Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Tak banyak menuntut


__ADS_3

Rosa dan suci begitu senang karena Agis sudah bisa berjalan lagi.


keduanya langsung mengajak mereka untuk bercerita mengenai keseharian mereka di Berlin hingga Agis bisa sembuh.


"Semua berkat Mas Ibra, dia tuh enggak pernah lelah kasih semangat dan tak henti berdoa untuk kesembuhan Agis, Bu !"


Cakap Agis mengulas senyum.


"Ibu memiliki anak yang luar biasa baik, Agis bersyukur karena bisa berada di keluarga ini !"


Sambung Agis dan di anggukan oleh Rosa.


Ia memang memiliki anak yang baik dan mandiri, keduanya bersikap mandiri setelah kepergian sang ayah.


Ibra di rumah berperan sebagai kepala rumah tangga dan kakak untuk suci, sejak kuliah ia sudah membantu Rosa di kantor hingga ia menjadi sarjana dan meneruskan bisnis keluarga.


"Ya sudah sekarang kalian istirahat saja dulu!"


Ujar Rosa berharap kebahagiaan menaungi mereka, mungkin dengan keadaan ini Reni juga tidak akan mempermasalahkan si kembar tinggal bersama dengan mereka lagi.


Saat Ibra di Berlin Rosa lah yang selalu datang melihat keadaan cucu nya, meski bersama Reni namun segala kebutuhan si kembar tetap Ibra yang membiayai nya.


Ibra mengajak Agis masuk ke dalam kamar, besok mereka akan bersiap pergi ke acara pernikahan Salma, dan pulang nya Ibra akan menjemput si kembar di rumah Mama Reni.


"Mandi dulu yang !"


Ujar Ibra saat Agis membuka jas tebal nya, jika di Berlin tengah musim dingin di Indonesia juga sudah mulai memasuki musim penghujan.


"Ya Mas !"


jawab Agis lalu masuk ke kamar mandi bersama Ibra.


Rosa memanggil keduanya untuk makan malam, Ibra dan Agis langsung turun.


Terlihat Rosa tengah membuka oleh oleh yang Ibra beli dari Berlin.


"Punya kamu sama ibu tas, ntuk putri sama Jimi juga ada !"


Ujar Ibra duduk di kursi meja makan.


"Ya, dari tadi malahan bukain barang bawaan kamu, oleh oleh untuk pembantu sebagian sudah di berikan !"


Ujar Rosa senyum saat melihat agis menuang kan nasi ke dalam piring Ibra berserta lauk nya.


"Ya, Ci kamu bagikan aja udah ada nama nya kok !"


Sahut Ibra lalu mulai mengunyah makanan nya, dan Suci asyik sendiri.


"Besok Jemput si kembar Bu, nanti sekalian Ibra mau ajak Mama Reni untuk ikut umroh bersama kita !"


Ujar Ibra membuat suci melebar kan mata'nya lalu menghampiri.


"kita mau pergi umroh kak ?"

__ADS_1


Tanya Susi duduk di samping Rosa yang juga senang mendengar hal itu.


"Ya kakak udah janji kalau Agis sembuh dan bisa jalan lagi kita pergi ibadah ke tanah suci, ajak Mama Reni dan keluarga Agis juga yang di bandung !"


Cakap Ibra sambil menggenggam tangan Agis, Ia tidak ingin ada kecemburuan jika Reni tidak ikut serta dengan mereka meskipun ia mampu pergi sendiri tapi Reni juga bagian dari keluarga nya.


"Ya sudah kapan rencana nya kak ?"


Tanya suci mulai menuangkan makanan ke piring.


"Akan di urus segera oleh Revan, si kembar kita ajak juga. gimana Bu ?"


Rosa mengangguk setuju.


"Itu ide yang bagus Ibra, ibu setuju sekali dan senang dengan rencana Kamu itu !"


Ibra mengangguk lalu mengulas senyum pada Agis.


Setelah makan malam kedua nya kembali ke kamar, Agis menelpon Alan dan mengatakan bahwa ia sudah pulang dan lusa ia akan ke Bandung karena besok acara Salma dulu.


