
Ibra memperhatikan Agis yang masih terlelap, sungguh pilu ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya perihal diagnosa fisik Agis dari Renan, namun Ibra tidak akan menyerah dan melakukan segala cara agar Agis bisa kembali berjalan dan meraih keinginan nya.
****
Agis terpaku melihat kedua orang tua nya tengah bermain dengan dua orang anak kembar berusia lima tahun, cantik dan menggemaskan.
Sang ayah merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Agis, dalam mimpi ia berjalan seperti sedia kala.
"Kemari lah Putri ayah yang kuat dan tangguh..."
Ujar Sang ayah lalu mendekap erat tubuh Agis yang rapuh, Linda menghampiri lalu mengusap punggung Agis yang sering terasa sakit.
"Ayah, ibu Agis lelah....!"
Ujar Agis menitikkan air mata nya lalu menoleh ke arah sang ibu, terlihat anak-anak main dengan riang gembira.
"Ayah tahu nak, kamu boleh merasa lelah tapi jangan menyerah!"
Ucap sang ayah memangku wajah sendu Putri nya.
"Beristirahatlah sejenak lalu kembali bangkit, Sapa lah langit dan ruku serta sujud lah lebih lama lalu meminta pertolongan nya, perihal sehat jasmani, dan Rohani mu."
Agis tertegun sejenak lalu memeluk sang ayah.
"Sabar, dan terima kenyataan bahwa semua yang terjadi sudah menjadi ketentuan Tuhan, kamu harus yakin bahwa kamu bisa melewati hujan badai ini, dan yakin lah selepas kesedihan ini ada kebahagiaan yang menanti mu, jangan tumbang dan menyerah! ayah tahu anak perempuan Ayah ini kuat dan bisa bertahan dari keras nya hantaman badai kehidupan."
Ujar sang ayah mencium kening Agis.
"Kuatkan lagi bahu nya, dan yakinlah kamu mampu untuk bangkit dan berdiri kembali. jangan risau karena ada seseorang yang menemani mu dengan cinta nya yang tulus !"
Tambah sang ayahanda kemudian pergi bersama sang ibu menggendong kedua buah hati nya yang telah tiada.
***
Ibra mendekat lalu menyatukan kening nya dengan Agis, menyenggol hidung mancung milik Agis.
"Abang sayang sekali sama kamu, dek. bangunlah kita gapai mimpi dan harapan..!"
Ujar Ibra lalu perlahan Agis membuka mata nya.
"Sayang, kamu sudah bangun ?"
Tanya Ibra dengan wajah sumringah mengecup pipi Agis.
"Agis dimana Mas ?"
Tanya Agis memindai sekeliling tempat itu.
__ADS_1
"Kita di rumah sakit, Mas langsung larikan kamu ke rumah sakit karena kamu sesak dan tidak sadarkan diri...!"
Cakap Ibra membuat Agis tertegun mengingat kejadian di pesawat.
"Maafkan Agis ya mas selalu merepotkan?!"
Ujar Agis membuat Ibra menggeleng kan kepalanya.
"Jangan seperti itu lagi dek, Mas khawatir dan takut sekali jika terjadi sesuatu dengan kamu !"
Ujar Ibra dengan mata berkaca-kaca, ia tidak ingin kejadian yang lalu kembali terulang.
"Mas sayang sekali sama kamu, semangat lah untuk kita !"
Tambah Ibra membuat Agis menitikkan air mata nya.
Benar kata sang ayah jika Ada seseorang yang mencintai dengan tulus yang akan menjadi semangat hidup nya.
"Maafkan Agis ya mas !"
Ibra menganggu lalu memeluk Agis. Ia lega karena keadaan Agis baik baik saja, dan Ibra akan secepatnya mengajak Agis bertemu dengan Renan.
...****************...
Rayan duduk di depan ruang operasi, Pagi ini jadwal Noval di operasi, namun tak ada yang memulai pembicaraan.
