
Ibra masih belum percaya dengan apa yang ia lihat, istri nya itu kini berdiri di depan cermin menggunakan dress cantik berwarna Lilac bercorak Bunga.
"Mas, pulang dari rumah sakit pergi beliin oleh oleh ya buat yang di rumah !"
Ujar Agis mengulas senyum setelah menggunakan lipstik berwarna merah muda.
Mereka memang berencana akan pulang besok sore karena weekend ini Agis ingin menghadiri acara pernikahan Salma dan Andi.
"Ya sayang, Apa sih yang enggak buat kamu !"
jawab Ibra memeluk istrinya dari belakang.
"Kita nanti buat acara resepsi pernikahan ya, Abang mau lihat kamu pakai gaun pengantin !"
Ujar Ibra membuat Agis mengulum senyum.
"baiklah suami ku !"
Jawab Agis membalikan tubuh nya kemudian menghadap Ibra lalu melingkar kan tangan nya ke leher Ibra.
Keduanya saling menatap dan tergambar raut bahagia pada wajah keduanya.
Semua usaha dan kesabaran sudah berbuah manis, dan kedua nya berharap agar Tuhan memberkahi rumah tangga mereka.
Ibra mengecup bibir Agis yang ranum merona, rasanya sudah tidak sabar menunggu malam tiba.
Hehehe...
"Ayo kita kasih kejutan pada dokter renan !"
Ajak Ibra lalu menuntun tangan Agis keluar dari apartemen.
Beberapa orang yang mengenal Ibra dan agis terperangah melihat Agis berjalan bersama Ibra, sebab sebelumnya Agis selalu keluar menggunakan kursi roda.
"Wah, sudah sembuh Nona ?"
Tanya satpam yang berjaga di apartemen itu.
Agis mengangguk sambil mengulas senyum dan Ibra yang menjawab.
"Alhamdulillah pak!"
Ibra langsung membuka pintu mobil lalu Agis masuk.
"kalau tidak ada acara mas ingin kita berlibur sejenak merayakan kesembuhan kamu di sini dek!"
Ujar Ibra membuat Agis menoleh.
"Ya, di Indonesia juga kita masih bisa berlibur mas !"
jawab Agis tersenyum saat Ibra menggenggam tangan Agis.
"Ya, Mas mau kita pergi umroh bareng keluarga, mas sudah janji untuk pergi kalau kamu sembuh dek!"
Agis mengangguk lalu mencium tangan Ibrahim.
__ADS_1
Paman dan bibi nya pasti senang saat Agis mengatakan hendak mengajak mereka pergi umroh. Agis sudah tidak sabar ingin pulang ke Indonesia.
Tak lama mereka sampai di rumah sakit, keduanya langsung turun dari mobil lalu masuk dan berjalan beriringan di koridor rumah sakit.
Ibra langsung mengajak Agis ke ruang Renan, jam ini memang jadwal Agis memeriksa kondisi kakinya.
"Re ....!"
Seru Ibra masuk sendiri ke dalam ruangan.
"Loh kok sendiri ? mana Agis ?"
Tanya renan melebarkan matanya saat Agis masuk ke dalam ruangan dengan berjalan kaki.
"Hah, gue enggak Mimpi kan ?"
Tanya Renan terperangah melihat Agis sudah sembuh.
"Agis udah bisa jalan ?"
Tanya Renan menghampiri Agis hendak menyentuh perempuan cantik itu, namun terhenti saat Ibra menghadangnya.
"Eit, enggak boleh Re !"
ujar Ibra menarik tangan Agis dan hal itu membuat Agis terkekeh kecil.
"Astaga Ibra, Lo main dukun?"
Tanya Renan masih terkesima melihat Agis yang tampil cantik dan anggun.
Jawab Ibra duduk di hadapan Renan lalu menceritakan kejadian tadi pagi.
"Hebat itu semua terjadi karena cinta di antara kalian, gue yakin !"
jawab Renan menyentuh dagu nya sambil berpikir.
"Ya seperti nya begitu, sekarang Lo periksa istri gue !"
Ujar Ibra.
