Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
pelangi.


__ADS_3

Siang menjelang sore mereka sampai di Bandung, Agis begitu rindu dengan kota kelahiran nya, Alan pasti senang melihat ia sudah bisa berjalan kembali seperti dulu.


Agis tertegun menatap jalanan yang dulu selalu ingin ia lewati bersama dengan Rayan, semua kenangan memutar di benak nya.


Agis memalingkan wajahnya dari Ibra lalu menghela nafas panjang.


"kenapa harus mengingat Rayan lagi ?"


Batin Agis mengeluh kan ingatan nya yang merekam perjalanan mereka berdua.


Kemarin saat di acara Salma, Agis tidak melihat Erika bersama Rayan. entah kemana Erika ?


Rasanya pilu saat lidah hendak kembali berucap bahwa ia adalah sahabat nya, Agis berupaya menganggap Erika orang lain dan tidak berarti apa apa untuk nya.


Ibra menoleh ke arah si kembar yang tertidur bersama Rosa dan baby sitter, sementara istrinya diam sembari menatap jalanan menuju rumah nya.


"Sayang kamu mikirin apa ?"


Tanya Ibra membuat Agis menoleh seketika.


"Enggak Mas!"


jawab Agis singkat tanpa basa-basi apapun.


waktu tiga tahun itu tidak sebentar, namun sekejap mata semua berubah hanya perjalanan nya saja yang tetap mendaki dan menurun.


Ingatan nya masih bagus, Ia juga tidak mengalami amnesia dan memori bersama pria itu masih sering muncul.


Untuk melupakan rasanya tidak mungkin karena tak semudah menghapus ingatan, Namun Agis sudah merelakan semua itu dan menyimpan semua kenangannya, dan menutup lembaran cerita bersama Rayan.


Biarkan Waktu yang menghapus dan mengikis cerita itu, saat ini ia yang harus dilakukan adalah terus berjalan karena hidup tak mesti berpaku pada masa lalu.


Sejam kemudian mereka sampai di halaman rumah, paman dan bibinya langsung menyambut kedatangan Agis.


"Agis....!"


ujar bibi tertegun melihat Agis yang berjalan menghampiri, keponakan nya itu sudah sembuh.


"Assalamualaikum bi, paman !"


"walaikumsalam...!"


jawab bibi langsung memeluk Agis sembari menangis, Susanto pun ikut terharu kemudian Alan menghampiri.


"Kakak sudah bisa jalan ?!"


Agis mengangguk lalu memeluk adik nya itu.


"Kakak rindu sekali sama kamu dek ?"


Ujar Agis mencium adik nya itu, beberapa kali kedua orang tua nya hadir dalam mimpi.

__ADS_1


seperti halnya Ibra mereka berdua juga tidak pernah lelah memberikan dukungan agar putri nya itu bangkit.


"Alan senang kakak udah sembuh !"


cakap Alan lalu bersalaman pada Ibra dn Rosa.


Mereka berbincang di ruang tamu, bibi tidak menyangka karena sebelumnya Agis tidak mengatakan apa apa.


"Ya jadi ceritanya itu kasih kejutan bi, Paman !"


ujar Ibra senyum ke arah Agis yang duduk bersama Alan.


"Ya Alhamdulillah, Paman ikut senang !"


jawab Susanto bersyukur karena Agis bisa berjalan lagi.


"Terima kasih Ibra atas dukungan kamu yang luar biasa !"


Ibra mengangguk.


Mereka berencana untuk menginap satu malam, rumah Agis memang tidak bertingkat tapi cukup lah untuk mereka singgah semalam.


Bibi langsung menyiapkan makanan untuk mereka, dan Agis masuk ke dalam kamar membawa si kembar.


Agis tertegun saat masuk ke dalam kamar nya, cat dan semua perabotan sudah berganti.


Susanto dan bibi sengaja menggantikan nya dengan yang baru, karena yang lama mengingat Agis bersama Rayan.


