Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
berkelahi.


__ADS_3

Rayan benar benar kesal dengan ucapan Ibra, gegas ia membalikan tubuhnya lalu menarik pundak Ibra yang terkejut saat Rayan tiba tiba melayang kan pukulan keras ke wajah nya.


Bug..


Ibra terhempas saat Rayan tiba tiba menghantam wajah nya, Ibra beranjak dan tidak tinggal diam, ia pun membalas pukulan Rayan.


"Ah..."


Teriak seorang perempuan membuat keadaan gaduh beberapa orang berlari menghampiri dan mencoba melerai keduanya.


Agis dan Rosa ikut menghampiri lalu tercengang melihat Ibra dan Rayan tengah berkelahi.


"Cukup..."


Teriak Agis dengan Nafas tersengal membuat keduanya membeku seketika, terlihat kedua wajah mereka memar karena saling jotos.


Rayan memperhatikan wajah Agis yang geram melihat mereka berdua.


Rayan sakit hati dan tidak terima dengan ucapan Ibra seakan mengolok nya.


"Kalian tuh benar benar bikin malu, kenapa harus buat masalah di acara orang !"


Sergah Agis dengan napas memburu menatap keduanya yang tidak bersuara.


"Mas, kamu ...!"


Agis langsung pergi meninggalkan tempat itu, gegas Ibra mengejar Agis yang berlari cepat.


Rosa dan suci hanya melongo dengan keadaan itu.


Gegas Mereka pamit pulang pada Salma dan Andi lalu mengejar Ibra.


"sayang, Kamu dengar kan mas dulu !"


ujar Ibra meraih lengan Agis hingga terhenti.


"Mas, kenapa sih kamu berkelahi dengan bang Rayan ?!"


tanya Agis dengan Nafas tersengal.


"Dia yang mulai sayang, apa aku harus diam aja ? enggak mungkin lah aku pasti Lawan !"


jawab Ibra menggenggam tangan Agis yang hendak pergi.


"Ya tapi sadar enggak kalau kalian itu merusak acara orang !"


"ya, tapi Rayan tuh nyerang aku berkali kali !"


Sergah Ibra lalu membuang nafas.


"Sudah sudah, sekarang kita pulang !"


Ujar Rosa menarik tangan Agis masuk ke dalam mobil, Agis memilih untuk duduk di belakang bersama suci.


"Sabar ya Mbak !"


Ujar suci sementara Ibra duduk di depan bersama Revan.


"kenapa sih kalian sampai adu jotos seperti itu ?"


Tanya Rayan menoleh ke arah Ibra yang tampak kacau.


"Dia yang nyerang gue duluan, ada kok terekam kamera cctv..!"


jawab Ibra lalu menoleh ke arah Agis yang diam bersama suci.


"Sudah, nanti di bahas lagi !"

__ADS_1


Sergah Rosa.


Agis mengirim kan pesan pada Salma dan meminta maaf atas kekacauan yang di buat oleh Ibra dan Rayan.


Tak lama mereka sampai di rumah dan Agis langsung masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Ibra yang berjalan cepat mengejarnya Agis.


"Sayang kamu marah karena Mas pukul Rayan ?"


Tanya Ibra menatap wajah Agis tampak sendu.


"kenapa kamu berpikir seperti itu mas ?"


Tanya Agis menggeleng kan kepala nya.


"Agis enggak peduli lagi sama Rayan, silahkan kalau kalian mau adu jotos tapi jangan di acara orang apalagi alasan nya aku,


bikin malu mas !"


sergah Agis duduk di tepi ranjang dengan nafas memburu.


"Mas juga enggak bermaksud bikin masalah, tapi apa mas harus diam sementara ia terus nyerang mas ?"


Ucap Ibra lalu mendekati Agis yang tidak bergeming.


"Mas minta maaf dek !"


"Sana minta maaf sama keluarga kak Andi !"


Sergah Salma menundukkan kepalanya.


Ia tak menyangka jika keadaan nya akan seperti itu, Agis yakin pasti sebelum nya terjadi perdebatan.


"Kamu enggak mau maafin mas ?"


Tanya Ibra memangku wajah Agis datar tanpa ekspresi.


