
Siang itu Ibra dan Agis mengajak si kembar pergi ke mall untuk bermain di Playground.
Dua baby sitter selalu ikut serta mengawasi si kembar.
Rosa dan Dava juga ikut serta dengan mereka. Saat sampai di wahana permainan Rosa mengajak Agis untuk membeli keperluan bayi lain nya.
"Ibra, kamu tunggu di sini saja. biar ibu yang temani Agis belanja !"
Ucap Rosa dan di angguk kan oleh Ibra.
Dava menghampiri si kembar yang sudah tidak sabar ingin masuk ke wahana mandi bola.
"Hati hati ya sayang !"
Ujar Ibra pada Agis. Istri nya itu melempar senyum lalu pergi bersama Rosa.
"Tinggal pakaian hangat kan yang belum ?"
Tanya Rosa lalu memilih beberapa switer dan pakaian tebal untuk calon cucunya yang berjenis kelamin laki-laki.
Agis menoleh ke arah seorang pria yang ia kenal tengah memilih kaos santai untuk anak nya.
Sudah lama sekali Agis tidak melihat Rayan.
pria itu tengah memilih beberapa pakaian untuk Noval yang berada dalam gendongan nya.
Agis memalingkan wajahnya dari Rayan lalu pergi menjauh dan tidak ingin Rayan melihat keberadaan nya di toko itu.
"Sudah selesai gis. Ayo kita kembali ke atas !"
Ajak Rosa setelah membayar belanjaan mereka di kasir.
Agis melangkah dengan cepat karena tidak ingin Rayan melihat nya.
Ibra tersenyum melihat agis dan sang ibu yang berjalan ke arah nya dengan beberapa paper bag.
"Sebentar belanja nya sayang ?"
Tanya Ibra meraih tangan Agis lalu Rosa menelpon supir agar naik untuk membawa belanjaan mereka.
"Sebentar karena hanya b beberapa saja yang kita beli. Sebelumnya kan sudah belanja !"
jawab Agis lalu menoleh ke arah Seorang yang masuk ke wahana play ground tersebut.
__ADS_1
Rayan menoleh sekilas ke arah Agis yang tengah bersama Ibra. Ia membawa Noval untuk bermain di Playground tersebut.
Ibra merangkul pundak Agis lalu duduk di kursi tunggu. Rosa sendiri menghampiri Dava yang tengah menemani si kembar bermain.
Rayan menoleh sekilas ke arah Agis yang tengah duduk bersandar pada Ibra. Terlihat perut nya sudah besar, seperti nya usia kandungan Agis mencapai sembilan bulan.
Rayan membiarkan Noval bermain di temani baby sitter nya. Ia termenung sendiri mengingat kedua putri nya yang sudah tiada.
Mungkin mereka sudah besar jika ada, Namun hal itu hanya angan-angan saja sebab keduanya pergi sebelum ia tahu keberadaan nya dan sekarang Agis sudah bersama Ibra.
Rayan memperhatikan Noval yang bermain bersama si kembar anak Ibra. Rayan merasa tidak nyaman berada di tempat itu apalagi melihat Agis dan Ibra.
Gegas ia beranjak meninggalkan tempat itu dan meminta baby sitter mengawasi Noval.
"Seperti nya ada yang tidak nyaman !"
Gumam Ibra tersenyum dalam hati melihat Rayan pergi dari tempat itu.
Agis sendiri bersikap acuh sambil menikmati es krim nya.
"Sava, Marwah. Sayang ayo pulang nak. Ibu punya es krim !"
Ujar Agis menghampiri si kembar yang tengah bermain mandi bola.
Ujar Noval lirih menghampiri Agis.
Agis memindai wajah putra dari mantan suami dan sahabat nya Erika. Noval tampan dan sangat mirip dengan Rayan.
Sesuatu yang memang Rayan ingin kan sejak lama, memiliki seorang anak laki-laki.
Agis senyum lalu menyodorkan satu es krim pada Noval.
Semua sudah berlalu dan anak ini tidak memiliki dosa, Mana mungkin Agis bersikap tidak ramah.
"Terimakasih ate !"
Agis mengangguk sambil mengusap kepala putra sahabat nya itu.
Ibra mengulas senyum lalu merangkul pundak Agis kemudian mencium pipi nya.
"Mas !"
Ibra terkekeh kecil lalu mengajak Agis dan si kembar untuk pulang.
__ADS_1
"Mas rasa Rayan tidak akan mengenal kan Noval pada Erika ?!"
Ujar Ibra berjalan beriringan bersama Agis.
"seperti nya begitu !"
Jawab Agis sudah tahu akan hal itu. Ia sendiri tidak ingin memikirkannya. Kasihan Noval jika mengetahui kenyataan pahit itu.
Agis dengar kalau kondisi Erika semakin membaik. Yuna sendiri kini tinggal bersama nenek nya dan jika siang ia membantu bibi di toko.
"kita langsung pulang ya sayang !"
Ucap Ibra membuka pintu mobil.
"Ya mas !"
Jawab Agis mengulum senyum lalu masuk bersama si kembar.
Rayan kembali ke tempat itu. Ia tidak melihat Agis dan Ibra di tempat itu. Terlihat Noval duduk bersama baby sitter tengah menikmati es krim.
"Noval... sayang kamu punya es krim ?"
Tanya Rayan berjongkok di hadapan Noval yang mengulas senyum.
"Ya, Dapat dari ibu Agis pak !"
jawab baby sitter membuat Rayan tertegun.
"Agis ?"
Baby sitter mengangguk kecil.
"Ya sudah Noval ayo pulang sayang !"
Ajak Rayan lalu menggendong Noval yang tengah menghabiskan es krim tersebut.
Rayan tidak bisa membohongi perasaannya bahwa ia masih saja merasa cemburu dan sakit melihat Agis bersama Ibra.
Ia lepas dengan berat hati, namun Rayan rela jika ia bahagia.
Melihat ia bahagia adalah episode terakhir ia mencintai perempuan itu.
****
__ADS_1
Terimakasih yang masih setia dan berkunjung 😍😍😍