
Malam itu mereka berdua menikmati malam di kapal pesiar. Ibra mengajak Agis makan malam di luar kapal.
Agis terlihat begitu cantik dengan gaun berwarna tosca nya, Ibra tidak henti memandang ciptaan Tuhan yang begitu indah dan mudah memikat nya.
"kamu sudah rencanakan ini semua untuk aku mas ?"
Tanya Agis senyum melihat mejanya bundar berwarna putih dengan beberapa makanan tersaji.
"ya sayang!"
jawab Ibra memeluk Agis dari belakang.
"Terima kasih mas!"
Ibra mengangguk lalu kedua nya duduk di kursi saling bertatapan penuh cinta.
Agis mendongak ke atas dan melihat langit yang indah dengan taburan bintang.
kedua nya menikmati makan malam yang indah dan romantis.
Agis memang pernah memimpikan keadaan ini, namun itu tidak pernah terucap dari bibir nya. Akan tetapi hati berbicara penuh harap pada sang maha kuasa.
agis tak menyangka jika Ibra begitu romantis melebihi Rayan.
Di balik sikap nya yang Humoris terselip sosok yang begitu hangat dan romantis.
Usai makan malam kedua nya memutus kan untuk kembali ke dalam kapal sebab udara begitu dingin dan hal itu membuat Agis memilih untuk masuk ke dalam kamar.
"Yang lain nyariin kita enggak mas ?"
Tanya Agis menoleh ke arah Ibra.
"Enggak, Mas udah bilang mau berduaan sama kamu !"
jawab Ibra senyum lalu mengajak Agis duduk di tepi ranjang.
"udara nya dingin banget mas!"
Ujar Agis menoleh ke arah jendela terlihat angin berhembus kencang.
"Mas apa akan ada badai ?"
Agis khawatir teringat kejadian lalu yang membuat nya takut lalu menggenggam tangan Ibra.
"Jangan takut sayang, Kamu bersama mas. apapun yang menerjang kita hadapi bersama. Seperti rumah tangga kita, apapun masalah yang datang menerpa kita harus selesaikan bersama sama.
__ADS_1
kamu paham ?"
Agis mengangguk lalu memeluk Ibra kemudian meminta nakhoda untuk membawa kapal mereka menepi khawatir terjadi badai besar.
"Sekarang ganti pakaian lalu kita tidur ?"
ajak Ibra membuat Agis tertegun.
"mas, kamu yakin ?"
Ibra mengangguk lalu menggenggam tangan Agis.
"Yakinlah kita aman sayang !"
Ujar Ibra membuat Agis senyum.
***
Siang itu Erika tengah mengaji sendiri di mushola, keadaan nya semakin membaik pasca kepulangan nya dari Rumah sakit.
Erika tertegun sendiri mengingat kebaikan Agis.
Ia sudah membiayai pengobatan nya di rumah sakit, Erika yakin kalau uang yang Ibra keluar kan tidak lah sedikit.
entah bagaimana jika ia yang berada di Posisi Agis ?
Agis bahkan mengasihi adik nya, sedang kan ia baru sadar setelah kejadian ini?
"Aku tahu gis, mungkin tidak akan ada keadaan dimana aku bisa membalas kebaikan mu atau menebus kesalahanku. namun aku selalu berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan mu bersama Ibra !"
gumam Erika lalu kembali bergabung dengan teman teman yang lain nya untuk mengambil makan siang.
***
Rayan tersenyum melihat Noval yang sudah bisa berjalan dan pintar berbicara.
"papah, mamah !"
dua hal yang selalu Noval sebutkan sehari-hari nya.
entah bagaimana reaksinya jika mengetahui kalau Erika seorang napi, mungkin lebih baik mengatakan kalau Erika sudah tidak ada ketimbang mengatakan hal yang sebenarnya dan membuat Noval kecewa.
Saat ini Noval lah yang menjadi sumber kekuatan nya setelah ia kehilangan Agis, dan tentang Erika ia sudah tidak perduli lagi.
***
__ADS_1
pagi...
Agis membuka mata dan melihat lautan yang tenang, keadaan masih gelap dan waktu menunjukkan pukul lima pagi.
waktu nya menunaikan sholat subuh !
Agis menoleh ke arah Ibra yang masih terlelap memeluk nya. semalam terjadi badai namun beruntung tidak terjadi apa-apa dengan mereka.
seperti perkataan Ibra bahwa semua akan baik-baik saja saat kita menghadapi segala nya bersama.
siang ini mereka memutuskan untuk kembali ke resort. Dan sore nya mereka akan kembali ke Jakarta.
liburan asyik yang tidak akan terlupakan, Agis benar benar bahagia.
"ya tuhan semoga keadaan ini tidak pernah berubah, dan jangan kurangi rasa sayang nya terhadap ku !"
gumam Agis menatap wajah Ibra yang tenang.
Pria itu tersenyum lalu mencium kening Agis.
"Mas, boleh Agis minta ?"
"apa sayang ?"
"Terus lah menyayangi aku dan jadikan aku satu satu nya istri kamu !"
Ibra senyum lalu mengecup bibir Agis singkat.
"jujur saja Agis takut mas !"
"ya sayang ! mas pahami perasaan kamu !"
jawab Ibra memeluk Agis erat.
"Mas bersyukur memiliki kamu, jadi mas tidak membutuhkan sosok lain hadir di antara kita. percaya lah bahwa mas takut dengan karma tuhan jika mas menyakiti kamu. jadi mas akan berpikir beribu kali untuk melakukan hal yang sama seperti Rayan. apapun yang menjadi kekurangan patut lah kita mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan untuk kita !"
Ibra senyum lalu memeluk Agis sambil mengucap kepalanya dengan lembut.
*
*
**
bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir 😍😍