
Acara resepsi tengah berlangsung, dari luar saja terlihat ramai tamu berdatangan, Ibra dan Agis turun dari mobil lalu membiarkan Revan membawa nya ke parkiran.
Mereka berjalan memasuki ballroom hotel, Sepanjang perjalanan dekorasi bunga mawar berwarna-warni menghiasi hingga tercium wangi nya, Salma sangat beruntung karena pesta nya begitu besar.
Kalau dulu Ia dan Rayan hanya menggelar acara biasa di bandung sebab Devita tak terlalu mendukung pernikahan mereka, Tapi kini semua sudah berakhir, apapun keadaannya Agis yakin bahwa semua itu sudah menjadi takdir hidup nya.
Beberapa pasang mata memperhatikan Ibra yang menggandeng Perempuan cantik nan anggun.
Beberapa karyawan nya juga ada di acara itu atas undangan dari Andi.
Seseorang menghampiri sambil berlari kecil saat melihat Agis lah yang datang.
"mbak Agis, Masya Allah udah sembuh !"
ujar Dewi dengan nada suara yang cukup besar hingga beberapa orang menoleh ke arah mereka.
"Alhamdulillah wi....!"
Kedua nya berpelukan Dewi malah terisak karena haru, Ia begitu senang karena bos nya itu sudah bisa jalan lagi.
"Alhamdulillah Mbak, Dewi ikut senang !"
Ujar Dewi menyeka air matanya.
Agis harus tahu bahwa banyak yang menyayangi nya, dan tak seharusnya ia berpaku pada seseorang yang tidak pernah menghargai nya.
Erika sudah berlalu....
Rayan yang berada di acara itu bersama Erika terpaku saat melihat Agis berjalan bersama Ibra dengan anggunnya, perempuan itu semakin cantik.
Agis berjalan ke pelaminan menghampiri Salma yang sudah tidak sabar ingin memeluk nya, Salma juga kaget dan menghampiri Agis lalu memeluk nya erat.
"Ya Allah Mbak, kenapa enggak cerita udah bisa jalan ?"
Tanya Salma menitikkan air matanya.
"surprise dong !"
jawab Agis terkekeh sembari menyeka air matanya, Ia terharu dengan tanggapan mereka yang begitu bahagia melihat nya sembuh, selama ini Salma yang selalu ada setelah Erika lenyap sebagai sahabat nya.
"Udah, pengantin enggak boleh nangis !"
tambah Agis senyum menoleh ke arah Ibra yang merangkul pundak nya.
"ya ampun bener Salma tuh senang mbak udah bisa jalan lagi !"
Tambah Salma dan di anggukan oleh Andi.
"Ya Alhamdulillah Salma !"
Andi ikut menimpali lalu mereka foto bersama.
"Ini hadiah untuk kamu Salma, buka nya nanti di kamar ya!"
__ADS_1
Ujar Agis setelah memberikan ucapan selamat pada kedua nya.
Rayan pergi keluar dari acara itu ia merasa sakit melihat Agis bersama Ibra, Ia senang Agis sudah bisa jalan tapi kini ia bahagia bersama orang lain, lalu bagaimana dengan hati nya ?
Erika mengikuti langkah Rayan di belakang, Erika tahu kalau Rayan cemburu melihat Agis bersama Ibra, tapi kenapa mesti pergi seperti seorang pecundang ?
"Bang, kenapa sih kamu harus pergi ?"
Tanya Erika menghentikan langkah Rayan dalam basman hotel.
"Itu urusan ku, kalau masih mau di tempat itu silahkan enggak usah ikuti aku !"
Jawab Rayan dengan nafas tersengal, ia benar benar merasa sesak.
"Kamu cemburu lihat Agis dengan Ibra ? kamu tuh pecundang tahu enggak ?"
Ujar Erika kesal dengan sikap Rayan, ternyata hingga saat ini Rayan masih sangat mencintai Agis, lalu apa arti hadir nya jika Rayan masih mencintai orang lain ?
Rayan tak perduli Erika pergi sendiri, ia masuk ke dalam mobil lalu menyalakan rokoknya,
bersandar pada kursi mobil sambil memejamkan mata nya berharap bayangan Agis menghilang dalam benak nya.