"Sayang, Kamu enggak mau maafin mas ? apa karena Rayan ?"


Tanya Ibra penasaran dan ingin tahu apa jawaban dari Agis.


"sudah mas, Jangan membicarakan hal itu lagi !"


Jawab Agis lalu mulai membasuh wajah Ibra yang memar, lalu memberikan nya obat.


Agis juga membuka jas ibra yang kotor lalu mengambil kan kaos untuk nya.


"Cepat ganti, Agis ambilkan minum di bawah !"


Ujar Agis lalu pergi meninggalkan Ibra yang mematung sendiri, Ibra juga tidak menyangka kalau Rayan akan menyerang nya, dan tidak mungkin kan ia tinggal diam.


*


"Baru pertama kali loh Kak Ibra berkelahi Bu, sebelumnya enggak pernah kan!"


Ucap suci dan Agis mendengar percakapan mereka berdua.


"Entahlah ibu juga tidak tahu kenapa ?"


Jawab Rosa mengedikan bahu nya.


Agis turun ke bawah untuk mengambil air minum, rasanya serba salah jika seperti ini.


Ia baru saja pulang dari berlin tapi ada saja masalah.


"Agis, kamu sudah obati ibra?"


Tanya Rosa saat melihat Agis turun dari tangga.

__ADS_1


"Sudah Bu!"


Jawab Agis lalu mengambil air minum kemudian gegas kembali naik ke kamar.


"Minum lah dulu !"


Ujar Agis lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Ibra memperhatikan wajah Agis yang tanpa ekspresi, mungkinkah Agis marah pada nya ?


"Sayang, Kamu masih marah sama mas ?"


Tanya Ibra meraih tangan Agis.


"Enggak mas, sudah mas lain kali jangan seperti itu lagi !"


Jawab Agis duduk di samping Ibra yang termangu.


"Apapun masalah nya Agis minta untuk tidak memulai, Atau melayani Rayan. seperti yang mas Ibra katakan sebaiknya hindari saja !


Apalagi ditempat seperti itu !"


Ujar Agis menunduk kam kepala nya.


"Ya maafin mas ya dek!"


Agis mengangguk kecil lalu Ibra memeluk nya.


Rencana menjemput si kembar juga batal karena kejadian itu, mana mungkin datang dalam keadaan luka seperti itu ? Mama Reni pasti akan berpikir yang tidak tidak.


****************


Sementara itu Rayan kembali ke rumah dengan wajah memar, Erika entah dimana ia juga tidak tahu dan tidak mau tahu.


Rayan kesal dengan ucapan Ibra yang membuat nya semakin sakit hati, Ia sadari semua kesalahan nya tapi tidak dengan cara seperti itu.


Tapi Rayan puas karena sudah menghajar mulut Ibra, mungkin setelah itu ia akan bungkam dan tidak berbicara sesuka hati nya mentang mentang bisa memiliki Agis, kalau mau ia juga bisa merebut Agis kembali dari tangan nya, hanya saja ia tidak mau merusak kebahagiaan Agis.


Rayan menoleh ke arah Rayan yang termenung sendirian dengan wajah memar, Gegas ia menghampiri.


"Kamu kenapa bang?"


Tanya Erika memindai wajah Rayan yang memar.


"Aku habis berkelahi dengan Ibra, aku cuma mau menunjukkan sama kamu kalau aku bukan pecundang."


jawab Rayan beranjak pergi meninggalkan Erika yang mematung.


"Jadi Rayan berkelahi dengan Ibra ?"


batin Erika, ia yakin pasti karena Agis.


Ia sendiri tidak jadi pergi dengan Arsen, tiba tiba saja istri keduanya menelpon dan mengatakan kalau istri nya itu hendak melahirkan, Erika lega karena tidak harus melayani pria itu, Arsen mengancam akan memberi tahu Rayan perihal hubungan mereka kalau Erika tidak mau melayani nya.


*


**


***


bersambung.


Terima kasih sudah mampir.


Jangan lupa like and komentar ya😍😍😍 dukung aku selalu 🤭🤭😍💪


happy weekend

__ADS_1


__ADS_2