Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
kembali ke tanah air


__ADS_3

Sore itu Ibra dan Agis sudah bersiap-siap untuk pulang kembali ke tanah air, semua barang sudah siap di angkut ke mobil Renan.


Ibra memperhatikan Agis yang tengah bercermin, cantik dan membuat Ibra enggan beranjak menilik istri nya itu.


"Ayo mas, Agis udah siap pulang !"


Ujar Agis membalikan tubuhnya menghadap Ibra.


Pria itu tersenyum lalu mengambil jaket tebal di ranjang kemudian memakai kan nya pada Agis.


"pakai sayang, udara dingin banget di luar !"


Ujar Ibra lalu merengkuh tubuh Agis dan memeluk nya penuh kasih.


Agis memejamkan mata nya dan mendekap erat tubuh Ibra yang hangat.


"Kita pulang ya!"


Agis mengangguk lalu berjalan bersama Ibra keluar dari apartemen itu membawa dua koper sedang, sebelum nya Ibra sudah kebawah membawa koper yang lain nya.


Renan dan Humaira sudah menunggu mereka di mobil, keduanya langsung masuk ke mobil.


"Thanks ya Re!"


Ujar Ibra duduk di depan sementara Agis duduk di belakang bersama Humaira, kedua nya berbincang sebelum tiba waktu nya berpisah.


Satu jam berlalu mereka sampai di bandara, Keduanya mengantar kan Agis dan Ibra ke dalam bandara.


"Nanti kapan kapan datang lagi kemari ya !"


Ujar Renan sebelum kedua nya naik pesawat.


"Ya, terima kasih untuk semua bantuan nya Kawan !"


jawab Ibra dan di angguk kan oleh Renan.


Ia bersyukur karena Agis sudah sembuh dan pulang dengan membawa kebahagiaan, semoga kedua nya cepat dapat momongan.


*****


Erika duduk di ranjang setelah membereskan pakaian nya ke dalam lemari, Rayan keluar dari kamar mandi lalu menoleh ke arah Erika sekilas.


"Aku mau pergi ke rumah Andi, hari ini ia menggelar acara pengajian karena lusa akan menikah dengan Salma !"


Ujar Rayan sambil memakai pakaian nya.


"Oh seperti itu, ya udah aku ikut sama kamu bang !"


Jawab Erika lalu mengambil pakaian ganti.

__ADS_1


Erika sudah memberi tahu kantor bahwa Ia berhenti bekerja karena harus mengurus keluarga nya, dan tentunya Arsen merasa kesal karena Erika tidak mengatakan apapun sebelumnya.


Arsen tidak akan membiarkan Erika pergi begitu saja karena Ia mulai menginginkan Erika bukan sekedar partner ranjang saja.


Arsen akan merebut nya dari Rayan dan membuat hubungan mereka berakhir.


di rumah Andi memang tengah mengadakan acara pengajian untuk mengantarkan ke acara lusa, dan di rumah Salma kini tengah berlangsung acara siraman.


Salma menggelar acara yang cukup besar dan itu semua keluarga Andi yang membiayai hingga acara resepsi pernikahan yang akan terselenggara di hotel berbintang.


Salma beruntung karena keluarga Andi menerima nya dengan baik meskipun ia tidak berasal dari keluarga kaya seperti mereka, tapi keluarga Andi sangat baik dan tidak memandang nya sebelah mata, mereka menerima keluarga Salma dengan tangan terbuka.


Sebenarnya Andi dari keluarga berada, Namun ia memilih kerja di tempat lain dan membiarkan sang kakak yang memimpin perusahaan, tapi kini sang ayah meminta nya untuk bergabung karena ia hendak pensiun.


Revan memberi tahu Ibra kalau Andi Risen dari perusahaan nya karena ia bergabung dengan perusahaan milik keluarga.


Salma begitu senang saat mendapatkan pesan dari Agis bahwa ia akan datang ke acara resepsi pernikahan nya dengan Andi.


Sementara kafe tutup sampai Agis kembali dan ia akan kembali mengurus nya.


