Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Ektra part sepuluh.


__ADS_3

Agis memperhatikan putra nya sebelum berangkat ke bandara.


Rasanya berat meninggalkan si kecil, namun Rosa meyakinkan nya bahwa ia dan Ibra butuh waktu berdua untuk berlibur.


Selama setahun ini juga mereka fokus mengurusi ketiga anak nya. Agis bahkan beberapa kali menolak job yang berada di luar kota karena enggan meninggalkan ketiga nya.


Rosa mengatakan bahwa ia akan mengajak Ridwan pergi ke berlibur ke Bandung bersama Dava dan juga suci.


"Ayo sayang, kita berangkat."


Ajak Ibra lalu meraih tangan Agis.


"Mami akan sangat rindu sama kamu sayang, baik baik ya sama Oma."


Ridwan pun hanya menanggapi dengan senyuman.


"Kita berangkat sekarang ya Bu, suci."


Ujar Agis pada mertua dan adik ipar nya.


"Ya, kak. jangan banyak pikiran. Kalian senang senang deh pokoknya. kan mau kasih adek buat Ridwan."


jawab suci membuat Agis terkekeh.


Ia percaya bahwa Ridwan atau pun si kembar akan aman karena mereka berada dalam penjagaan yang aman.


Lekas keduanya pergi meninggalkan rumah di antar oleh Arul.


"Gue titip perusahaan ya, rul. Kalau ada apa apa cepat hubungi gue."


"ngapain ? Ada Jimi juga. Enggak mungkin lah gue ganggu orang yang lagi bulan madu !"


Sergah Arul membuat Agis dan Ibra terkekeh kecil.


kemudian Agis menyandarkan tubuhnya pada Ibra menikmati perjalanan mereka menuju bandara.


*


"Sengaja ibu suruh mereka berlibur, kamu tahu kan setahun ini kita hanya beberapa kali pergi liburan ke luar kota. Selebihnya hanya berkutat dengan rumah dan anak anak. Apa lagi Agis, Anak anak tuh mau nya sama dia terus padahal ada baby sitter. Beberapa kali melewatkan job manggung nya."


Ujar Rosa bercerita pada suci.


"Ya Bu, biarkan mereka pergi berlibur. kak Ibra juga sibuk dengan urusan pekerjaan nya, Alhamdulillah perusahaan kita semakin maju."

__ADS_1


Rosa mengangguk.


Bersyukur memiliki putra seperti Ibra, ia anak yang baik untuk nya.dan menjadi suami yang baik untuk agis serta sosok ayah yang penyayang untuk ketiga buah hati nya.


Rosa tak pernah henti mendoakan kebaikan untuk kedua anak nya, Ibra dan suci.


***


Waktu berlalu...


Pagi itu kedua nya sampai di Swiss.


Negara dengan sejuta pesona keindahan alamnya.


Ibra tidak membawa Agis ke hotel, tapi ia membawa istri nya itu ke sebuah penginapan yang letaknya menghadap ke sungai Aare persis tak jauh dari gunung yang memancar kan air terjunnya.


Agis menganga melihat keindahan air terjun dengan Padang rumput nya yang hijau.


"Masya Allah indah sekali ciptaan Tuhan.. Ini di dunia, tak terbayang indah nya surga."


Ujar Agis menoleh ke arah Ibra.


Rasanya begitu bahagia dan tak bisa di ungkapkan oleh kata kata.


kasih sayang yang Ibra curah kan dengan sepenuh hati, rasa bahagia yang selalu Ibra ciptakan untuk nya dan anak anak membuat Agis lupa bagaimana dulu ia menanggung kepedihan.


Ibra mengulas senyum lalu mendekap erat tubuh istri nya.


"Tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu juga kita. Mas hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk kamu, untuk kita. Mas benar benar sayang dan cinta sama kamu. Mas sudah pernah merasakan kehilangan, dan Mas tidak ingin menyia-nyiakan seseorang yang juga memberikan hidup nya untuk mas, dan keluarga kita."


Ibra sempat merasa tidak enak hati sebab Agis beberapa kali menolak job di Luar kota karena kesibukan nya mengurus ketiga buah hati nya. Ada baby sitter namun ketiga nya enggan jauh dari Agis. Padahal kala itu lagu nya tengah naik daun, namun Agis tetap fokus pada ketiga buah hati nya.


Ia hanya akan menerima job dalam kota saja. Mungkin bagi sebagian wanita akan memilih karier nya, tapi tidak dengan Agis yang memilih mengutamakan kepentingan anak anak nya.


"Ya mas, aku tuh enggak ingin melewatkan waktu mengurus anak anak. Kamu lihat kan tidak terasa si kembar juga sudah berusia tiga tahun dan masa itu tidak akan pernah bisa terulang lagi."


Jawab Agis mendekap erat tubuh Ibra.


Bersama dalam suka dan duka mengarungi bahtera rumah tangga.


Kunci rumah tangga langgeng bukan hanya komunikasi yang baik, tapi juga respek.


Respek itu saling menghormati, saling menghargai, mengesampingkan ego masing-masing dan selalu berusaha memahami situasi tanpa banyak menuntut.

__ADS_1


Tidak ada rumah tangga yang tanpa ujian, semua di uji dengan cara yang berbeda.


Tidak ada rumah tangga yang tanpa perselisihan, gelas dan piring saja pernah beradu.


Bukan hal yang mudah menyatukan dua karakter yang berbeda, namun justru perbedaan lah yang membuat beragam keindahan.


*


Ibra mengajak Agis masuk ke rumah yang terbuat dari kayu dan nampak begitu elegan.


"Rumah nya bagus mas."


Ujar Agis menoleh pada ibra yang tengah memandang nya penuh cinta.


"Kamu suka ? Kita beli saja ?"


Tanya Ibra membuat Agis terkekeh kecil.


"kamu tuh apa apa langsung beli aja, kita berlibur kemari juga enggak setiap waktu. Sayang mas, kita sewa saja !"


Jawab Agis lalu meraih tangan Ibra yang terulur pada nya.


Ibra langsung mendekap pinggang istri nya kemudian mencium bibir Agis dengan lembut.


Mungkin benar apa kata sang ibu bahwa mereka juga butuh waktu berdua.


Keduanya memulai menyelam kasih meraup madu cinta sepenuh rasa, saling berpaut dan mendekap erat dalam hangatnya cinta.


...****************...


Terimakasih para reader yang sudah mampir 👍👍👍🙏🙏


Dukung terus karya author ya.


Extra part nya sampai di sini 🤭🤭😍🙏


Tengkyu sekali lagi 😘😘.


Author mohon maaf ya kalau ada kata kata yang salah, dan kadang sok bijak 🤭🤭🤭.


Author hanya insan biasa dan masih amatir, namun lepas dari itu author terus belajar ya gaes 🤭🤭🙏


Terimakasih yang sudah like, komentar dan kasih author hadiah plus vote nya. Terima kasih sekali.

__ADS_1


😘👍👍


salam sejahtera dari author siluet 😍😍😍😍


__ADS_2