Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
lebih indah.


__ADS_3

Siang itu Ibra mengajak Agis ke studio musik milik Jimi.


Rosa tadi memberi tahu Ibra bahwa ia dan pak Dava akan menikah dua pekan yang akan datang sepulang Agis dari Bandung.


Ibra tidak mempermasalahkannya begitu juga suci, keduanya mendukung dan mengharapkan kebahagiaan untuk sang ibu yang selama ini sudah banyak berjuang untuk mereka berdua.


"jadi pak Dava itu teman pak Arifin ?"


tanya Agis. kini mereka dalam perjalanan menuju studio.


"ya sayang, dia itu pebisnis hebat seperti ayah. dia memiliki perusahaan automotif dan bisnis jam mahal."


jawab Ibra mengingat percakapan nya dengan Rosa.


Rosa mengatakan pada Ibra kalau ia tidak perlu membeli rumah baru karena kemungkinan setelah menikah ia akan tinggal bersama Dava dan tentunya rumah akan kosong jika Ibra pindah. dan tentunya Ibra menuruti perkataan sang ibu.


"Sayang kamu mau beli apa ?"


Tanya Ibra membuat Agis menoleh.


"Apa mas ?"


tanya balik Agis tidak paham dengan pertanyaan Ibra.


"mobil, perhiasan atau apa gitu ?"


Tanya Ibra membuat Agis terkekeh kecil.


"Apa sih kamu Mas ?"


"Ya, mas serius !"


"mobil sudah ada, perhiasan banyak dan untuk apa membeli sesuatu yang masih tersedia di rumah. lebih baik uang nya kita tabung saja mas, kalau tidak kita bagi pada mereka yang tidak mampu !"


Jawab Agis membuat Ibra tertegun mencerna ucapan istri nya.


Istri nya memang baik dan selalu ingin berbagi dengan mereka yang kekurangan.


tak berapa lama mereka sampai di studio musik Jimi.


Ibra langsung mengajak Agis masuk ke dalam studi.


"Hai....Kak ! ayo masuk !"


Ujar jimi menyambut kedatangan kedua kakaknya itu.


Agis memperhatikan sekeliling studio tersebut. lebih besar dari perkiraan nya dan ternyata studio musik Jimi sudah mencetak beberapa artis terbaru yang lagunya laris di pasaran.


"gimana mau coba enggak kak?


Aku ada sebuah lagu yang cocok untuk kalian berdua !"


ucap Jimi lalu memberikan sebuah naskah untuk di baca langsung oleh Agis.


"kak Agis cuma perlu latihan aja, kalau soal suara sih Jimi tidak meragukan nya !"


Sambung Jimi membuat Agis senyum.


"Jangan terlalu memuji. biasa aja kok Jim, aku kan cuma penyanyi kafe !"


Jawab agis senyum membuat Ibra terkekeh Kecil.


"ya siapa sangka kalau penyanyi kafe itu ternyata yang punya kafe."


jawab Ibra mengingat pertemuan pertama mereka.


Lalu seorang menghampiri dan memberikan Agis pengarahan tentang lagu tersebut.


Agis mendengar kan dengan seksama dan mencoba mengikuti pria itu menyanyikan lagu tersebut.


...----------------...


*Lebih Indah


Lagu oleh Adera

__ADS_1


****


Saat ku tenggelam dalam sendu


Waktu pun enggan untuk berlalu


Ku berjanji 'tuk menutup pintu hatiku


Entah untuk siapa pun itu


Semakin kulihat masa lalu


Semakin hatiku tak menentu


Tetapi satu sinar terangi jiwaku


Saat ku melihat senyummu


Dan kau hadir merubah segalanya


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


Dan membuatku utuh


'Tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku


Hu-uh-uh-uh


(Untukku)


Kini ku ingin hentikan waktu


Bila kau berada di dekatku (di dekatku)


'Kan kupetik satu untukmu


Dan kau hadir merubah segalanya (segalanya)


Menjadi lebih indah


Kau bawa cintaku setinggi angkasa


Membuatku merasa sempurna


Dan membuatku utuh (membuatku utuh)


'Tuk menjalani hidup


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku


Kupercayakan


Seluruh hatiku padamu (padamu)


Kasihku, satu janjiku


Kaulah yang terakhir bagiku


Ho-oh-ho-ho-uh


Uh, dan kau hadir merubah segalanya


(Menjadi lebih indah) Uh, lebih indah


(Kau bawa cintaku) Kau bawa cintaku (setinggi angkasa)

__ADS_1


(Membuatku merasa sempurna)


Oh, membuatku utuh


('Tuk menjalani hidup)


Berdua denganmu selama-lamanya


Kaulah yang terbaik untukku


Yang terbaik untukku


Hu-hu-hu, hey, yeah


Hey, yeah, hey


...----------------...


Riu nama pria yang menuntun Agis bernyanyi lagu itu. Ibra mengulas senyum saat melihat Agis bernyanyi dengan penuh penghayatan.


Agis bahkan selalu bernyanyi sebelum mereka terlelap dan hal itu membuat Ibra kagum dengan penghayatan lagu nya.


"Suara nya bagus !"


Ucap pria berusia Empat puluh tahun itu mengulas senyum.


"jadi kapan bisa rekaman ?"


Tanya Jimi memperhatikan pria itu berpikir.


"Seminggu ini kita latihan dulu ya. setelah itu kita langsung rekaman !"


jawab pria itu dan di anggukan oleh Agis.


"Terima kasih Jim !"


Ujar Ibra lalu pamit karena ia harus kembali ke kantor setelah mengantar Agis pulang ke rumah.


"ya kak, besok minta jemput saja kalau sibuk !"


ujar Jimi.


"ya, nanti ada supir !"


jawab Ibra lalu mereka masuk ke dalam mobil.


"gimana dek ? kamu siap ?"


Tanya Ibra saat mereka berada di dalam mobil.


"Ya mas !"


Agis sangat senang karena dulu pernah memiliki kesempatan itu namun Rayan tidak mengizinkan hingga ia harus memupus harapan nya untuk menjadi seorang penyanyi.


paling tidak ia memiliki sebuah lagu dan memiliki pengalaman bagaimana rekaman di studio musik.


"Makasih ya mas udah izinkan Agis rekaman !"


"ya sayang. Mas pasti dukung kalo hal itu bisa membuat kamu senang.


yang penting kamu bisa menempatkan diri dan enggak lupa sama kewajiban kamu sebagai istri !"


Jawab Ibra mengusap kepala Agis sayang.


Tentu saja Agis tidak akan lupa dengan kewajiban dan tugas nya sebagai istri. Agis menggenggam tangan Ibra lalu mencium nya tulus.


"terima kasih mas !"


Ibra mengangguk lalu melajukan mobil nya menuju rumah.


*


**


***

__ADS_1


bersambung...


terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2