Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
menggugat cerai.


__ADS_3

Rayan pergi meninggalkan Agis begitu saja di kolam renang, Ia tetap bersikukuh tidak mau bercerai dengan Agis dan akan menceraikan Erika.


Agis mengepal kan tangan nya luka itu semakin menjalar kian nyeri, Agis tidak pahami rayan hingga jengah dan tidak tahu lagi bagaimana menghadapi Rayan.


Agis menggigit bibirnya lalu memajukan kursi roda nya mendekati kolam renang, tak ingin putus harapan tapi rasa sakit itu seakan membuat nya ingin mengakhiri.


"Aku benci sama kamu bang, demi tuhan kamu tega!"


Byur.


Agis memejamkan matanya membiarkan tubuh nya tenggelam hingga nafas semakin menelisik membuat sesak.


"Ya Allah Non.....!"


jerit pembantu berlari keluar mengejar rayan yang hendak pergi meninggalkan rumah.


"Den, tolong......!"


Teriak pembantu membuat Rayan menghentikan laju mobil nya lalu keluar dari mobil.


"Den, tolong Non Agis kecebur ke kolam renang.!"


Rayan terperangah lalu berlari dengan cepat masuk ke dalam rumah kemudian menghampiri kolam renang dan yang terlihat hanya kursi roda tanpa Agis.


Gegas Rayan mencebur diri ke kolam untuk menolong Agis.


Rayan menyelam dan melihat Agis begitu tenang, Ia benar benar menginginkan pergi.


Gegas Rayan meraih tubuh Agis yang sudah tidak sadarkan diri lalu membawa nya ke permukaan air.


"Agis sayang !"


Desis Rayan mengusap wajah Agis yang basah lalu memberikan nya nafas buatan.


Agis langsung terbatuk-batuk lalu membuka mata nya dan membeku saat melihat Rayan menangis tergugu di hadapan nya.


bukan kah itu adalah awal pertama kali mereka bertemu, saat itu Agis juga tercebur ke danau dan kaki nya mengalami keram.


Rayan lah yang datang menolong dan memberikan nya nafas buatan, sejak saat itu keduanya terikat rasa.


"Apa kamu benar benar ingin berpisah dengan Abang ?"


Tanya Rayan menangis menggenggam tangan menutup bibirnya, bibir yang dulu selalu mengalun kan cinta serta sentuhan lembut penuh kasih, namun berubah menjadi penuh dusta.

__ADS_1


"Abang benar benar menyesal demi Tuhan Abang juga terluka, tapi kalau kamu bersikukuh untuk pergi Abang tidak akan lagi menahan nya, tapi Urus semua sendiri! Abang akan antar kamu ke pengacara untuk menggugat cerai Abang !"


ujar Rayan membuat Agis semakin membeku.


pria itu mengangkat tubuh nya ke atas menuju kamar lalu merebahkan tubuh Agis di ranjang kemudian mengganti semua pakaian Agis yang basah.


Setelah itu Rayan mengambil semua surat surat untuk mengurus perceraian mereka.


"Abang tidak akan mengatakan cerai atau perpisahan tapi silahkan kamu gugat cerai Abang !"


ujar Rayan membuat Agis langsung terisak, Rayan langsung membawa nya ke mobil.


Rayan masuk ke dalam rumah lalu kembali dengan hijab untuk Agis.


Agis terdiam saat Rayan memakai kan hijab, rasanya hancur dan ingin sekali memeluk erat tubuh Rayan, namun Agis tahan dan memekik nyeri pada relung hati.


Rayan melajukan mobilnya menuju kantor notaris, Ia tidak ingin notaris keluarga yang mengurus semuanya dan membiarkan Agis memakai jasa pengacara lain.


Agis terdiam menoleh ke arah Rayan dengan wajah sembab nya teringat ucapan Rayan sebelum pergi.


"jangan hukum Abang seperti ini !


Abang harus bagaimana meyakinkan kamu bahwa Abang khilaf dan menyesali kesalahan Abang !"


Semua sudah terlanjur dan Agis sudah mengambil keputusan untuk tetap berpisah dengan Rayan.


Ujar Rayan lalu keluar dari mobil.


Agis tertegun menatap kantor salah satu pengacara ternama, Suci Nurul Aisyah.


"Silahkan kamu masuk dan katakan keinginan kamu !"


ujar Rayan lalu kembali ke mobil dan meninggalkan Agis sendiri di depan kantor notaris.


Agis terisak lagi karena Rayan tega meninggalkan nya sendiri, Agis semakin yakin dengan keputusan nya.


Dari jauh Ibrahim memperhatikan interaksi keduanya, Suci adalah adik nya Ibra.


gegas Ibra menghampiri Agis yang menangis sendiri.


"Agis...!"


Seru Ibra membuat Agis menoleh, Rayan langsung melajukan mobil nya menjauh dari Agis dan Ibra yang berdiri di samping istrinya itu.

__ADS_1


Ibra terpaku mendengar tangis pilu perempuan yang duduk di kursi roda.


"Dalam mimpi saja perpisahan begitu menyakitkan apalagi kenyataan seperti sekarang ini, aku hancur berantakan, rasanya cinta itu luluh lantak. benar kah aku ikhlas kau bersama sahabat ku ?"


batin Agis meringis lalu menyeka air matanya.


Ia benar benar malu karena lagi lagi ia menangis di hadapan Ibra.


"Aku.....!"


desah Agis tak sanggup bicara.


Ibra paham lalu mendorong kursi roda Agis masuk ke dalam kantor Itu.


Suci dan yang lain nya tertegun melihat Ibra membawa seorang wanita yang tengah menangis.


Ibra berjongkok di hadapan Agis lalu memberanikan untuk menyeka air matanya.


"Sudah Agis, Tenang kan diri mu dan tarik nafas dalam-dalam."


Ujar Ibrahim merasa iba dengan keadaan Agis.


"Ada apa kak ?"


tanya suci menghampiri Ibrahim membawa air minum untuk Agis, gegas Ibrahim memberikan nya pada Agis agar ia tenang.


"Aku datang ke sini ingin meminta bantuan pada pengacara untuk mengurus perceraian ku dengan suami ku, tepat nya menggugat cerai !"


Ucap Agis membuat Ibra membeku seketika.


Suci mengangguk lalu duduk di hadapan Agis kemudian meminta Agis bicara permasalahan nya.


Ibra duduk di samping Agis dan mendengar kan maksud Agis dan alasan kuat kenapa ia ingin berpisah dari suami nya.


Semua tak lagi bisa di pertahankan dan Agis berpikir lebih baik ia mengalah dari Erika, Agis tidak ingin Erika terluka seperti dirinya, tidak masalah jika Erika tidak peduli tapi Agis benar benar tulus.


Agis yakin suatu saat nanti Erika akan mengingatnya sebagai seseorang yang telah ia sia sia kan ketulusan nya sebagai sahabat yang benar benar menyayangi nya.


berdamai lah dengan diri sendiri, merelakan itu bukan perkara yang mudah, tapi itu lebih baik karena bertahan bukan pilihan terbaik.


bersambung..


happy reading..

__ADS_1


terima kasih para reader tercinta.


jangan lupa like dan berkomentar, vote juga boleh 💪💪😍


__ADS_2