Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
extra part empat.


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu...


Ibra merangkul tubuh Agis sembari menatap mungil yang baru keluar dari alam rahim. Dokter meletakan bayi laki-laki itu pada Tubuh Agis yang lemas lepas melahirkan bayi tampan mereka.


Agis tersenyum sambil menitikkan air mata nya menatap bayi itu menggerakkan tangannya meraih tangan nya.


Suatu anugerah yang tidak pernah ia duga akan hadir dalam hidup nya.


pernah menjalani hari hari penuh harapan. Menginginkan buah hati menjadi pelengkap kebahagiaan. Namun Semua ia dapatkan dari pernikahan keduanya bersama Ibra.


"Alhamdulillah. terima kasih atas perjuangannya sayang. Semua itu tidak akan pernah terbayar oleh apapun. Kamu hebat!"


Ada yang lebih hebat!


Ia hanya melahirkan satu bayi tapi Azizah melahirkan dua bayi sekaligus. Dan melahirkan itu rasanya seperti tulang tulang di remukan, namun perempuan mampu menahan kesakitan itu.


Agis membayangkan perempuan yang melahirkan banyak anak? tak terbayang kan rasa sakit nya?


Namun semua itu hilang saat melihat hadirnya buah hati di dunia dengan selamat.


Ibrahim mengecup kening Agis lama.


Mengingat bagaimana Istri nya itu menahan rasa sakit, namun Agis tidak menyerah. Sama halnya dengan Azizah. Ibra yakin kalau Azizah sudah Bahagia di surga mereguk kemenangan atas perjuangannya melahirkan dua bayi mereka.


Dokter meraih bayi tersebut hendak memandikan dan memakaikan nya baju.


lekas itu dokter meminta Ibra mengadzani putranya itu.


*


Rosa dan Dava berada di luar menunggu Ibra membawa bayi mereka keluar.


Tak begitu lama suci datang menghampiri mereka.


"sudah melahirkan Bu ?"


Tanya suci.

__ADS_1


"Sudah ci, Alhamdulillah !"


Jawab Rosa tersenyum saat Ibra keluar membawa bayi mereka.


"Alhamdulillah kak!"


Ujar suci menghampiri bayi itu.


"Cakep kali mirip kak Ibra !"


Cetus suci lalu mencium pipi bayi yang Ibra namai Ridwan Asshidiqie.


"ya lah mirip gue, kalo mirip Jimi kan aneh !"


Jawab Ibra membuat mereka terkekeh kecil.


Dokter langsung memindahkan Agis ke ruang perawatan pasca melahirkan.


Kini mereka berkumpul di ruangan itu memperhatikan bayi mungil berwajah tampan itu.


Ujar Jimi duduk di samping suci.


"Apa itu jim?"


Tanya Ibra penasaran.


"Lagu mbak Agis laris di pasaran mencapai satu juta copy."


Jawab Jimi.


Hal itu cukup besar bagi penyanyi pemula seperti Agis. Ia bahkan berkarir hanya beberapa bulan karena tengah Hamil. Ibra melarang Agis untuk mengutamakan kepentingan pribadi nya.


"gimana Mbak ? Boleh enggak wartawan masuk untuk meliput berita bahagia ini ?!"


Agis menoleh ke arah Ibra meminta persetujuan suaminya itu.


"Boleh, tapi tunggu Agis siap siap dulu ya !"

__ADS_1


Jawab Ibra lalu menghampiri Agis kemudian merapikan kerudung instan yang di pakai istri nya itu.


Tentu saja Ibra mengizinkan wartawan meliput kebahagiaan mereka. Berharap Rayan melihat berita bahagia mereka.


Ibra memang sengaja melakukan hal itu, seakan ingin Rayan tahu bahwa kini Agis bahagia dan istri nya itu bukan perempuan mandul seperti cercaan nya dulu.


beberapa wartawan masuk ke dalam dengan menjaga jarak seperti yang jimi arahkan.


Mereka langsung meliputi kebahagiaan yang tengah Agis rasakan karena kehadiran buah hati mereka.


Tentu saja bukan beberapa yang melihat berita bahagia itu. Ramlan yang tengah menemani Noval bermain melihat siaran langsung tersebut.


Saat melihat Rayan datang, Ramlan langsung mematikan televisi. Ia tidak ingin Rayan melihat kebahagiaan mereka, Ramlan tahu kalau anak nya salah tapi bukan berarti ia harus terus menderita.


"Kenapa yah ?"


tanya Rayan pada Ramlan yang termenung sendiri.


"Tidak Rayan. Ayah hanya sedang berpikir apakah kamu tidak ingin menikah lagi ?"


Rayan mengulas senyum duduk di hadapan Ramlan.


"Keinginan itu pernah terlintas, tapi mungkin nanti yah. Saat ini Rayan masih ingin sendiri mengawasi tumbuh kembang Noval !"


Jawab Rayan. Sungguh ia ingin memperbaiki diri terlebih dahulu. Ia juga sudah melepas Agis dengan ikhlas.


Rayan tahu dan yakin kalau sekarang perempuan itu sudah bahagia, Agis memang berhak mendapatkan semua itu karena dia baik dan tulus.


Mungkin keberadaan ia dalam hidup Agis hanya untuk mengantarkan nya pada Ibra. Rayan mencoba untuk membesarkan hati nya dan menerima segala ketepatan tuhan.


*


*


***


Terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2