Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
kapal pesiar.


__ADS_3

beberapa jam berlalu mereka sampai di Brunei Darussalam, Ibra langsung memboyong mereka ke hotel.


Ibra tidak langsung mengajak Agis ke pulau karena mereka lelah dan ingin beristirahat lebih dulu.


"Ayo sayang masuk !"


ajak Ibra masuk ke dalam hotel.


"ya mas, Agis lapar nih !"


Ujar agis senyum membuat Ibra gemas.


"Mas langsung pesan makanan ya !"


ujar Ibra lalu memainkan ponsel nya.


Ibra bersyukur karena beberapa waktu ini Agis makan dengan lahap.


Segala makanan masuk dan tidak lagi merasakan mual seperti sebelum mengetahui keberadaan buah cinta mereka.


"Tunggu sebentar ya jagoan ayah !"


Ujar Ibra mengusap perut Agis.


"Mau nya jagoan !?"


tanya Agis memindai wajah tampan suami nya itu.


"Ya mau nya cowok biar kayak Dady nya, tapi apapun pemberian dari Tuhan Mas terima dengan senang !"


jawab Ibra lalu mencium kening Agis.


si kembar sendiri satu kamar dengan Rosa dan baby sitter yang ikut serta dengan mereka.


kedua baby sitter si kembar sangat senang karena Ibra mengajak mereka jalan jalan, kemanapun si kembar ikut pasti beserta dengan mereka.


Tak lama makanan yang mereka pesan datang, pelayan langsung menghidangkan nya di depan Agis.


"mau pergi diving enggak ?"


tanya Ibra saat Agis hendak menyuap makanan nya.


"Mau mas, kapan kita pergi diving !?"


Tanya Agis dengan antusias.


"lepas Dzuhur kita berangkat naik kapal ya!"


Agis mengangguk senang.


"sekarang habis kan makanan nya !"


titah Ibra lalu makan bersama Agis.


Bagi Susanto dan bibi hal itu sebuah keberuntungan karena kemana mana Ibra selalu mengajak mereka pergi, dari umrah dan sekarang jalan jalan ke luar negeri.


*


Yuna termenung sendiri mengingat percakapan nya dengan Alan.

__ADS_1


"Yun, kak Agis bilang walaupun Kamu pulang ke Bandung. kak Agis akan tetap menyekolahkan kamu sampai lulus SMA.


kakak enggak mau kalau kamu cuma sekolah SMP."


Yuna sangat bersyukur karena mengenal mereka, Agis begitu baik dan memikirkan masa depan nya. dan Alan juga mengatakan kalau Ia ingin Yuna menunggu nya pulang sampai ia selesai kuliah.


Yuna tidak berani berjanji karena keadaan bisa saja berubah dan Mungkin nanti Alan akan menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari nya.


"Aku tidak berjanji tapi aku berharap kita berjodoh. aku serahkan semua nya pada tuhan sampai waktunya tiba !"


itu adalah jawaban Yuna, sebenarnya ia merasa tidak pantas berada di tengah-tengah mereka mengingat kesalahan yang dilakukan oleh kakaknya membuat Yuna malu untuk berada dalam lingkungan keluarga Agis.


keadaan Erika semakin membaik dan pekan depan ia akan kembali ke lapas. Yuna sendiri akan pulang ke Bandung.


)*


Usia melaksanakan shalat Dzuhur Ibra memberi tahu mereka kalau mereka akan pergi naik kapal.


Ibra meminta mereka untuk bersiap pergi menuju pelabuhan.


Agis dan Ibra berjalan beriringan menuju pelabuhan.


Agis tercengang melihat kapal yang begitu besar sudah menunggu mereka.


"kita mau menginap di kapal pesiar ini mas !?"


Tanya Agis kagum dengan keindahan kapal pesiar tersebut.


"Ya boleh sayang kalau kamu mau. kita akan menginap di kapal pesiar !"


ujar Ibra mengajak Agis untuk naik di ikuti yang lain nya.


Sebenarnya kapal itu milik Ibra dan suci hasil dari warisan yang di berikan oleh arfin.


