Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
jalan masing-masing.


__ADS_3

keduanya duduk bersampingan di halaman rumah Agis, Rayan menoleh ke arah tangan Agis yang kini melingkar cincin baru dari Ibra.


"Abang kira kamu tidak akan secepat itu menemukan pengganti Abang !"


Ujar Rayan melirik sekilas, Kenyataan pahit kini Agis bukan lagi milik nya.


"Memang harus nya bagaimana ?"


Tanya Agis menguatkan hati untuk menjawab pertanyaan dari Rayan, mungkin ia berpikir bahwa apa yang di jalani begitu mudah.


"Apa aku harus tetap sendiri dan meratapi perpisahan kita !"


Rayan tak bersuara.


"Aku juga berhak bahagia dan memilih jalan hidup ku sendiri, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik sebisa ku, semampu aku berupaya tapi kenyataannya apa ? Apa kamu berpikir aku meminta berpisah karena aku sudah ada rencana bersama mas Ibra ?"


Ujar Agis seakan tahu apa yang tengah Rayan pikir kan.


"Kalau aku berpikir seperti itu bagaimana ?"


Tanya Rayan mengiyakan apa yang Agis duga.


"Berarti kamu tidak berpikir kalau semua terjadi karena kesalahan mu, apa kamu berpikir apa yang sudah kamu perbuat dengan Erika itu benar ?"


Tanya Agis membuat Rayan tertegun.


"Bang, aku mengalah untuk kebahagiaan kalian sebab apa yang terjalin antara kita tidak lah sehat ! kita sudah tidak baik baik saja !"


Rayan masih tetap diam.


"Tapi kenapa kamu malah beranggapan demikian dan jika sekarang ada seseorang yang rela menjadi rumah singgah untuk penyembuh luka ku, Apa aku harus menolak nya dan mengharapkan mu kembali?"


Agis menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan pemikiran Rayan.


"Aku menyesal Agis dan ingin kita seperti dulu lagi !"


"jangan berharap seperti itu bang, kamu bukan hanya menyakiti ku tapi juga Erika !"


jawab Agis menyeka air matanya mengingat seseorang yang sangat sudah berubah.

__ADS_1


"Ya tapi Erika tidak seperti kamu !"


jawab Rayan menceritakan kelakuan sahabat nya itu.


"Itu sudah menjadi pilihan kamu bang, seharusnya kamu sadar bahwa saat kamu memutuskan untuk berpaling dari aku di situ kamu sudah memilih Erika mengganti posisi ku, jadi jangan menyatakan penyesalan yang tidak ada gunanya !"


Cakap Agis membuat Rayan diam membisu.


"jadi sebenarnya apa maksud kedatangan mu bang!"


Tanya Erika memberanikan diri menatap wajah Rayan, tak ada lagi cinta yang indah seperti dulu dan yang ada hanya kecewa yang melingkupi ruang hati Agis.


Tak ada lagi rasa rindu yang menggebu seperti dulu seakan tak ingin berpisah dengan nya, tapi sekarang rasanya enggan bersama saat cinta telah ternoda oleh pengkhianatan.


"Aku datang untuk menyampaikan permohonan maaf almarhum ibu ku pada mu...!"


Ujar Rayan menceritakan semua permasalahan yang terjadi sebelum ia berselingkuh dengan Erika termasuk kasus dokter yang memberikan keterangan palsu.


"Aku juga ingin menyampaikan satu kebenaran yang aku sembunyikan dari mu Agis !"


Ujar Rayan memberi tahu Agis tentang keguguran yang di alami nya karena kecelakaan.


Tanya Agis tidak menyangka dengan kenyataan itu, jadi selama ini ia tidak mandul ?


"Abang benar benar menyesal Agis, demi tuhan Abang sangat menyesal !"


Agis terpaku bersandar pada kursi rodanya.


Jadi anak yang bersama ibunya dalam mimpi adalah bayi kembar yang kembali pada sang pencipta.


"Maafkan Abang gis !"


Ujar Rayan menunduk kan kepala nya.


"Andai saja Abang sedikit bersabar mungkin keadaan nya tidak akan seperti ini, dan berandai-andai semakin membuat Abang sesak !" sambung Rayan menyeka air matanya.


"Abang ingin kembali seperti dulu !"


Tambah Rayan semakin membuat pilu.

__ADS_1


"Enggak bang, Agis enggak bisa balik sama kamu seperti dulu !"


Tolak Agis sungguh menyesali kejadian itu, Ia tidak percaya jika ia sebenarnya sudah kehilangan dua bayi.


"Sebaiknya kamu pulang bang !"


titah Agis lalu melajukan kursi roda nya masuk ke dalam rumah dan meninggal kan Rayan sendiri.


luka itu belum sembuh dan sekarang kembali berdarah semakin perih tertimpa kenyataan pahit sebab kehilangan.


Susanto menghela nafas panjang lalu keluar dari rumah bertepatan dengan Agis yang hendak masuk ke dalam rumah dan terlihat wajah nya sembab.


"Ada apa Agis ?"


Agis menggeleng kan kepala nya belum sanggup untuk bercerita pada Susanto.


"ya sudah masuk !"


Bibi juga memperhatikan Agis dari dalam.


Tiba tiba hujan turun deras dan Rayan masih duduk di kursi halaman.


Agis menoleh sekilas ke arah Rayan yang membeku di bawah guyuran hujan seperti halnya dulu ia pun pernah seperti seorang diri, namun Agis tak akan membuka tangan untuk Rayan karena ia sudah memutuskan menerima Ibra, rasa sakit kembali menerpa mengingat dua buah hati yang sudah pergi.


Doa nya terkabul namun tuhan tak mengizinkan karena tahu keadaan nya tak lagi sama hingga Tuhan kembali menjemput nya bersama kecelakaan itu, tapi kenapa tidak bersama nya ?


"Agis....!"


Seru bibi melihat Agis terisak-isak sendiri.


"Sudah nak, kalian sudah memilih jalan masing masing dan anggap lah kalau hadir nya untuk memberikan pelajaran bahwa mencintai karena Allah harus lah penuh dengan rasa sabar dan ikhlas tanpa menuntut apapun dari pasangan nya."


Agis mengangguk lalu memeluk bibi sementara Rayan masih duduk sendiri membiarkan hujan membawa kenangan nya bersama Agis sebab hujan pernah menjadi kenangan indah yang membuat kedua nya semakin erat namun saat ini hujan menjadi saksi bahwa dua hati tak lagi menyatu.


bersatu.?


pisahkan ?!


bersambung...

__ADS_1


terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2