
Erika langsung menghubungi arsen dan meminta nya untuk menemui nya di sebuah kafe, namun Arsen tidak menjawab pesan nya.
Erika mengepalkan tangannya geram karena Arsen mengacuhkan nya begitu saja, Erika beranjak dari duduknya namun dua orang perempuan datang menghadang nya."siapa kalian ?"
Tanya Erika melihat wajah kedua nya tampak sangar.
"Eh dasar pelakor Lo !"
Ucap seorang mendorong Erika, ia langsung tercengang saat mendengar ucapan wanita itu.
"Kita berdua ini istri Arsen, gue ingetin Lo untuk jauhi Arsen, kalau enggak gue gorok leher Lo !"
ancam perempuan itu lalu mendorong Erika hingga ia terjatuh menyenggol meja dan sebuah gelas jatuh hingga pecah.
prang....
"hahaha, rasain Lo dasar ****** !"
Umpat salah seorang lalu pergi meninggalkan Erika yang tidak bergeming.
Gegas ia bangun karena malu di lihat banyak orang.
"maaf Mbak, anda harus membayar kekacauan ini."
Ujar pelayan menghampiri nya lalu memberikan kerugian yang harus Erika bayar.
"nih gue bayar !"
Ujar Erika memberikan salah satu ATM nya, Namun tak lama pelayan kembali dan mengatakan bahwa ATM tersebut tidak bisa di pakai.
Erika menghampiri kasir dan memberi kan Atm nya yang lain namun semua sudah di blokir.
Erika tertegun karena tidak memiliki uang kas sama sekali.
"cepat bayar, masa pakai mobil mewah enggak bawa duit sih !"
Ujar kasir tersebut membuat geram.
"Gue bakalan balik lagi, sekarang gue pulang dulu !"
Jawab Erika namun beberapa orang menghadang nya.
"Enak aja Lo mau kabur!"
Ucap seseorang lalu menarik tangan Erika dan membawa nya masuk ke dalam.
"Cuci semua piring yang ada di wastafel itu baru Lo bisa pulang."
__ADS_1
Erika menganga melihat cucian piring yang begitu banyak, Tidak ada yang bisa menolong nya saat ini.
beberapa kali mencoba menghubungi teman nya namun tidak ada satupun yang menyahut, tidak seperti Agis yang selalu sigap membantu nya namun sekarang ia tidak akan bisa seperti dulu lagi dengan Agis dan terpaksa ia menjadi babu cuci piring di kafe tersebut.
Satu jam berlalu Erika selesai mencuci piring, gegas ia pergi dari kafe itu tanpa mempedulikan olokan dari karyawan kafe tersebut.
Erika melajukan mobilnya menuju rumah nya yang dulu, tangannya yang halus kini kasar sebab sabun cuci di kafe itu, sebelum nya ia tidak pernah mencuci piring dan tiba-tiba harus mencuci piring sebanyak itu.
Erika mengerut kan kening nya saat tiba tiba mobil nya mati, Erika melebarkan matanya saat melihat bensin nya habis, jarak ke pom bensin memang dekat tapi ia tidak punya uang untuk membeli bensin, lalu bagaimana nasib nya sekarang ?
Revan menghentikan laju mobil nya saat mobil yang berada di depan nya berhenti mendadak, dan tidak melaju kembali.
"ada apa Van ?"
Tanya Ibra, Agis pun menilik ke arah mobil yang berada di hadapan mereka tiba tiba berhenti, Agis dan Ibra hendak pulang ke rumah.
"enggak tahu, coba gue lihat ya!"
Jawab Revan lalu keluar menghampiri mobil yang berada di depan.
"hai..."
Revan tertegun melihat Erika yang berada dalam mobil itu.
Erika keluar dari mobil menghampiri Revan, ia juga ingat betul kalau pria itu adalah asisten Ibra.
Erika menoleh ke arah mobil yang tidak tembus pandang, mungkin Agis berada dalam mobil itu.
Revan menggeleng kan kepala nya melihat tingkah laku teman Agis yang minus.
Dari dalam Agis memperhatikan Revan yang entah berbicara dengan siapa ? Ibra tahu kalau Revan berbicara dengan Erika, perempuan pembuat masalah, namun ia mengalihkan perhatian Agis pada ponsel nya tak ingin Agis tahu kalau mobil itu milik Erika.
"makanya Lo jangan serakah. ngemis kan Lo !"
ujar Revan memberikan uang pada Erika lalu kembali ke mobil.
"siapa kak ?"
tanya Agis menoleh ke perempuan yang masuk ke dalam mobil.
"enggak tahu tuh enggak kenal !"
jawab Revan tak ingin Agis tahu kalau itu Erika, biarkan saja perempuan itu menikmati hasil perbuatannya.
"langsung pulang ke rumah saja Van !"
Ujar Ibra lalu merengkuh tubuh Agis.
__ADS_1
semua persoalan sudah selesai tinggal ia yang menyelesaikan persoalan masa lalu nya, Ibra berencana akan pergi untuk menghapus nama Azizah di
pundak nya, selama ini ia tidak peka karena membiarkan Agis sedih dengan terkaan nya, tak seharusnya ia bersikap seperti itu sementara Agis benar-benar sudah melepaskan masa lalu nya.
*
Erika pulang ke rumah dan melihat Adik nya tengah membereskan rumah, beberapa kali bertemu dengan Amir.
mantan kakak ipar nya itu selalu memberikan nya uang jajan, Amir kasihan pada adiknya Erika, apalagi sekarang ibu mereka sudah tiada.
Amir bersyukur sekali karena sekarang ia memiliki istri yang baik, bahkan ia tidak melarang Amir bersikap peduli pada adik nya Erika.
"kakak pulang ?"
tanya adik nya.
"Ya, memang kenapa ? jangan cerewet sekarang buatkan makanan untuk kakak !"
titah Erika membuat sang adik tertegun sejenak.
Semakin lama kakak nya itu semakin jauh dari kata baik, ketiadaan sang ibu malah membuat nya kian gila.
"cepat, kamu tunggu apa lagi ? kakak tuh lapar !"
Erika meringis melihat tangan nya yang tidak lagi lembut, ia bingung karena tidak memiliki uang untuk biaya perawatan salon, semua ATM nya Rayan blokir dan uang nya yang tersisa sudah habis Erika gunakan untuk shopping, kini ia benar-benar menderita.
**
bersambung..
Terima kasih yang masih setia, para reader tercinta author mau promo nih, mampir ya ke novel author yang baru.
Author sangat mengharapkan dukungan nya.
Up
mampir ke cerita Fatih dan Alexa.
satu lagi nih
Mampir ke cerita pelangi dan Rafael ya😍😍
dukungan para reader sangat berarti.
__ADS_1
terima kasih 😍💪😍