Cat nya juga sudah berubah warna lebih cerah, Agis menoleh ke Susanto yang tengah berbincang dengan Rosa.


Agis dan Ibra merebahkan si kembar di ranjang, keduanya kembali tertidur setelah ia memberikan nya susu.


"Mas, Agis keluar dulu ya !"


Ibra mengangguk lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.


Ibra memikirkan Agis saat di rumah Reni, Foto pernikahan nya dengan Azizah masih terpampang di rumah itu dan beberapa kali Agis menoleh ke arah foto itu, wajah nya juga tidak terlihat ceria seperti mereka di Jerman.


Ibra berpikir mungkin Agis juga tidak suka dengan nama yang masih terpatri di pundak nya, seperti nya ia harus segera menghapus nya.


belum lagi sikap Reni, Ibra tidak ingin melihat Agis sedih ?!


Agis menghampiri Bibi dan Alan yang berada di belakang rumah, Bibi tengah memasak untuk makan mereka.


"Bi, ini ada sedikit oleh oleh dari Jerman !"


Ujar Agis menyodorkan beberapa paper bag.


"Wah terima kasih kak !"


ujar Alan menghampiri lalu netra nya tercengang melihat sepatu sport branded.

__ADS_1


"Ya, terimakasih gis, bagi bini kesembuhan kamu yang terpenting !"


Ucap bibi senyum.


"Ya, bi Alhamdulillah semua berkat usaha mas Ibra !"


jawab Agis lalu menceritakan keseharian mereka di Jerman.


"Alhamdulillah gis, semoga Ibra menjadi yang terbaik dan terakhir untuk kamu !"


Ucap bibi mendoakan kebaikan untuk rumah tangga mereka berdua, semoga yang lalu tidak pernah terulang lagi.


"ya bi, amin !"


Alan bercerita tentang keinginan nya pada Agis, ia ingin sekolah pesantren. padahal tadi nya Agis hendak mengajak Alan ke Jakarta, tapi adiknya itu memilih untuk pesantren saja.


"Ya sudah enggak apa-apa dek kalau kamu mau nya seperti itu, sekarang kakak juga ada di jakarta jadi bisa sesekali datang melihat keadaan kamu !"


Agis sangat menyayangi Alan, sebab saat ini Alan satu satu nya keluarga selalu bibi dan paman yang menjadi kerabat dekat nya.


Setelah itu mereka makan bersama, Si kembar masih terlelap di kamar.


Sore itu hujan turun dengan derasnya, Agis duduk di tepi ranjang sambil memangku si kembar yang sudah terbangun, satu nya lagi bersama Ibra.


"Nanti bilang sama bibi kalau kita mau ajak mereka umrah !"


ujar Ibra duduk mendekat lalu berbaring meletakkan sava di perut nya.


"Ya Mas nanti Agis bilang !"


Ujar Agis mencubit pipi Marwah yang cabi.


Hujan selalu menciptakan cerita tapi saat ini ia lebih menghindari keadaan itu, selain menciptakan kenangan indah, hujan juga menciptakan kemelut dalam dada saat Rayan datang memintanya untuk kembali, dan di situ hujan menciptakan kenangan pahit.


"Alan bilang tidak mau ikut kita ke Jakarta mas, Alan malahan ingin sekolah pesantren !"


Ujar Agis memberi tahu Ibra, sebab pria itu yang menyarankan Alan untuk tinggal bersama mereka.


"Ya sudah bagaimana baik nya saja karena tidak baik jika kita memaksa !"


Jawab Ibra lalu merengkuh tubuh Agis.


"hujan jangan ada lagi perpisahan dan biarkan kali ini pelangi yang indah menjadi akhir cerita ku....!"


batin Agis memejamkan mata nya saat Ibra memeluk mereka.


*


**


***

__ADS_1


Terima kasih untuk para reader yang masih setia 😍😍


Terima kasih untuk dukungan nya, jangan lupa like dan tinggal kan komentar 😍😍😍


__ADS_2