Alan dan bibi begitu senang mendengar Agis sudah pulang, namun tidak mengetahui keadaan Agis saat ini.


"Ya sudah sekarang kita istirahat dulu dek !"


Ajak Ibra naik ke ranjang lalu memeluk Agis erat.


ke esok kan hari nya..


Sementara Agis duduk bersama dengan putri di pinggir kolam, Jimi tertawa saat melihat Ibra dan suci lomba renang dan kali ini suci yang menang.


Rosa duduk di dekat Agis tersenyum melihat tingkah kedua nya, Agis memperhatikan nama yang terpatri pada pundak Ibra.


Azizah'


*


"kapan kamu mengukir nama ini mas ?"


Tanya Agis ketika mengeringkan rambut Ibra saat mereka masih di Berlin.


"Oh itu waktu Aku dan Azizah menikah, kamu enggak suka ya dek ?" tanya Ibra memindai ekspresi wajah Agis tampak datar.


Agis menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ia dan Azizah pernah bertegur sapa saat di rumah sakit, perempuan cantik itu ramah dan baik pantas jika Ibra begitu mencintai nya, Namun kini justru Ibra menjadi suami nya.


"Azizah udah enggak ada, dan mungkin kalau masih ada tidak akan pernah ada kita, jadi rasa nya Agis tidak harus cemburu pada seseorang yang sudah tiada."


jawab Agis tak ingin banyak menuntut pada Ibra karena pria itu saja mau menerima ia apa adanya.


***


Ibra kembali mencebur ke kolam bersama Jimi dan Suci naik ke permukaan menghampiri putri, Agis beranjak dari duduknya lalu masuk ke dalam.

__ADS_1


"Ayo Ibra, bukan nya kalian mau pergi !"


Ujar Rosa sementara Agis sudah lebih dulu ke kamar, Agis berpikir untuk datang ke acara resepsi saja nanti siang di hotel.


Agis memperhatikan Ibra yang masih berenang bersama Jimi, Agis pikir untuk bersiap lebih dulu karena perempuan lama kalau berdandan.


beberapa waktu kemudian, Ibra masuk ke dalam kamar dan melihat Agis yang tengah memoles wajah nya dengan make up.


"Mas mandi dulu ya sayang !"


Agis mengangguk lalu menggunakan kerudung segitiga nya.


Agis tampil cantik dengan gaun pesta muslimah berwarna gold senada dengan kerudung segitiga nya.


Ibra keluar dari kamar mandi dan terkesima melihat betapa cantik istri nya itu.


Ia mendekat lalu meraih pinggang Agis yang ramping.


"Mas, Basah dong !"


Ujar Agis menjauh dari Ibra yang hanya menggunakan handuk.


"enggak usah pergi deh, enggak rela lihat kamu di lihat orang !"


Ujar Ibra senyum membuat Agis terkekeh kecil.


"Cepat mas !"


waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi dan acara akad sudah selesai, mereka langsung menuju gedung resepsi pernikahan.


"Ya sayang !"


Jawab Ibra menggunakan jas berwarna mocca yang sudah Agis siap kan.


Rosa dan suci ikut serta dengan Agis dan Ibra, mereka sudah siap untuk pergi.


Rosa tersenyum melihat Agis yang begitu cantik, mereka belum mengadakan acara resepsi pernikahan dan melihat agis seperti itu Rosa berkeinginan untuk membuat acara untuk mereka berdua.


"Sudah siap ?"


Tanya Ibra lalu menggandeng tangan Agis keluar dari rumah di ikuti oleh Rosa dan juga Suci.


Ibra berharap bisa bertemu dengan Rayan di acara itu, Ia ingin menunjukkan pada Rayan bahwa ia berhasil membuat Agis pulih seperti sedia kala, Ibra ingin tahu bagaimana reaksi Rayan melihat Agis sekarang.


*


**


***


Bersambung..


terima kasih sudah mampir 😍😍💪

__ADS_1


__ADS_2