"ngapain lagi ? orang udah sembuh kok !"
Jawab Renan tersenyum.
Tak salah sih jika itu terjadi, bukan hanya kekuatan doa, tapi juga karena obat yang di berikan pada Agis adalah obat yang paling bagus dan mahal, bayangkan setiap terapi Renan memberikan obat yang harganya lebih dari sepuluh juta.
Tak terhitung uang yang Ibra keluar kan untuk kesembuhan Agis, Namun Ibra tidak pernah menghitung jumlah uangnya untuk kesembuhan istri nya Itu, Ibra cerita kalau perusahaan nya semakin berkembang pesat.
"Selamat ya Agis, aku ikut senang dengan kesembuhan kamu !"
Jawab Renan.
"Ya udah Nanti malam datang lah ke rumah untuk makan malam bersama, Humaira pasti senang melihat kamu sudah bisa jalan."
sebelumnya Agis pernah bertemu dengan istri Renan yang seorang psikolog.
__ADS_1
Pada Humaira Agis banyak bercerita tentang permasalahan hidup nya, dan psikolog cantik itu banyak memberikan solusi dan nasehat.
"Oke kita akan datang nanti malam !
Sekarang kita mau pergi jalan jalan dulu, soalnya weekend ini kita mau pulang !"
Ujar Ibra menceritakan tentang rencana pernikahan teman Agis yang tinggal beberapa hari lagi.
"Oh gitu, ya udah Agis juga udah sembuh !"
jawab Renan ikut senang.
***
Sementara di Indonesia...
Erika tertegun lalu memijat keningnya saat mengingat semalam, Kenapa ia sampai mabuk dan begitu ceroboh hingga tidur bersama Arsen dan kalau sampai Rayan tahu ia bisa mati.
Rayan pasti akan langsung menceraikan nya, dan Erika tidak tahu kalau Arsen sudah memvideokan kebersamaan mereka semalam, dan Arsen selalu menjual video tersebut untuk mendapatkan uang, bukan hanya bersama Erika saja Arsen melakukan hal itu, tapi sudah beberapa perempuan yang menjadi korban nya.
Saat ini Erika malas pergi ke kantor, Tapi di rumah juga ia tidak ada pekerjaan. Rayan juga semakin sibuk bahkan jarang pulang dan Erika berharap Rayan tidak tahu tentang kejadian waktu itu.
*
Erika beranjak dari duduknya lalu menghampiri Noval yang tengah berjemur bersama baby sitter.
"Alifa bagaimana perkembangan Noval ?"
Tanya Erika memperhatikan wajah tampan putra nya itu, namun sayang nya penglihatan anak itu sedikit terganggu.
"Sudah bisa merangkak Bu !"
Jawab baby sitter.
"Ya sudah aku pergi ke kantor dulu!"
Sahut Erika meninggalkan Rumah.
Rayan memang jarang pulang sebab ia sibuk di kantor dan harus mengurus sang ayah yang sakit sakitan, sementara Erika tidak pernah peduli. seharusnya Erika ikut merawat ayahnya, tapi Kenyataannya ia sibuk dengan pekerjaan nya sendiri dan hal itu membuat Rayan jengah.
Terkadang Rayan berpikir untuk berpisah dengan Erika karena berjalan pun rasanya hambar serasa mati rasa.
Makan nya tidak teratur dan Rayan sangat menginginkan keadaan dulu saat bersama Agis, tak pernah sekalipun ia mencari makan sendiri. Seperti apapun keadaannya Agis selalu menyiapkan makanan untuk nya, tapi sekarang semua ia cari sendiri padahal ia punya istri, tapi segala kebutuhan ia kerjakan sendiri.
Rayan serasa menderita menjalani kehidupan rumah tangga bersama Erika, dan ia pulang saat siang hari untuk menemui Noval saja, setelah itu ia akan kembali ke kantor saat Erika pulang dari tempat kerjanya.
Dan kini hanya rokok yang menjadi teman setia nya, saat bersama Agis Rayan tidak pernah merokok, tapi kini Ia tidak pernah meninggalkan benda berasap itu.
*
**
***
bersambung...
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