Benar kata Erika kalau ia seorang pecundang, kenapa harus pergi ? seharusnya ia hadapi keadaan itu, tapi apa ia sanggup melihat Agis bersikap mesra seperti itu pada Ibra.
Rayan kembali masuk ke dalam hotel, namun tidak menemukan Erika. tentu saja seseorang sudah membawa Erika pergi dari hotel itu.
"Lepas ya Arsen Lo apa apaan sih ?"
Erika juga kaget saat tiba tiba seseorang menarik nya ke dalam mobil, sejak tadi Arsen mencari kesempatan untuk membawa Erika.
"kenapa kamu berhenti kerja ?"
Tanya arsen menatap wajah cantik Erika.
"ya karena aku harus memperbaiki hubungan ku dengan Rayan !"
Jawab Erika membuat Arsen terkekeh kecil.
"omong kosong Erika, dia tidak mencintai mu dan jangan menyiksa diri sendiri mengemis cinta pada suami mu itu !"
Ucap Arsen menyentuh dagu Erika.
Apa yang di katakan oleh Arsen memang benar, selama ini ia memang mengemis cinta dari Rayan dan pria itu tidak pernah memberikan nya!
"lebih baik kita bersenang-senang Oke!"
Ajak Arsen membawa Erika ke villa nya di Bogor.
*
Rayan berdiri di pojok ruangan jauh dari keramaian, ia terus memperhatikan Agis yang tengah makan bersama Ibra.
kedua nya tampak mesra, beberapa kali terlihat Agis tersenyum dan terkekeh karena candaan Ibra.
__ADS_1
Dulu juga ia dan agis seperti itu, kemana mana pergi bersama, tapi kini ia lenyap dalam genggaman hanya karena perihal keturunan.
Agis ternyata tidak seperti yang dokter itu katakan, dan saat ini dokter sialan itu sudah mendekam di penjara.
Semua hancur karena rekayasa sang ibu, mungkin memang salah karena ia terlalu memaksakan keinginan nya pada Agis, tapi semua itu terjadi karena ia sangat mencintai perempuan itu.
perempuan yang kini bersama pria lain !
Rasa nya keadaan kian menohok hati, dan Erika pergi entah kemana ?
Rayan pikir untuk pergi saja dari tempat itu, sebelumnya Rayan pergi ke toilet lebih dulu.
"Sayang, mas ke toilet dulu ya ?"
Ujar Ibra beranjak dari duduknya dan di anggukan oleh Agis.
Saat hendak masuk Ibra berpapasan dengan Rayan yang keluar dari toilet, di situ kedua nya bertemu muka.
"Hm Lo pasti bangga ya bisa bikin Agis sembuh ?"
Ujar Rayan menatap Ibra nanar.
"Bangga lah kenapa ? Agis memang harus bisa jalan lagi ?!"
Jawab Ibra bersikap tenang dan santai, ia tahu kalau Rayan seperti nya cemburu.
"Lo yakin Agis cinta sama Lo ? asal Lo tahu kalau Agis cinta mati sama gue ?"
Cetus Rayan membuat Ibra terkekeh kecil.
"Ya, tapi sekarang cinta mati itu telah mati karena pengkhianatan Lo, jangan lupa dengan apa yang udah kalian lakukan ? Lo pikir hal itu tidak merubah cinta Agis terhadap Lo, kalau gue sih enggak mempermasalahkan Agis gimana sama gue, sebab gue tahu kalau Agis paham harus bersikap seperti apa terhadap gue.
Gue juga enggak mungkin lah cerita sama Lo, gimana Agis sama gue, karena gue khawatir Lo makin sakit dan kian menyesal !"
Ujar Ibra membuat Rayan membeku di tempatnya.
"Saat di pelabuhan Lo bisa bawa Agis pergi dari hadapan gue, tapi itu untuk sementara waktu dan kali ini Agis berada genggaman gue, dan pasti nya gue bukan pria serakah kayak Lo ! jadi jangan beranggapan Agis masih cinta sama Lo, dalam mimpi boleh lah !"
Ujar Ibra tersenyum meninggalkan Rayan yang mengepal kan tangan nya karena kesal.
Ibra sengaja Berbicara seperti itu karena ingin Rayan merasakan apa yang Agis rasakan dulu karena kesakitan yang ia ciptakan !
*
**
***
bersambung...
happy weekend.
😍💪
__ADS_1