Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Alan dan Yuna.


__ADS_3

Alan menghampiri Yuna yang duduk sendiri di depan ruang perawatan, wajah nya sendu dan basah karena air mata.


Alan iba melihat teman nya itu sendirian tanpa ada yang menemani nya, orang tua sudah tiada dan kerabat juga tidak ada.


"Yuna ?"


Seru Alan membuat Yuna menoleh seketika ke arah Alan.


"Alan !"


Jawab Yuna beranjak dari duduknya lalu memeluk Alan dengan Isak tangis.


Alan terdiam mendengar tangis kepahitan yang Yuna rasa kan, Alan tahu tidak mudah menjadi diri nya yang harus kuat dalam keadaan seperti ini.


Hidup tanpa orang tua dan harus mengurusi kakak nya yang sakit dengan status seorang napi.


Alan memeluk Yuna yang masih menangis, Alan membiarkan Yuna meluapkan apa yang ia terpendam selama ini.


lepas itu barulah Alan mengajak Yuna duduk setelah tangis nya mulai reda.


"masih ingin menangis ?"


Tanya Alan merangkul pundak Yuna.


Apa yang terjadi dengan Erika juga dulu sempat menimpa nya, namun ia berhasil sembuh dari penyakit itu berkat keyakinan nya untuk sembuh.


"Aku sudah merasakan apa yang kakak kamu rasakan Yuna, jangan khawatir karena aku juga sembuh !"


Cakap Alan menyeka air mata yuna.


"kenapa hidup ku seperti ini lan?"


keluh Yuna menundukkan wajahnya dan air mata kembali jatuh.


"Yakin lah bahwa tuhan tidak akan memberikan mu cobaan melebihi batas kemampuan mu, kau pasti kuat !"


Ujar Alan.


"Tapi aku enggak kuat lan ?!"


sergah Yuna menatap wajah Alan.


"harus kuat karena ada aku dan kak Agis yang peduli sama kamu Yuna !"


Jawab Alan mengusap kepala Yuna lalu menghapus air mata nya.


sementara Arul dan Susanto tengah melihat kondisi Erika di dalam.


"Aku juga malu karena kak Erika sudah jahat sama kakak kamu !"


Cetus Yuna merasa tidak enak hati dengan kebaikan mereka berdua, sementara Erika sudah menghancurkan kebahagiaan Agis.


"Sudah jangan bahas masa lalu, kak Agis juga sudah memaafkan dan sekarang dia sudah bahagia Yuna.


pelajaran untuk mu dan untuk kita semua. bahwa tidak baik merebut milik orang hanya untuk mendapatkan kebahagiaan, karena sejatinya kebahagiaan akan di dapat kan melalui usaha dan perjuangan."


kali ini Alan berbicara bijak membuat Yuna tertegun sejenak.


"kapan kamu pulang ke Bandung ? sekolah sudah UAS kan ?"


Tanya Alan hendak memberi tahu yuna kalau ia akan pergi mondok.


"Aku akan pulang setelah kelulusan dan kemungkinan tidak akan lanjut sekolah. aku akan mencari pekerjaan dan tinggal bersama nenek di bandung !"

__ADS_1


Jawab Yuna, mencoba bertahan hidup dari hantaman ujian.


"Aku mau pergi mondok di Jawa Tengah, apa kamu akan menunggu ku Yuna?"


Tanya Alan membuat Yuna tertegun mendengar apa yang Alan sampaikan.


"Maksudnya ?"


"Aku harus sekolah sebelum aku memutuskan untuk menjaga mu, aku harus punya uang sendiri sebelum aku mendatangi mu untuk meminta mu menjadi teman hidup !"


Anak seusia Alan ternyata punya pemikiran sejauh itu, ia benar-benar sayang pada Yuna. Mereka berdua sama sama yatim piatu.


"jangan pergi jauh nanti aku bagaimana lan? !"


Sergah Yuna dengan wajah memerah.


"aku akan pergi jauh dan kita akan lama berpisah. aku harap kamu kuat menghadapi segala apapun ujian yang menimpa mu !


aku minta maaf karena tidak bisa berada di samping mu Yuna !"


Ucap Alan membuat Yuna terdiam.


Ia pulang ke Bandung berharap Alan bisa menjadi teman nya, tapi jika seperti itu sama saja seperti di jakarta.


Susanto dan Arul lalu keluar ruangan setelah berbicara dengan dokter.