Kekayaan yang dimiliki oleh Arifin cukup untuk membeli kapal pesiar.


beberapa tahun berkutat mengumpulkan dolar. tak ada buah hati yang hadir di antara mereka hingga uang terkumpul dan hanya untuk kebutuhan mereka berdua.


Kenapa Ibra membeli kapal pesiar, sebab ia memiliki istri yang senang diving.


jadi Ibra dan suci memutus kan untuk membeli kapal pesiar yang bisa mereka gunakan untuk perjalanan di laut.


Agis menatap lautan yang luas dengan air nya yang biru.


"Mas ayo Agis mau diving, kita mau kemana ?"


Tanya Agis menatap wajah Ibra.


"ada tapi mas mau tutup mata kamu dulu, boleh kan ?"


Agis terkekeh mendengar apa yang Ibra sampaikan, jadi suami nya itu hendak memberi kan nya suprise.


"baiklah dengan senang hati, tapi enggak boleh jail ya mas ?!"


sahut Agis membuat Ibra terkekeh, sebentar lagi mereka sampai di pulau tersebut.


Dari kejauhan resort tersebut sudah terlihat dengan villa nya yang besar dan mewah.


terlihat beberapa turis berdatangan untuk melihat pembukaan resort tersebut.

__ADS_1


kapal tersebut akhirnya menepi ke dermaga, Semua sudah mengetahui rencana Ibra yang ingin memberikan Agis kejutan.


"Mas udah belum ?"


tanya Agis memegang tangan Ibra turun dari kapal pesiar kemudian berjalan di dermaga.


terlihat banyak turis dan wisatawan menunggu resort tersebut di buka.


Ibra memberi arahan saat hendak membuka penutup mata Agis.


"siap ya sayang !"


Desis Ibra di telinga Agis.


perempuan itu sudah tidak sabar dengan apa yang berada di depannya.


Ibra membuka mata nya dan tercengang melihat resort dan villa yang berada di hadapannya. Agis tertegun mengingat saat ia terdampar di pulau tersebut.


kaki nya melangkah mengikuti langkah Ibra yang menghampiri pulau tersebut.


Pria yang menolong nya saat hendak terbawa ombak dan Agis ingat bahwa saat itu Rayan yang menyuruh nya pergi sendiri. padahal saat itu Rayan sudah memiliki kedekatan dengan Erika.


"Mas, kamu sengaja buat resort ini ?"


Tanya Agis mengingat saat mereka berdua berlari di kejar oleh monyet monyet dari hutan.


"ya sayang semua ini untuk kamu !"


Ujar Ibra lalu mengajak Agis duduk.


"jadi hari ini rencananya mas mau buka resort ini, dan kamu yang akan potong tali nya !"


Ujar Ibra lalu naik ke podium.


Ibra memperhatikan sekeliling tempat itu, Ibra benar benar hebat bisa membuat resort seindah itu.


"Terimakasih untuk semua yang berada di tempat ini, Sebenarnya tempat ini menjadi awal kedekatan saya dengan Seorang wanita yang saat ini menjadi istri saya !"


ujar Ibra senyum menoleh ke arah Agis.


"setahun yang lalu saya dan istri terdampar di pulau ini. Saat itu kita pergi diving tapi berbeda kapal pesiar, namun satu wilayah.


Tiba tiba angin bertiup kencang dan Awan berubah menjadi gelap. saat itu saya hendak naik kapal tapi saya melihat seorang perempuan yang terjerat tumbuhan yang berada di terumbu karang."


Ibra menceritakan tentang kejadian saat itu, semua itu terpatri dalam ingatan Ibra. dimana ia melihat Agis pertama kalinya tanpa kerudung.


"Kita satu malam di pulau ini !"


Sambung Ibra bercerita tentang mereka yang di kejar oleh monyet yang berada di hutan.


Agis terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Ibra senyum mengingat kebersamaan mereka di Pulau itu.


*


**


***


bersambung.

__ADS_1


Terima kasih para reader yang sudah mendukung author 😍😍😍


__ADS_2