


Agis duduk di pantai memperhatikan Ibra yang tengah berenang, pria itu menikmati keadaan mereka yang tengah terdampar, lucu sekali pria itu berenang dengan senang.


Agis memalingkan wajahnya dari dada bidang milik Ibra yang telanjang, ia hanya menggunakan celana pendek nya dan Ibra bilang sekalian mandi saja.


Perut nya yang sispack seperti milik Rayan, hanya dada milik Ibra sedikit berbulu dan di pundak nya terdapat coretan terukir nama Azizah, Seperti nya itu nama istri nya. apa Ibra juga ada yang mencari?


Ibra terkesiap saat melihat sebuah kapal nelayan melewati mereka, gegas ia memanggil dan meminta tolong pada mereka.


Agis tersenyum saat kapal tersebut menghampiri mereka lalu dua orang turun dari kapal.


"pak, kami terdampar terbawa arus, Apa bisa tolong kami kembali ke Pelabuhan dekat hotel?"


Ujar Ibra lalu menjelaskan apa yang terjadi dengan mereka berdua. kedua nelayan itu mengangguk lalu mengajak mereka untuk kembali ke pelabuhan.


"Nanti saya akan bayar setelah sampai di depan hotel."


Mereka menganggukkan kepalanya lalu keduanya naik ke kapal, Agis begitu senang karena ia bisa pulang.


"Ayo Agis!"


ucap Ibra lalu menarik tangan Agis naik ke kapal hingga tangan nya kembali meraih pinggang Agis karena ia hampir terpeleset, keduanya tertegun sejenak saat tubuh mereka menempel lekat, Agis melepaskan cengkraman tangan nya pada pundak Ibra lalu memalingkan wajahnya, Keadaan Ibra saat itu masih bertelanjang dada dan spontan Agis merasakan hangatnya tubuh pria itu saat keduanya menempel.


"maaf Agis aku tidak bermaksud untuk berbuat kurang ajar."


Agis menatap wajah Ibra menyesali hal itu, Agis mengangguk kemudian duduk di perahu nelayan itu, sementara Ibra berdiri bersama nelayan mereka ngobrol membahas laut tempat mereka mencari ikan.


Agis memalingkan wajahnya saat Ibra menoleh kembali menoleh ke arah nya, Jujur saja ia merasa tidak nyaman dengan tatapan Ibra Ia duduk di hadapan Agis lalu menyodorkan minuman yang di berikan oleh nelayan.


"Terimakasih mas!"


"Nanti aku temui kamu di kafe ya!"


Agis tertegun menerima botol minuman tersebut, Ibra paham Agis tak mengerti maksudnya.


"Aku mau ganti uang ponsel itu." sambung Ibra membuat Agis termangu melihat Ibra yang melepas senyuman.


"Tidak usah mas, Agis sudah ikhlas dan itu terjadi juga karena tidak sengaja kan !!"


Agis termangu saat Ibra memiringkan kepalanya menatap wajah nya yang langsung memerah.


Gegas Agis memalingkan wajahnya ke arah lain, Ibra senyum melihat ekspresi wajah Agis yang langsung kaku.


__ADS_1


Ibrahim Siddiq.


Cakep kan, halu author saja.


hehehe...


***


Setengah jam kemudian mereka sampai di pelabuhan dekat hotel keduanya langsung turun dari perahu itu.


"Terima kasih pak nanti saya akan temui bapak di sana !" ujar Ibra menunjukkan tempat dimana banyak perahu nelayan berkumpul.


"Tidak usah nak, kami ikhlas menolong tanpa mengharapkan bayaran !"


Ucap nelayan tersebut membuat kedua nya tertegun sejenak.


Kedatangan mereka di pelabuhan berpapasan dengan Rayan dan keamanan yang hendak pergi mencari kedua nya, namun mereka lebih dulu pulang.


"Agis?"


Teriak Rayan berlari meraih tubuh Agis di hadapan Ibra yang langsung membeku.


"Sayang, Alhamdulillah kamu selamat. Abang baru saja hendak pergi mencari mu bersama team yang lain nya !"


Cetus Rayan memangku wajah Agis lalu kembali memeluk nya.


Revan menghampiri Ibra lalu menepuk pundak nya.


