Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
berlibur ke Dufan.


__ADS_3

Libur sekolah telah tiba dan Agis berencana mengajak Alan pergi ke Jakarta, Adik nya itu ingin mendatangi dunia fantasi.


Agis bingung kenapa adik nya memilih tempat itu padahal mereka sudah sering datang ke tempat itu ketika ada ibu nya.


"ya sudah kita pergi kalau kamu mau ke Dufan, kita ajak Paman dan bibi untuk ikut kesana !"


Alan mengangguk senang mendengar jawaban dari Kakak nya itu.


Agis memperhatikan mobil yang berhenti di depan rumah, dan Agis sudah tahu siapa pemilik nya.


Ibra keluar dari mobil lalu menghampiri Agis yang tengah berada di teras rumah dengan Alan.


"Assalamu'alaikum Agis !"


Sapa Ibra mengulas senyum pada Perempuan cantik nan meneduhkan itu.


"walaikum salam... mas, kamu dari mana ?"


Tanya Agis memindai Ibra dengan beberapa paper bag.


"Ini untuk kamu...!"


ujar Ibra menyodorkan paper bag tersebut.


"Mas dari proyek pembangunan rumah makan yang dekat Dago !"


Agis mengangguk lalu menyimpan paper bag tersebut di meja, Ibra duduk di bawah nya dekat Alan dan hal itu sudah biasa.


"Oh gitu mas, kamu repot-repot bawa sesuatu terus untuk aku mas !"


"enggak apa apa gis untuk Alan juga !


Aku mampir habis makan siang tadi sama Revan, cuma dia kembali lebih dulu"


"Besok kita mau ke Jakarta mas Ibra !"


Sambar Alan membuat Agis termangu.


"Oh ya, kamu mau balik ke Jakarta ?"


Tanya Ibra menatap wajah Agis.


"enggak mas, aku cuma mau ajak Alan main ke Dufan sama bibi juga paman !"


Ibra mengangguk.


"berangkat sama siapa besok ?"


"Hum, Agis juga kurang tahu karena Paman belum bisa pakai mobil !"


"ya sudah besok pergi sama mas saja, kebetulan mas ada kerjaan sampai malam dan pulang besok jadi sekalian mas pulang aja gis !"

__ADS_1


"boleh tuh ide nya mas !"


Ujar Alan menyambut baik tawaran dari Ibra.


Agis hanya menanggapi dengan senyum karena yang terpenting adik nya itu bahagia.


bersyukur karena penyakit nya masih bisa di tangani dengan cepat hingga tidak berakibat buruk pada kesehatan Alan.


Jadi sekarang apapun yang Alan minta sebisa mungkin Agis berikan, dan adiknya juga tidak pernah neko neko.


"ya sudah kalau gitu nanti pagi pagi mas kemari ya!"


Agis mengangguk lalu Ibra pamit kembali ke tempat kerja nya.


pria baik yang akhir-akhir ini selalu datang, ia hanya datang sekedar membawa kan nya makanan dan lain nya, seperti sekarang ini dia membeli kak nya beberapa pasmina serta kaos untuk Alan.


"mas Ibra baik ya kak, Alan suka !"


Cakap Alan membuat Agis terkekeh, Namun ia cukup sadar dan tidak berharap apapun.


Ia tidak akan mampu sejajar dengan Ibra dan Agis tidak mau lagi memaksa seperti saat ingin bersama Rayan, padahal ibunya tidak menerima baik diri nya yang tidak sejajar dengan mereka.


Apalagi sekarang ia cacat dan tidak bisa berbuat apa-apa selain diam di kursi roda.


"Sudah Alan ayo masuk bantu kakak !"


Alan mengangguk lalu beranjak dari duduknya kemudian mendorong kursi roda Agis ke dalam.


Esok pagi..


Agis sudah bersiap-siap dengan yang lain nya menunggu Ibra datang menjemput mereka pergi, Agis juga sudah menghubungi Salma dan karyawan lainnya untuk ikut bergabung dengan mereka berlibur ke Dufan, Agis yang membayar tiket masuk nya.


Mereka begitu senang dan berantusias untuk pergi dan untuk sehari ini kafe akan libur.


Tak berapa lama Ibra datang bersama mobil lain nya yaitu milik Revan dan Arul.


"Ayo langsung berangkat....!"


Ajak Ibra menghampiri Agis lalu mendorong kursi roda nya hingga membuat Agis terpaku.


"Kita ikut sama pak Revan saja...!"


Ujar Susanto lalu Alan dan bibi mengikuti.


"loh kok pada misah sih ?"


Tanya Agis menoleh ke arah Ibra yang hanya melempar senyum.


"ya sudah tidak apa apa mungkin karena mobil Revan lebih besar.!"


Jawab Ibra lalu membuka kan pintu mobil untuk Agis.

__ADS_1


"Mas, aku...!"


Agis merogoh sedikit ke arah kursi mobil, Ia harus bisa bergerak sendiri tanpa bantuan Ibra, rasa nya tidak enak kalau Ibra mengangkat tubuh nya.


"Agis, mas bantu !"


Ujar Ibra membuat Agis mendongak ke arah nya.


"enggak usah mas, Agis bisa kok !"


jawab Agis sekuat tenaga untuk bangkit namun tubuh nya tak mampu mengangkat sendiri.


"Ayo gis enggak apa apa !"


Ibra langsung membantu Agis naik ke mobil.


"terimakasih mas maaf aku merepotkan !"


"Aku suka di repot kan! kamu jangan sungkan !"


Jawab Ibra membuat Agis termangu sendiri.


Setelah itu mobil melaju menuju tol, tak ada yang bicara Agis memilih untuk memperhatikan jalan.


"Agis....!"


seru Ibra setelah beberapa waktu berlalu.


"kenapa mas ?"


Ibra menoleh sekilas lalu kembali fokus jalan.


"kamu mau minum atau ngemil ?"


"Hum tidak mas, Agis masih kenyang !"


Ibra mengangguk lalu kembali fokus dan membiarkan Agis menikmati perjalanan.


Ibra berencana untuk memberikan Agis kejutan nanti, sebenernya ini rencana Alan. sepertinya Agis lupa kalau hari ini ulang tahun nya, Ibra juga bermaksud untuk menyampaikan maksud dan keinginan hati nya pada Agis, Ibra berharap Agis mau menerima nya sebagai seorang yang lebih dari sekedar teman.


Ibra tahu semua masih menapak dan mungkin Agis trauma dengan apa yang sudah terjadi dengan nya, tapi sebisa mungkin Ibra akan meyakinkan nya bahwa ia siap menjadi rumah singgah untuk terakhir kalinya.


*


**


***


bersambung.


terimakasih sudah mampir 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2