Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Ektra part delapan.


__ADS_3

Hal Hebat


*


Lagu oleh Govinda


*


Di hidup ini


Telah ku singgahi banyak cinta


Namun tak pernah aku temui cinta


Sekuat aku menginginkan dia.


Hal hebat kurasakan


Kini dicintai seseorang


Yang ku pun mencintai


Itu sempurna.


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya.


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya.


Dalam diam ku


Kupanjatkan selalu doa untuknya


Jodoh bukan soal sempurna


Namun yang mampu tangguh tuk bertahan


Dan berjuang.


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya.


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya.

__ADS_1


Ho


Takkan siakan dia


Belum tentu ada yang seperti dia


Satu dunia tahu aku bahagia


Banyak pasang mata saksinya. ho


Takkan duakan dia


Belum tentu esok kan masih ada


Kesempatan tak datang kedua kalinya


Hargai dan jaga hatinya.


Hatinya takkan siakan dia


Takkan siakan dia


Takkan siakan dia.


...----------------...


Agis tertegun memangku putra nya menatap Ibra yang menyanyi di depan forum.


Acara aqiqah berjalan dengan lancar dan Ibra sengaja mempersembahkan lagu itu untuk istri nya.


Agis senyum dengan mata berkaca kaca menanggapi hal itu.


Ibra mengulas senyum lalu menghampiri Agis yang langsung mendekap erat tubuh nya sambil terisak.


"Kenapa menangis ?"


"Jika dulu aku menangis karena tersakiti, maka saat ini ku menangis karena bahagia memiliki suami seperti kamu, mas."


Jawab Agis lalu memeluk si kembar.


"Aku tidak merasakan kehilangan Anak ku karena ada si kembar dan kamu yang begitu tulus mencintai aku !"


Sambung Agis membuat Ibra kembali mendekap nya erat lalu mencium pucuk kepala nya.


"Mas sayang sama kalian, saat ini Mas hanya mengupayakan kebahagiaan kamu dan anak anak !"


Jawab Ibra membuat mereka yang melihat juga ikut terharu.


Bibi dan Susanto juga ikut terharu melihat hal itu.


"Linda, aku rasa kamu juga bahagia di sana dengan suami dan cucu mu...!"


gumam Susanto lega karena kini Agis sudah menemukan seseorang yang benar-benar tulus menyayangi nya.


Reni juga lega karena si kembar tetap mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang besar dari keduanya.


Ia tidak lagi khawatir dengan kedua cucunya, Reni juga merasa kalau Azizah juga sudah tenang karena si kembar memiliki ibu pengganti yang baik dan benar menyayangi keduanya.


Sekarang ia bisa pulang dan tidak perlu merasa cemas lagi.


*


Yuna dan Alan pamit usai acara selesai. Alan hendak mengantar Yuna ke lapas.


Yuna tertegun mengingat percakapan dengan Agis sebelum mereka meninggalkan kediaman keluarga besar Ibra.

__ADS_1


Agis membawakan Erika banyak makanan dan minuman.


"Kak Agis kok enggak benci sama kak Erika ?"


Tanya Yuna memindai wajah Agis yang langsung termangu.


"Mau nya seperti itu, tapi untuk apa ? Saat ini kak Agis sudah menemukan seseorang yang membuat kakak berarti dan bahagia. Kak Agis enggak mau tersiksa oleh kebencian yang hanya akan merusak hati.


Semua orang pernah melakukan kesalahan dan semoga hal itu menjadi pelajaran untuk kita semua, bukan cuma untuk kakak kamu. Kita sama-sama belajar aja bahwa apa yang kita tanam itulah yang akan peroleh. Kakak juga lihat kalau Alan sayang sama kamu, semoga kamu paham apa yang seharusnya kamu lakukan !"


Cakap Agis membuat Yuna terpaku lalu menoleh ke arah Alan yang berada di samping nya.


Alan tengah memainkan ponselnya, Tapi Alan bilang kalau ia menganggap nya seperti adik sendiri.


"Kamu kenapa Yuna ?"


Tanya Alan memindai wajah Yuna yang seperti tengah berpikir.


"enggak apa-apa !"


jawab Yuna lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.


Tak berapa lama mereka sampai di halaman lapas dimana sang kakak di penjara.


lekas keduanya keluar dari mobil lalu masuk ke gedung berwarna putih itu.


Yuna langsung menghampiri penjaga lapas dan mengatakan hendak menjenguk sang kakak.


"Yuna....!"


Seru Erika langsung memeluk Adiknya itu.


"Kakak...!"


Jawab Yuna sembari terisak.


"kamu sehat ?"


Tanya Erika memindai keseluruhan adiknya yang kini menggunakan hijab.


"Sehat kak. Bagaimana keadaan kak Erika ?"


Erika menoleh ke arah Alan yang duduk di kursi tunggu. Alan hanya melempar senyum kecil.


"Oh ya, Yuna bawa makanan untuk kakak. Dari kak Agis !"


Ujar Yuna lalu menceritakan tentang Agis yang sudah melahirkan dan baru selesai menggelar acara tasyakuran aqiqah putranya.


Erika mengangguk sambil mengulum senyum.


Ia rasakan kalau Sahabat nya itu sudah bahagia dengan Ibra.


Sahabat ? Masih pantaskah menyebut nya sahabat mengingat kelakuan nya yang justru seperti musuh. Namun Agis tidak akan pernah memusuhi nya walaupun ia sudah menjadi pengkhianat.


"Terimakasih Alan. Sampaikan pada kakak kamu kalau kakak sangat berterimakasih karena kalian sudah begitu baik pada kami !"


Ujar Erika menundukkan kepalanya merasa malu sendiri.


Semoga Yuna menjadi pribadi yang baik dalam lingkungan keluarga Agis di bandung.


Alan hanya mengangguk dan membiarkan keduanya berbincang melepas rindu.


Satu jam berlalu usai itu mereka pamit. Supir akan mengantarkan mereka ke bandung setelah itu Alan akan pergi ke Jawa menggunakan kereta.


terimakasih yang masih setiap 😍😍😍👍👍

__ADS_1


...****************...


__ADS_2