Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
jangan sia kan.


__ADS_3

Rayan tertegun saat dokter mengatakan Bahwa Ibunya sudah meninggal, penyakit kanker yang di deritanya sudah menjalar ke seluruh tubuh nya.


Rayan dan Ramlan hanya bisa pasrah dengan ketentuan yang maha kuasa, siang ini mereka berencana mengebumikan Devita di makam keluarga.


Amina selalu menasehati Erika agar lebih patuh pada Rayan dan mau merawat anak mereka.


"Kamu ikut ke pemakaman ?"


Tanya Amina melihat Erika yang tengah berdandan.


"enggak aku malas Bu !" jawab Erika kemudian beranjak dari duduknya.


tak pernah sedikitpun ia menyentuh Noval, Siang malam bersama baby sitter dan kadang tidur berdua bersama Rayan.


"Jangan seperti itu Erika! kasihan Rayan !"


Erika tidak menjawab.


"Susah payah kamu merebut Rayan dari Agis, kamu bahkan mengorbankan persahabatan yang sudah lama terjalin dan sekarang kamu mensia siakan nya begitu saja!"


Sambung Amina membuat Erika termenung mengingat Agis yang sudah jauh dari nya.


Dulu Jika sedang galau atau ia mulai gila ada Agis yang selalu menemani dan tidak bosan menasehati, tapi sekarang semua temannya malah menyuruh nya semakin gila.


"Sekarang temui Rayan dan biar Noval dengan baby sitter !"


tambah Amina beranjak menunggu Erika.


*


Rayan memperhatikan Erika dan ibu mertua nya yang baru saja datang, Erika tampak seksi dengan dress hitam nya.


"Bang maaf aku baru datang ?"


Cetus Erika saat Rayan menghampiri.


"Erika apa kau sudah bosan dengan ku ? kau boleh menggugat cerai seperti apa yang di lakukan oleh Agis !"


Ujar Rayan lalu pergi meninggalkan Erika yang mematung sendiri.


Rayan benar benar kesal karena Erika baru datang setelah beberapa jam ia menghubungi nya, Kedatangan nya juga seperti tidak sungguh-sungguh.


Rayan tidak akan mengalah lagi dari Erika, Ia tampan dan banyak uang jadi bukan hal yang sulit mencari pengganti Erika, Ia sudah terlanjur kehilangan dan Rayan sudah hilang kesabaran menghadapi Erika yang semaunya sendiri.


Erika tertegun sendiri duduk di halaman bersama yang lain nya, beberapa orang berbisik-bisik melihat nya terpisah dari Rayan.


"Aku hanya minta padamu Erika, miliki apa yang susah payah kamu rebut dari ku.

__ADS_1


jangan sia kan bang Rayan karena Air mata ini menjadi saksi bagaimana aku sekuat hati merelakan nya untuk mu!"


Ujar Agis kala mereka bertemu terakhir kalinya.


Erika menghampiri Rayan yang baru keluar dari rumah lalu menarik tangan Rayan.


"Bang aku minta maaf....!"


Seru Erika menundukkan kepalanya.


"Sudahlah aku hendak membawa ibuku ke makam, aku hanya ingin kamu bersikap seperti Agis. Dia tidak pernah membenci ibu ku meskipun Ibu selalu menyakiti nya ! Apa lagi sekarang ibu sudah meninggal, aku mohon maaf kan ibu !"


Erika mengangguk lalu memeluk Rayan.


"Ya bang, maafkan Erika !"


Rayan mengangguk lalu menuntun tangan Erika mengikuti langkah nya.


**


Salma tertegun saat mendengar kabar Kematian mantan mertua Agis dari Andi, dan tanpa ada yang tahu kini kedua nya tengah menjalin kedekatan.


"Kak, Salma sekarang hendak pergi ke Dufan sama mbak Agis, dan Salma enggak tahu harus cerita atau enggak soal itu."


jawab Salma saat Andi memberi tahu kabar itu.


"Ya sudah kalau gitu Salma yang penting kakak udah kasih tahu.!"


Setelah itu keduanya mengakhiri telpon.


Agis sampai di jakarta pukul Sembilan pagi, Ibra turun dari mobil lalu membuka pintu mobil Agis.


"Ayo mas bantu gis !"


ujar Ibra meraih tangan Agis untuk duduk di kursi roda nya.


"Terima kasih mas !"


Ibra mengangguk lalu mendorong kursi roda Agis lalu menghampiri mereka yang baru sampai.


"Mbak Agis gimana kabarnya ?"


sapa semua karyawan menghampiri Agis, Ia menoleh ke arah Ibra yang melempar senyum.


Mereka begitu senang karena mendapatkan traktiran masuk Dufan dari Agis.


Mereka masuk ke wahana permainan dengan wajah riang gembira dan Agis juga merasa senang melihat mereka bahagia.

__ADS_1


Agis menoleh ke arah Ibra yang duduk di samping nya, Pria itu terus menemani nya duduk di dekat wahana permainan.


"gis naik bianglala sama aku !"


Ajak Ibra membuat Agis tertegun menatap wahana bulat yang tengah berputar perlahan.


"Agis takut bang dan enggak pernah naik permainan itu sebelum nya !"


Ia memang selalu menolak saat Rayan mengajak nya untuk naik permainan itu.


paling agis naik komedi putar saja jika datang ke Dufan, selebihnya membiarkan rayan bermain dengan Alan.


Agis juga pernah datang ke tempat itu bersama Erika, dan ia tidak pernah mencoba permainan ekstrim seperti Erika yang tidak takut naik Rolan Koster dan wahana ekstrim lain nya.


"Tidak usah takut Agis, terkadang kita perlu mencoba tantangan baru agar kita punya pengalaman dan tidak takut dengan apa yang terjadi, bagaimana saat kita berada di atas dan bagaimana saat kita turun ke bawah !"


Cakap Ibra lalu mendorong kursi roda Agis.


"Mas, Agis enggak berani !"


"Ayo kak kita juga mau naik !" ujar Alan menghampiri di ikuti yang lain nya.


"Enggak Alan kakak takut muntah !"


"Engga akan kak ayo coba dulu !"


Sahut Alan lalu naik di ikuti oleh Arul yang di tugas kan Ibra menjaga Alan.


"Mas, aku enggak mau !"


Sergah Agis saat Ibra mengangkat tubuhnya lalu masuk ke dalam permainan itu.


"Mas, Agis takut !"


Agis mengigit bibirnya saat Ibra menutup pintu tersebut.


"Kamu akan baik baik saja Agis ! pegang tangan mas!"


Ujar Ibra duduk samping Agis lalu menggenggam tangan nya, kedua nya terpaku saling menatap satu sama lain.


*


**


***


bersambung...

__ADS_1


besok Otor lanjut kan ya😍😍🙏


terimakasih para reader tercinta.


__ADS_2