Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Penyembuh luka.


__ADS_3

Agis tertegun membaca pesan dari Ibra yang mengatakan bahwa weekend ini dia akan datang bersama keluarga besar nya.


"Apa tidak salah ?"


Tanya Agis menghela nafas panjang.


"Ada apa Agis ?"


tanya Susanto duduk di hadapan Agis yang tampak bingung.


"Mas Ibra mau datang weekend ini dengan keluarga nya paman !"


Jawab Agis dan di pahami oleh Susanto mengapa Agis tampak bingung.


"Agis baru saja mengalami kegagalan dan takut jika hal itu kembali terulang !"


Tambah Agis menghela nafas panjang mengingat Rayan, mungkin sekarang sudah bahagia bersama Erika.


"Tapi paman rasa seseorang yang pernah mengalami kehilangan tidak akan menyia-nyiakan seseorang yang berada di samping nya, meskipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sebab manusia itu sifat nya berubah dan Paman lihat seperti nya Ibra baik Agis, kita lihat bagaimana keluarga nya terlebih dahulu. Yang terpenting mereka mau menerima kamu apa adanya sekarang gis, Jangan sampai seperti dulu !"


Susanto ingat wajah tidak ramah yang Devita tampak kan saat sampai di hadapan keluarga Agis, Susanto bisa menilai kalau ibunya Rayan tidak menyetujui hubungan mereka.


"Hum, ya Agis juga sudah mengatakan hal itu pada mas Ibra dan bahkan Agis memberi tahu dia kalau Agis enggak bisa kasih dia anak !"


Susanto mengangguk dan sang istri ikut bergabung dengan mereka.


"Apa kamu ragu dengan Ibra ?"


Agis mengedikan bahu nya tanda tidak tahu.


"Mas pahami apa yang kamu rasakan gis, dan Mas siap menjadi pengobat luka hati kamu, bersama kita satukan kepingan hati kamu yang hancur !"


Agis terpaku mengingat ucapan Ibra sebelum ia pulang ke jakarta.


benarkah pria itu tulus ?


"Ya sudah gis jangan terlalu memikirkan hal itu, nanti kita persiapkan untuk kedatangan mereka kemari !"

__ADS_1


Agis mengangguk.


Kata orang Saat kita terluka oleh pria maka obat nya juga pria, bukan sebagai pelarian tapi penyembuh luka seperti yang Ibra katakan.


***


Rayan langsung menghubungi pengacara nya meminta untuk mengurus kasus dokter gadungan itu, Ia tidak akan tinggal diam saja karena semua bukti sudah berada di tangan nya.


"kita akan urus masalah ini secepatnya pak Rayan dan saya akan langsung hubungi pihak kepolisian..."


Rayan mengangguk dengan mantap.


Siang ini Rayan berencana untuk datang ke Bandung menemui Agis perihal permohonan maaf dari sang ibu pada Agis, Ramlan memintanya untuk segera menemui Agis agar ruh sang ibu tenang di sana, Namun pekerjaan membuat Rayan mengundurkan niat nya itu.


Waktu sudah sore Rayan memutus kan untuk pulang ke rumah, Ia sangat merindukan Noval setelah beberapa hari menginap di rumah Utama.


"Weekend saja aku ke Bandung."


Gumam Rayan dalam hati lalu melakukan mobil nya menuju kediaman Erika.


"bang, kamu sudah pulang?


Rayan mengangguk sambil mengulas senyum lalu duduk di depan Noval.


putra nya begitu tampan hanya saja Bibir nya sedikit bermasalah dan Bulan depan tepat Noval berusia enam bulan dan Rayan akan kembali membawa nya ke Jerman.


"Anak ayah yang Soleh."


Ujar Rayan mencubit pipi nya cabi.


"Aku mau balik kantor bang!"


Ujar Erika membuat Rayan mendongak ke arah nya.


"Aku dengar Andi sudah mengundurkan diri !"


sambung Erika dan di anggukan oleh Rayan.

__ADS_1


"Ya nanti saja setelah kita kembali dari Jerman karena bulan depan kita akan kembali membawa Noval !"


jawab Rayan dan di anggukan oleh Erika, Ia mengikuti nasehat sang ibu agar menjadi istri yang baik untuk Rayan karena Ia mencapai semua ini mengorbankan persahabatan nya dengan Agis dan seharusnya Ia tidak menyia-nyiakan keberadaan Rayan di samping nya.


***


Weekend...


Agis sudah bersiap menyambut kedatangan keluarga Ibra, Bibi sudah memasak banyak makanan untuk menjamu tamu yang akan datang.


Agis tampil cantik dengan dress berwarna tosca senada dengan pasmina nya, namun Agis berkecil hati karena secantik apapun dress yang ia pakai tak akan terlihat karena ia bisa duduk di kursi roda.


"jika rasa ragu itu merajai hati mu maka minta lah petunjuk pada sang pencipta di sholat istikharah..."


pesan Ibra sebelum Agis memberikan jawaban ya, Agis melaksanakan sholat istikharah seperti saran Ibra dan ia menemukan keyakinan untuk menerima Ibra menjadi teman hidup nya.


Ibra sendiri saat ini sudah berada di perjalanan dan sebentar lagi sampai di kediaman Agis, ia membawa serta si kembar dan Suci sang adik yang kemarin mengurus perceraian Agis dan Rayan.


Suci mendukung Ibra dengan agis tentu nya, ia tahu kalau Agis perempuan yang baik dan justru suci heran dengan mantan suami nya.


Kenapa ia menyianyiakan perempuan sebaik Agis dan yang lebih parah ia berselingkuh dengan sahabat nya sendiri.


"Sebenarnya enggak akan terlalu parah kalau dia bukan berselingkuh dengan sahabat aku tapi yang terjadi seperti itu, aku kecewa bahkan sakit karena Rayan dan Erika sudah membohongi dan menghianati nya, Erika sahabat aku sejak lama dan aku merasa masih seperti mimpi dia melakukan hal itu!"


Suci teringat cerita Agis tentang permasalahan yang terjadi dengan kehidupan rumah tangga nya, bukan hanya kehilangan suami tapi sahabat yang dulu selalu menjadi teman dalam suka duka, dan pada akhirnya memberikan duka.


Rayan terheran melihat beberapa mobil berhenti di depan rumah Agis, Ia juga melihat rumah Agis tampak ramai!


"sebenarnya ada apa ? tanya Rayan sendiri memperhatikan kondisi tersebut dari dalam mobil.


*


*


***


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2