Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
mendebarkan.


__ADS_3

Keduanya sampai di apartemen dan Ibra langsung merogoh ponsel nya yang berdering, Agis memperhatikan Ibra yang tengah menerima telepon dari seseorang.


Agis masuk lebih dulu ke kamar membiarkan Ibra berbicara di telepon, tak lama pria itu masuk lalu mengambil laptop nya.


"Sebentar ya sayang, Mas kirim email dulu sama Revan.!"


Ujar Ibra dan di anggukan oleh Agis yang tengah membuka pasmina nya.


Agis menghampiri dapur lalu mengambil air minum untuk nya dan Ibra, pria itu tampak serius menatap layar laptop.


"Mas minum dulu!"


Ujar Agis duduk di samping Ibra.


"Terimakasih sayang, Mas lupa kirim email nya, seharusnya tadi siang !"


Ujar Ibra senyum sambil mengelus kepala Agis.


"Ya udah Agis ke kamar duluan ya !"


Ujar Agis beranjak namun cepat Ibra meraih pinggang nya untuk duduk di pangkuan Ibra.


"Hum...?"


Tanya Agis mengulas senyum lalu memeluk tubuh Ibra.


"Agis tunggu didalam ya, biarkan Agis ganti pakaian dulu !"


Ujar Agis membuat Ibra tersenyum senang.


"Ya sudah Mas kerjakan ini dulu ya !"


Agis mengangguk lalu beranjak dari pangkuan Suami nya itu.


Agis masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan lingerie cantik berwarna merah maron, cocok dengan kulit nya putih bersih.


Tak lama Ibra masuk ke dalam kamar berpapasan dengan Agis yang keluar dari kamar mandi.


Ibra terkesima melihat istri nya yang berpenampilan seksi dan cantik dengan rambut nya yang tergerai indah.


Agis senyum lalu melangkah menghampiri Ibra yang sejak tadi tidak bergeming.


"Kamu kenapa Mas ? Agis enggak boleh pakai pakaian seperti ini ?"


Tanya Agis terkekeh kecil lalu ibra memeluk pinggang Agis yang ramping.


"Cantik banget sih ?"


Ujar Ibra mencium pipi Agis, Ibra teringat dengan interaksi mereka saat terdampar di pulau, Ia tidak sengaja memeluk Agis saat hendak naik ke perahu, tak ada yang menduga jika saat ini mereka bersama dalam ikatan pernikahan.


"Sebentar ya Mas ganti pakaian dulu !"


Ujar Ibra lalu masuk ke dalam kamar mandi, Agis duduk di ranjang menunggu Ibra, tak lama pria itu kembali dengan bertelanjang dada.


Bukan yang pertama tapi rasanya begitu mendebarkan, tiga bulan menikah dan ini menjadi malam yang mendebarkan untuk Agis.

__ADS_1


Ibra naik ke ranjang lalu merengkuh tubuh Agis kemudian mencium pundak nya yang terekspos jelas.


"Sudah siap ?"


Tanya Ibra membuat Agis tertegun dengan wajah memerah.


Hak Ibra yang seharusnya sejak lama terpenuhi, namun tertunda karena kondisi Agis yang tidak baik dan sekarang waktunya menyenangkan suami nya itu.


Ibra berdoa sebelum menyentuh Agis, berharap Tuhan memberikan anugerah terindah untuk mereka berdua.


Agis menghela nafas panjang dengan jantung yang berdegup kencang membiarkan Ibra merebahkan tubuhnya di ranjang lalu mencumbu nya dengan kelembutan kemudian menanam benih cinta pada rahim istri nya itu.


...----------------...


Jika saat ini Agis dan Ibra tengah menyelam lautan cinta berbeda dengan Rayan yang merasa kan dada nya sesak, Beberapa kali dokter menyarankan untuk berhenti merokok tapi Rayan tidak menggubris nya.


Ia pulang ke rumah dan melihat Alifa tengah menyuapi Noval makan, entah kemana Erika Rayan juga tidak tahu.


"Hai jagoan ayah ?"


Ujar Rayan duduk di hadapan Noval dengan wajah nya yang pucat, keadaan sang ayah membaik namun kini justru keadaan nya yang tidak baik.


"Pak Rayan sakit ?"


