
Beberapa hari kemudian...
Ibra sudah kembali dengan aktivitas nya, Sementara Agis diam di rumah membantu merawat si kembar.
Namun siang ini Agis berencana untuk menemui yuna di sekolah nya.
"Mas, Boleh enggak nanti siang aku keluar !"
Tanya Agis saat memakai kan dasi pada leher Ibra.
"Kamu mau pergi kemana sayang ?"
tanya Ibra memindai wajah cantik istri nya.
"Mau ke sekolah Yuna mas !"
Jawab Agis membuat Ibra tertegun sejenak.
"bertemu dengan yuna!?"
Agis mengangguk.
Dua minggu berlalu setelah kepulangan nya dari Umrah, Agis belum bertemu dengan Yuna.
Walau bagaimanapun mereka pernah dekat, biarkan Erika seperti itu karena Yuna tidak tahu apa-apa dan Agis kasihan pada anak itu, entah tinggal dimana sekarang Yuna ?
"kamu pergi sama siapa dek ?"
Tanya Ibra duduk di tepi ranjang bersama Ibra.
"hum,, rencana nya sih sama Salma mas. Kita sekalian mau main ! boleh enggak ?"
Tanya Agis.
Ia memang berencana bertemu dengan Salma karena semenjak Salma menikah keduanya belum bertemu lagi.
"Ya sudah Kamu hati hati ya dek !"
Jawab Ibra lalu beranjak dari duduknya melangkah keluar bersama Agis.
"Antar supir saja dek, enggak ada usah bawa mobil sendiri lah !"
Ujar Ibra khawatir dengan istri nya itu.
Ini perdana Agis pergi tanpa nya.
"baik bos !"
Jawab Agis membuat Ibra menyinggung senyuman.
**
Agis bersiap untuk pergi setelah membantu Rosa memasak dan mengurus si kembar hingga kini terlelap.
Agis menunjuk kan sikap yang baik sebagai seorang istri yang menyiapkan makanan dan membantu mengurus anak nya Ibra, Agis sangat menyayangi si kembar seperti pada anak nya sendiri, terkadang Agis membawa mereka untuk tidur bersama.
"Bu, Agis keluar dulu mau ketemu teman !"
Pamit Agis pada Rosa yang tengah duduk santai di depan televisi.
"Ya Agis, apa Ibra tahu ?"
Tanya Rosa melempar senyum.
"Ya, sebelum nya Agis sudah beri tahu mas Ibra. Agis pergi dengan supir kok !"
jawab Agis dsn dan di anggukan oleh Rosa.
"ya sudah kamu hati hati !"
__ADS_1
Ujar Rosa lalu Agis beranjak keluar.
Agis membuka pintu dan melihat Seorang pria paruh baya keluar dari mobil mewah yang parkir tepat di halaman rumah.
Agis tertegun sejenak saat pria itu membuka kaca mata nya.
"Apa Rosa ada di dalam ?"
Tanya Aripin.
Pria tersebut adalah Ayah Ibra, pria yang sudah lama sekali meninggal kan rumah dan entah apa yang membawa nya Kembali ke rumah ini.
"Ada di dalam, sebentar !"
Agis urung pergi dan kembali masuk ke dalam rumah.
"Bu, Ada seseorang di depan mencari ibu !"
ujar Agis membuat alis Rosa bertaut.
Gegas ia beranjak dari duduknya lalu melangkah keluar bersama Agis.
Rosa tertegun melihat sosok pria yang sudah lama sekali pergi dari rumah, untuk apa ia datang.
"Bu, Agis pergi dulu ya!"
Rosa mengangguk lalu membiarkan pria itu masuk ke dalam rumah mereka.
Agis menoleh ke arah Rosa yang berdiri mematung sementara pria itu dengan bebas masuk ke dalam rumah.
"Pak antar saya ke rumah kak Andi ya !"
Ujar agis masuk ke dalam mobil.
"baik non !"
Lalu mobil melaju menuju rumah dimana Salma tinggal, Saat perjalanan mobil melewati kafe milik nya dulu, seperti biasa kafe selalu ramai pengunjung.
Tak berapa lama Agis sampai di depan rumah Salma, terlihat Salma sudah menunggu nya di depan gerbang. sebelum nya Agis memang sudah menghubungi Salma agar mereka langsung pergi.