Erika juga lebih memilih untuk diam dan tidak menghiraukan sikap Rayan yang dingin pada nya, mungkin saat ini ia masih bisa diam walaupun seakan Rayan menyalahkan keadaan ini pada nya, padahal kedua nya sama sama gila.
"Bu, Saya izin ke kantin dulu !"
ujar baby sitter dan di anggukkan oleh Erika.
"Kalau kamu jengah dengan keadaan ini sebaiknya kita berpikir ulang untuk melaju..."
Ujar Erika malah membuat keadaan seakan panas.
"Jangan membuat keadaan semakin panas Erika, lebih baik kamu diam dari pada berbicara yang tidak bermanfaat"
Jawab Rayan membuat Erika geram.
"Jangan menyalahkan aku dengan keadaan ini, kita berdua sama sama gila jangan bersikap seakan Kamu memojokkan aku bang !"
Jawab Erika tak menuruti perkataan Rayan.
"Aku bilang diam Erika ? apa kau tidak mendengar ?"
sergah Rayan lalu beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan Erika yang berderai air mata.
__ADS_1
Hati nya sakit karena perlakuan Rayan yang seakan menyalahkan dirinya sebagai biang dari kehancuran rumah tangga nya, padahal ia lah yang pertama mengajak nya bermain gila.
Erika menoleh ke arah Agis yang keluar dari ruangan, entah ruangan siapa ? Ia bersama Ibra lalu pergi entah kemana.
Ibra mengajak Agis bertemu dengan Renan, dan dokter tampan itu sudah menjelaskan semuanya pada Agis. Seperti permintaan Ibra untuk tidak mengatakan hal yang sebenarnya tentang keadaan Agis.
Renan memberikan semangat agar Agis mau ikut terapi meskipun hasil nya belum tahu, Tapi Ibra yakin bahwa keajaiban Tuhan itu nyata, Ibra tidak akan berhenti berusaha dan berdoa untuk kesembuhan Agis.
Siang....
Usia makan siangnya Ibra mengajak Agis pergi ke taman rumah sakit untuk mencari penyegaran.
Pria itu tak henti memberikan dukungan dan nasihat untuk istri nya agar Agis fokus pada pengobatan nya dan tidak memikirkan sesuatu yang sudah berlalu.
"Apa kamu mau ketemu dokter psikolog dek ?"
Tanya Ibra duduk di hadapan Agis.
"hum, boleh Mas ! seperti nya itu ide yang bagus Agis juga ingin berkonsultasi !"
Jawab Agis menatap wajah Ibra, pria yang menerima nya tanpa berharap apa apa dan seperti nasihat sang ayah dalam mimpi, Ia tidak akan menyia-nyiakan nya.
Agis kagum dengan cara Ibra memperlakukan nya, Ia begitu sabar dan lembut padanya, semoga Ibra tidak pernah berubah seperti Rayan.
Rayan memperhatikan Agis dari atas gedung rumah sakit, Noval sudah selesai di operasi namun dokter mengatakan kalau seperti nya penglihatan Noval sedikit terganggu, pantas anak itu jarang sekali tersenyum dan selalu rewel juga menangis.
Karena hal itu Erika enggan mengurus Noval dan membiarkan Noval bersama baby sitter.
dokter bilang Ia bisa memeriksa nya nanti saat Noval berusia satu tahun.
Rayan tidak tahu kenapa masalah tak kunjung henti menghampiri seakan tak henti tuhan menghukum nya.
Rayan merasa sakit saat melihat Ibra merengkuh tubuh Agis berdua dalam satu jaket tebal, dan Agis bersandar pada Ibra.
Saat itu juga kenangan indah bersama Agis memutar di benak nya, memory nya penuh dengan kemesraan mereka, namun kini Agis hanya bayangan dan ia tidak akan pernah bisa menyentuh nya lagi.
*
**
***
bersambung...
Terima kasih yang masih setia.
😍😍😍
__ADS_1
happy weekend para reader jangan lupa bahagia 😍😍