Tanya Alifa memindai wajah Rayan yang pucat.


"Tidak, Aku baik baik saja !"


Jawab Rayan lalu tidak lama Erika pulang dalam keadaan mabuk, jam berapa ini tapi perempuan itu sudah minum.


Seru Rayan semakin jengah dengan tingkah Erika.


"Kamu pulang bang ? aku kira kamu enggak ingat pulang !"


jawab Erika terkekeh kecil membuat Rayan kesal.


"Dasar kamu ya Erika ?!"


Ujar Rayan lalu menarik tangan Erika masuk ke dalam kamar mandi lalu mengguyur nya dan hal itu membuat Erika menangis.


"Kalau sampai kamu buat masalah aku enggak akan segan-segan ceraikan kamu!"


cakap Rayan mencengkram dagu Erika lalu pergi meninggalkan Erika yang duduk di bawah guyuran shower.


Rayan pergi meninggalkan rumah membawa Noval serta baby sitter, Erika sudah benar benar keterlaluan dan gila.


Rayan semakin kesal dan geram dengan kelakuan nya tidak mau berubah, sampai kapan seperti itu ?


kehilangan ibu tak lantas membuat nya sadar justru membuat nya semakin gila.


Erika menangis tersedu di dalam kamar, ia pikir Rayan tidak akan pulang ke rumah, sedangkan ia baru saja pulang bersama arsen.


Seperti biasa arsen memanfaatkan keadaan Erika yang tengah hancur karena hubungan nya dengan Rayan tidak baik baik saja, dan Erika juga mau saja melayani Arsen karena mabuk.


sebenarnya Rayan pulang ingin memperbaiki keadaan rumah nya bersama Erika, tapi urung melihat tingkah laku Erika yang semakin di luar batas.

__ADS_1


Mungkin memang seharusnya mereka berpisah karena bersama juga percuma saja, keduanya justru saling menyakiti.


Weekend ini pernikahan Andi dan Salma, kemarin Rayan bertemu dengan Salma, ia memberi tahu tentang perkembangan kafe.


Dan Salma memberi tahu kalau Agis meminta Salma menyerah kan Kafe pada nya, namun Rayan menolak dan menyuruh Salma untuk mengaturnya, Mungkin kafe akan tutup jika ia menikah, Rayan tidak memiliki banyak waktu apa lagi harus mengurusi kafe.


Ia sudah menyerahkan kafe pada Agis dan tidak mungkin jika ia mengambil nya lagi.


Rayan berencana untuk berpisah dengan Erika, dan akan menjual rumah itu.


Biarkan saja nanti Erika kembali ke rumah nya yang dulu, Rayan sudah tidak bisa memberikan toleransi lagi.


kedepannya ia akan fokus pada ayah dan Noval, tak ingin lagi mengurusi Erika yang keras kepala dan susah di atur.


*


*


*


*


*


Jika Rayan tengah merana justru Ibra tengah bahagia, memeluk perempuan yang kini tengah terlelap dalam dekapan nya.


Ibra memperhatikan wajah cantik istri nya yang terlelap lelah, Ibra merasa semakin mencintai perempuan itu, tak ingin jauh dari nya setelah apa yang terjadi tadi.


Rayan memang bodoh menyia-nyiakan perempuan seperti Agis, Perempuan yang kini membuat nya candu untuk mencumbu.


"Hem... Mas."


Rintihan Agis justru membuat Ibra kembali mendambakan nya.


"Mas istirahat dulu ya.!"


Ujar Agis tanpa membuka mata nya, Agis merasa lelah dan sangat mengantuk.


Ibra terkekeh lalu memeluk Agis dari belakang, memperhatikan leher nya yang penuh dengan jejak kepemilikan nya.


Ibra kembali menyisir leher jenjangnya yang putih dan wangi, namun Agis tidak bergeming.


Ia hanya merengek saat Ibra terus mengusik Istirahat nya.


"Sayang, ini sudah pagi dan sebentar lagi adzan subuh ! ayo kita mandi bersama !"


Ajak Ibra membuat Agis perlahan membuka mata nya lalu tertegun menatap wajah tampan suami nya.


*


**


***


Happy reading 😍

__ADS_1


terima kasih yang sudah mampir dan mendukung aku 😍😍💪


__ADS_2