Lusa ini Erika akan melakukan operasi, Ibra meminta Arul untuk cepat mengambil tindakan.


"Yuna kamu jangan sedih ya, lusa kakak mu akan melakukan operasi.


semoga kakak kamu kembali sehat."


Cakap Susanto. ia juga tidak tega melihat Yuna sendirian.


sambung Susanto membuat Yuna diam. Tentu saja Yuna memikirkan biaya yang pastinya tidak sedikit.


"Ya Yun sebaiknya kamu pulang dulu !"


Yuna diam tidak menjawab, Ia malu untuk pulang karena beberapa waktu ini terus merepotkan Amir.


Bagaimana cara mendapatkan uang untuk biaya operasi sang kakak, sedang kan rumah itu juga milik Amir.


"Jangan pikir kan soal uang Yun, Ibra sudah melunasi semua nya !"


sahut Arul paham dengan pemikiran Yuna.


"Terimakasih kalian sudah begitu baik !"


Ujar Yuna menunduk.


"Ya sudah ayo kita antar kamu pulang ke rumah Amir !"


Ujar Arul mengajak mereka untuk meninggalkan rumah sakit.


***


Malam pertama pengajian Arifin berjalan lancar, Agis dan Ibra tengah bergabung bersama kerabat Ibra dan juga kerabat Arifin.


Mereka senang saat tahu kalau Ibra sudah menikah lagi, bahkan kini Agis tengah hamil.


Sore tadi benar saja ke khawatiran Tejo, Atika datang meminta hak nya


Namun mereka tidak mau ambil pusing dan meminta Tejo untuk mengurus hal itu.

__ADS_1


Tak lama Alan dan Susanto sampai di rumah, jalanan sangat macet hingga mereka sampai di rumah setelah isya.


"Alan, paman ? kalian sudah pulang ?"


tanya Agis menghampiri mereka.


Susanto berencana akan kembali ke Bandung bersama alan dan juga bibi.


"Ya gis, ini sudah malam. paman dan bibi akan pulang ke Bandung !"


Mereka datang menggunakan mobil milik Agis, bersyukur karena sekarang Susanto bisa mengemudi kan mobil nya.


"Soal Erika semua sudah beres, tinggal operasi besok lusa. ada suster yang menjaga nya. kasihan kalau Yuna terus di rumah sakit sendiri !"


Agis mengangguk mendengar apa yang Susanto sampai kan.


Lepas itu mereka berpamitan pada keluarga Ibra.


"bulan depan kita pergi ke Brunei. liburan dulu sebelum pergi mondok !"


Ujar Ibra dan di anggukan oleh Alan.


Usai itu mereka beranjak ke mobil untuk pulang.


Arul menghampiri Ibra dan Agis lalu memberi tahu agis kebersamaan Alan dan Yuna. Arul merekam kedekatan mereka dengan video.


"Mereka berdua memang dekat seperti aku dan Erika !"


tak aneh melihat Alan dan Yuna seperti itu. Agis memejamkan mata nya saat kebersamaan dengan Erika memutar di benak nya. Ia harus ikhlas dan merelakan apa yang sudah terjadi.


"oh gitu !"


Jawab Arul.


Agis mengangguk lalu setelah itu Arul pamit pulang.


Agis memang belum sempat berbicara dengan Yuna kalau ia akan membiayai nya masuk SMA.


bibi sendiri sebenarnya tidak suka karena Agis terlalu mengurusi kehidupan mereka, ya memang sakit jika mengingat masa lalu, tapi jika bukan dia siapa lagi ? karna Agis kenal mereka dan tidak tega dengan Yuna.


jelas Yuna tidak memiliki salah dan biarkan Erika menanggung kesalahan nya tanpa melibatkan orang lain.


Ibra mengajak Agis untuk ke kamar, beberapa kali Agis menguap sedangkan si kembar sudah terlelap sejak sore tadi.


"Ayo kita istirahat dulu!"


Ajak Ibra merangkul pundak Agis masuk ke dalam kamar nya.


"Mas, aku tuh ngantuk banget !"


cetus Agis membuat Ibra senyum.


"ya sudah pergi ke kamar mandi untuk ganti pakaian ya, mas buatkan susu untuk kamu!"


perintah Ibra dan di turuti Agis.


Ia langsung masuk ke kamar mandi sesuai perintah dari suaminya.


***


bersambung...


terima kasih sudah mampir 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2