"Alhamdulillah Pak Ibrahim baik baik saja !"


"Dia yang sudah menolong Agis bang, kita terdampar di pulau kecil, beruntung ada perahu nelayan yang mau membantu kita kembali ke pelabuhan ?!"


Agis menceritakan apa yang terjadi dengan mereka hingga keduanya terdampar di pulau terpencil.


"Saya Rayan berterimakasih kepada pak Ibra karena sudah menolong istri saya !"


Ibra mengangguk kecil lalu pergi meninggalkan pelabuhan tersebut.


"Jadi perempuan itu sudah menikah ?"


batin Ibra lalu masuk ke dalam hotel bersama kedua asisten nya.


***


Rayan langsung menggendong Agis ke kamar hotel, Ia lupa ada seseorang yang kembali terabaikan.


Rayan begitu bahagia saat melihat Agis kembali dengan selamat bahkan dengan mudah Rayan melupakan nya.


Seperti nya Ia memang harus mundur karena keberadaan janin dalam rahimnya tak membuat Rayan memprioritaskan nya, bertahan dalam keadaan menyakitkan hanya akan membuat nya mati perlahan.


*


Rayan langsung memesan banyak makanan saat Agis mengatakan bahwa ia dan Ibra hampir kelaparan karena tidak ada makanan di pulau itu, kalau pun ada mereka harus bersaing dengan monyet monyet di hutan.


"Ayo makan yang banyak....!"


sahut Rayan mengusap kepala Agis, ia lega Agis sudah kembali tanpa kurang satu apapun.

__ADS_1


"Terima kasih bang....!"


Rayan bercerita kalau kemarin ia mencarinya hingga larut malam, namun tidak membuahkan hasil karena ternyata Agis terdampar di pulau kecil.


"Setelah ini kamu istirahat dan sore ini kita kembali ke Jakarta....!"


Agis mengangguk sambil mengunyah makanan nya.


*


Rayan mencari keberadaan Erika yang masih duduk di pelabuhan, Ia tertegun melihat Erika bersandar pada kayu yang menjadi pembatas.


"Sayang....!"


Erika langsung beranjak dari duduknya kemudian menghadap Rayan.


"Kita berpisah saja bang, aku enggak kuat lihat kamu bersikap seperti itu pada Agis...!"


Rayan langsung terpaku mendengar tutur kata dari Erika.


"Maaf kalau aku jatuh cinta sama kamu, bang. aku sangat membutuhkan mu lebih dari Agis!"


"maafkan aku Erika....!"


Rayan langsung memeluk Erika yang terisak.


Andi tertegun memperhatikan interaksi keduanya, seperti nya memang ada sesuatu di antara keduanya, mana mungkin kedua nya berpelukan erat jika tidak ada sesuatu !


"Apa Agis tahu kedekatan mereka yang tidak biasa itu ?"


gumam Andi lalu pergi meninggalkan Pantai dan kembali ke hotel.


*


Ibra sendiri langsung terbang ke Jakarta seperti rencana sebelum nya, dua orang keamanan pantai datang menanyakan perihal kejadian kemarin, Ibra langsung menceritakan kejadian sebenarnya pada mereka.


"terdampar sama perempuan cantik, gimana rasanya bos...?"


ujar Arul terkekeh mengingat Agis yang begitu cantik, hal itu membuat Ibra langsung menoleh.


"biasa aja karena aku bukan pria hidung belang yang suka memaafkan keadaan !"


jawab Ibra membuat Revan terkekeh kecil.


Ibra termenung sendiri mengingat kejadian di pulau itu, entah kenapa tiba tiba saja ia tersenyum sendiri mengingat tingkah lucu Agis saat ketakutan, dan ternyata Agis sudah menikah. tapi kenapa ia pergi diving sendiri?


Ibra memejamkan mata nya karena sangat mengantuk, semalam Ia tidur beberapa jam saja karena menjaga keadaan sekitar khawatir ada binatang buas menerkam mereka, sementara Agis tidur terlelap tangan nya.


Sebelum pulang Ibra menyempatkan menemui nelayan yang membawa mereka kembali ke pelabuhan, mereka memang tidak mengharapkan bayaran, tapi tetap saja Ibra sudah janji akan memberikan sedikit rezeki pada mereka.


*


**


**


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2