Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
tulus menyayangi si kembar.


__ADS_3

Jimi menawarkan untuk rekaman pada Agis, Ibra sendiri tidak melarang hal itu.


"Tapi nanti ya Jim, besok aku sama Agis mau pergi honeymoon."


Jawab Ibra mengulas senyum ke arah Agis dengan wajah nya yang merona.


"honeymoon ke mana?" Tanya suci menilik wajah Agis dan Ibra.


"Kita mau pergi camping ke Wonosobo!"


Jawab Ibra membuat Suci melongo.


"enggak salah ? honey moon ke wonosobo?"


Ujar suci terkekeh kecil mendengar jawaban dari Ibra.


"Kak, kamu tuh kayak enggak punya duit ngajak Agis honey moon ke Wonosobo ? orang mah ke luar negeri, Swiss atau Amsterdam kek !"


Sergah Suci tertawa kecil.


"Yeh jangan salah ! Indonesia juga indah dan kita mau pergi ke negeri di atas awan !"


Jawab Ibra senyum menggenggam tangan Agis.


"tenang saja kita akan pergi keliling Indonesia, setelah itu kita akan pergi ke Lombok untuk pergi diving bersama !"


Sambung Ibra dan di anggukan oleh Agis.


Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri sebab Indonesia juga memiliki alam yang sangat indah.


Agis pikir seperti itu dan sebelumnya ia juga lebih senang pergi jalan-jalan di Bandung kota kelahiran nya bersama Rayan.


Usai acara itu mereka beranjak pulang dari hotel, Agis melambaikan tangan nya pada suci saat hendak masuk ke dalam mobil masing-masing.


"Kita langsung pulang saja ya dek !"


Agis mengangguk lalu Ibra melajukan mobil nya menuju rumah.


Satu jam berlalu kedua nya sampai di rumah, Agis dan Ibra langsung masuk ke dalam kamar karena rumah juga sudah sepi.


"sebentar ya dek, Mas mau lihat si kembar dulu !"


Ujar Ibra kembali keluar setelah membuka sepatu nya.


"Ya mas !"


Jawab Agis masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian.


Ibra masuk ke dalam kamar si kembar, terlihat kedua nya sudah terlelap. Ibra memperhatikan Sava yang tidur menelungkup.

__ADS_1


Sebentar lagi usia kedua nya satu tahun, Ibra tidak mau kalau keduanya terpisah, kasihan mereka.


Ibra tidak tahu kenapa Mama Reni ingin membawa salah satu dari mereka.


Bagaimana cara nya Ibra mengatakan pada Reni bahwa ia tidak mengizinkan salah satu nya pergi.


"Mas, apa mereka sudah tidur ?"


Tanya Agis masuk ke dalam kamar dan terlihat istri nya sudah berganti piyama tidur.


"Sudah dek, Mas kepikiran mereka !"


Agis mengangguk dan paham apa yang Ibra rasakan, apa mungkin mama Reni khawatir keduanya kurang mendapat kasih sayang dari Ibra.


"Mas, bawa saja mereka tidur bersama kita !"


Ujar Agis menoleh ke arah jendela terdengar hujan turun di sertakan petir.


"Tidak apa-apa mereka tidur bersama kita ?"


Tanya Ibra menatap wajah Agis.


"Ya, kenapa tidak ? ayo Mas !"


Ajak Agis lalu membawa salah satu nya di ikuti oleh Ibra.


Agis yakin bahwa keduanya sudah tidak mau diam, itu tandanya mereka anak yang aktif dan pintar.


"Mas ganti pakaian dulu ya sayang !" Agis mengangguk lalu naik ke ranjang memeluk kedua bayi lucu itu.


Tak lama Ibra menyembul keluar dari kamar mandi, Ia senyum melihat Agis memeluk keduanya.


"Kasihan mereka kalau tidur di kamarnya, hujan turun dengan deras ! kalau ada petir mereka pasti kaget mas !"


Ujar Agis lalu menyelimuti tubuh kedua nya.


Beberapa kali Agis membawa si kembar tidur bersama mereka di kamar itu, Agis tulus menyayangi kedua buah hatinya.


"Ayo istirahat sayang! besok kan kita mau pergi !"


Ajak Ibra dan Agis mengangguk sambil mengulum senyum kemudian memejamkan mata nya sambil memeluk Marwah.


Ibra harap Reni paham saat ia menolak nya membawa sava, Di rumah ini juga mereka tidak kekurangan kasih sayang meskipun tidak ada Azizah ibu nya, Agis juga menyayangi mereka seperti pada putri nya sendiri. lama kelamaan Ibra juga terlelap memeluk sava.


pagi...


Agis sudah siapkan keperluan mereka untuk pergi ke Wonosobo, Ia juga sudah membuat sarapan dan bekal untuk di perjalanan.


Agis menoleh pada Ibra yang masuk ke dalam kamar setelah membawa si kembar keluar, ada Reni di depan.

__ADS_1


"kenapa Mas ?"


Tanya Agis memindai wajah Ibra, apa Reni jadi membawa si kembar pergi ?


"Sava jadi pergi mas ?"


Tanya Agis duduk di samping Ibra.


"enggak sayang, Mas enggak kasih izin.. walau bagaimanapun Mas berkuasa karena ayah mereka."


jawab Ibra.


Sebenarnya Reni memiliki kekhawatiran sendiri, takut kalau setelah Agis hamil Ibra mengabaikan cucunya. Padahal itu hanya kecemasan nya saja. Ibra tidak akan seperti itu, apa lagi bersikap pilih kasih.


Rosa juga meyakinkan Reni bahwa mereka tidak akan pernah mengabaikan Si kembar kalau pun nanti Agis hamil dan punya anak.


Mereka akan tetap menyayangi si kembar dengan sepenuh hati. Reni sendiri hendak pindah ke London karena di jakarta ia tidak memiliki kerabat.


Reni mengangguk paham dan tidak memaksa kan keinginan nya.


Usai Reni pergi barulah Ibra dan Agis bersiap untuk pergi ke Wonosobo.


"kalian tidak usah pikirkan Reni, pergilah berlibur! biar si kembar ada ibu !"


Ujar Rosa sambil mengendong salah satu cucu nya.


"ya sudah Bu kita pergi dulu, kalau ada apa apa cepat hubungi Ibra !"


Rosa mengangguk lalu kedua nya masuk ke dalam mobil dimana Arul sudah menunggu.


*


**


***


Bersambung.


terimakasih para reader yang masih setia dan yang sudah mampir.


Terima kasih atas dukungan nya ya😍😍


Author ada novel baru nih, ayo ramaikan ya para reader tercinta.



Untuk novel Menikah dengan sepupu dan Woman in the dark, Author mohon maaf pada reader yang menunggu kelanjutan nya karena pending untuk beberapa waktu terkait adanya kendala dengan novel tersebut.


Terimakasih untuk para reader yang baik hati semoga sehat selalu 😍😍🤲

__ADS_1


__ADS_2