"Kenapa sih bang kamu enggak jual rumah kamu sama Agis aja, rumah itu kan di sewakan ?!"


Ujar Erika mengeluarkan uneg-uneg nya saat berada dalam mobil.


"Tidak bisa Erika, kau harus tahu bahwa rumah itu atas nama Agis dan aku tidak akan meminta sesuatu yang sudah aku berikan. sudah cukup aku menyakiti nya dan jangan menambah masalah baru lagi !"


jawab Rayan membuat Erika bungkam.


Semakin lama Rayan kian menyadari bahwa begitu besar cinta nya terhadap Agis, tapi apa yang terjadi Ia malah melenyapkannya sendiri.


Sepi, hampa dan hambar semua Itu ia telan sendiri karena memang semua terjadi karena kesalahan nya, dan saat ini ia hanya bisa pasrah dengan keadaan. mencoba memperbaiki diri dan hidup nya yang berantakan.


Entah apa kah Erika mampu mendampingi nya seperti Agis yang selalu sabar dan benar benar tulus menyayangi nya.


kalau pun tidak Rayan akan melepaskan semua nya dengan rela karena memang mungkin ia tidak seharusnya dengan keduanya.


Tak lama Rayan dan Erika sampai di rumah Andi, keluarga Andi sangat akrab dengan Rayan dan menyayangkan perpisahan nya dengan Agis, namun mereka juga tidak berhak untuk ikut campur sebab semua sudah menjadi keputusan mereka berdua.


...----------------...


Siang itu Agis dan Ibra sampai di jakarta, besok acara pernikahan Salma. Agis sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keluarga kafe.


Revan sudah menunggu mereka di bandara, Ia tertegun melihat Agis yang pulang tanpa kursi roda nya, ia terkesima melihat Agis yang semakin cantik dengan tubuh nya yang sedikit berisi.


"Hai...."


Sapa Ibra pada Revan yang masih terkesima melihat Agis yang mengulas senyum.


"Astaga ini istri gue, Lo lihat nya biasa aja."

__ADS_1


ujar Ibra menyembunyikan Agis di belakang tubuh nya, Agis sendiri hanya terkekeh memeluk Ibra dari belakang.


"Udah sembuh ?"


Tanya Revan masih tidak percaya, Ibra mengangguk lalu merengkuh tubuh Agis.


"Alhamdulillah, gue ikut senang bra !"Jawab Revan bersalaman dengan Ibra.


"Ya, Van Terimakasih ! ayo kita pulang dan beri kejutan untuk mereka di rumah!"


Ajak Ibra lalu keluar dari bandara bersama dengan kedua nya.


Ibra menceritakan perjalanan mereka di Berlin pada Revan yang menyetir mobil, Revan kagumi usaha dan perjuangan mereka berdua hingga membuah kan hasil yang memuaskan.


"Ya beneran gue sampai melongok lihat Agis, dan sekarang tuh Agis enggak sekurus dulu, maaf ya gis !"


Agis mengangguk dan hanya melempar senyum.


"Apa Agis lagi hamil ?"


Tanya Revan membuat Agis melebarkan matanya.


"Seperti nya begitu, mudah mudahan ya sayang yang pertama membuahkan hasil !"


Ujar Ibra terkekeh sendiri dan Revan menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Ibra, bos nya itu memang punya selera humor yang lumayan.


Jika di kantor mereka memang atasan dan bawahan, tapi kalau di tempat nongkrong mereka teman kala suka maupun duka.


Mereka saling membantu satu sama lain nya, begitu juga dengan Arul.


Tak lama mereka sampai di rumah, Ibra langsung menggandeng tangan Agis keluar dari mobil.


Rosa dan suci langsung menyambut kedatangan mereka dan keduanya tertegun melihat Agis berjalan beriringan bersama Ibra.


"Assalamualaikum..!"


ucap Ibra dan Agis yang mengulas senyum.


"walaikumsalam..., Alhamdulillah Agis kamu udah sembuh ?"


Tanya suci yang langsung memeluk kakak ipar nya itu.


*


**


***


bersambung.

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia 😍😍😍


__ADS_2