"Hai... gimana kabarnya Mbak ?"
Tanya Salma begitu senang bertemu dengan Agis.
"baik, gimana kabar balik nya !"
Tanya Agis sembari memberikan sebuah paper bag oleh oleh dari tanah suci.
"Apa ini mbak ?"
Tanya Salma senyum.
"Sedikit oleh oleh buat kamu dan kak Andi !"
jawab Agis senyum mengingat hadiah yang pernah ia berikan pada Salma saat pernikahan mereka.
"Terimakasih mbak, untuk hadiah yang ini dan juga kemarin !"
Ujar Salma terkekeh kecil lalu Agis ikut terkekeh.
Tak lama mereka sampai di sekolah Yuna, terlihat siswa siswa berhamburan keluar dari sekolah.
Gegas Agis keluar untuk menunggu Yuna.
"Yuna !"
Seru Agis melambaikan tangan nya pada Yuna tertegun.
"Kak Agis !"
__ADS_1
Ujar Yuna menghampiri lalu memeluk Agis, ia memang tidak pernah sungkan pada Agis.
"Maafkan Kak Erika ya kak!"
Agis tertegun mendengar ucapan Yuna. Anak gadis belia itu paham apa yang terjadi dengan kehidupan kakak nya.
"Sudah Yuna, kakak enggak apa-apa kok !"
Jawab Agis mendekap tubuh Yuna yang terlihat lebih kurus.
"Sekarang ikut kakak dulu ya, Kita pergi makan siang dengan kak Salma juga !"
Yuna mengangguk lalu pergi bersama Agis masuk ke dalam mobil.
Agis mengajak kedua nya ke mall untuk pergi makan siang sambil mengobrol, Agis ingin tahu dengan siapa sekarang Yuna tinggal.
"Ayo pesan saja makanan yang kalian mau, aku yang traktir!"
ujar Agis membuat kedua nya senang.
"Ayo Yuna pesan apa saja, jangan sungkan !"
Tambah Agis membuat Yuna teringat pada masa mereka bersama sebelum perceraian ini terjadi.
Agis memang baik dan kerap sekali mengajak mereka untuk makan bersama.
"Sekarang tinggal sama siapa ?"
Tanya Agis pada Yuna yang langsung mendongak.
"Dengan bang Amir kak !"
Yuna menceritakan semua kejadian itu, Amir siap siaga menolong nya dalam keadaan susah, padahal Erika tidak pernah menghargai nya dulu.
Agis mengangguk dan tidak menyangka kalau mereka begitu baik pada Yuna.
"Ya sudah ayo makan dulu !"
ajak Agis saat makanan siap tersaji di depan mata.
Usai makan mereka kembali ngobrol, Agis memberikan satu ATM pada Yuna.
"pakai ini Yun untuk keperluan Kamu kalau kamu malu minta sama bang Amir !"
Ujar Agis membuat Yuna tertegun.
"Ada sejumlah uang untuk jajan kamu, jangan sungkan Yun karena sebelumnya ibu sudah menitipkan kamu pada kakak !"
Amina memang berpesan pada Agis menitipkan Yuna kalau kalau sesuatu terjadi dengan Erika.
Salma kagum pada Agis, apa ia dendam dengan keluarga Erika ? tidak !
Ia tetap bersikap baik seperti dulu, dan Salma belum tentu bisa seperti Agis yang lapang menerima kenyataan itu.
"Terimakasih kak !"
Yuna menerima meskipun sebenarnya ia malu tapi ia butuh uang itu, semoga kelak bisa membalas semua kebaikan Agis.
"Ya sudah ayo sekarang kita pulang, kakak akan kamu pulang ke rumah bang Amir, nanti kakak Akan mampir !"
Yuna mengangguk lalu mereka beranjak dari duduknya.
Ketiga nya berjalan beriringan, Agis merangkul pundak Yuna berjalan keluar dari mall, dan saat itu Rayan hendak pergi mengajak Noval bermain.
Rayan melihat Agis dengan Yuna ?
bisa seperti itu ? Agis tetap bersikap baik Yuna seperti sebelum masalah itu melanda.
Tentu saja karena Yuna tidak tahu apa apa, ia tidak harus ikut menanggung kesalahan kakak nya.
__ADS_1
bersambung..
terima kasih sudah mampir 😍😍😍