Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Alhamdulillah sah.


__ADS_3

Ibra menjelaskan tentang rencana pernikahan nya dengan Agis pada Rosa, sang ibu tidak keberatan jika itu sudah menjadi keputusan kedua nya.


Rosa akan mendukung apapun yang menjadi keputusan putra nya Itu, Agis sendiri pasrah saja sebab ia memang membutuhkan seseorang untuk melindungi nya tanpa berniat menjadi kan Ibra sebagai pelarian.


"bangkit dan buktikan kalau kamu bisa bahagia tanpa dia,dan buat ia menyesali perbuatannya karena sudah menyiakan cinta mu !"


Batin Agis meracau sendiri mencoba mencari semangat baru.


Agis meminta kembali ke rumah sebabnya kondisi nya juga sudah lebih baik, Ia tidak ingin menggelar acara akad di rumah Sakit.


Susanto langsung mengurus semua nya dan meminta penghulu untuk datang sore ini juga ke kediaman nya.


Bibi juga langsung menyiapkan keperluan untuk acara tersebut, mungkin dengan seperti itu Rayan tidak akan datang untuk mengganggu Agis lagi.


"Agis sebenarnya enggak enak sama ibu Rosa bi.!"


ujar Agis, saat ini ia tengah di dandani oleh perias pengantin.


"Ya itu kan keinginan Ibra, bibi rasa ibunya pahami keinginan Ibra !"


Jawab bibi meyakinkan Agis bahwa Ibra benar-benar ingin melindungi nya.


"Ya sudah gis kamu tenang saja !"


Sambung bibi menggenggam tangan Agis yang dingin.


Bibi dan paman nya tidak menyangka bahwa Agis mengalami keguguran, Berarti mual muntah saat itu ternyata Agis tengah hamil, namun sayang Agis mengalami keguguran karena kecelakaan itu.


Tak lama Rosa datang bersama suci dan yang lain nya untuk menghadiri acara akad tersebut.


"Akad saja dulu ya! setelah semua beres kita buat acara resepsi pernikahan!"


Ujar Rosa berdiri di belakang Agis yang masih di dandani, Agis hanya mengangguk saja.


Sebenarnya Ibra khawatir kalau Rayan terus membujuk Agis agar mau rujuk dengan nya, sementara ia terlanjur jatuh hati pada Agis dan ingin memberikan pelajaran pada Rayan bahwa tidak semua mudah ia gapai apa lagi seseorang yang sudah ia sakiti.


"Saya terima nikahnya dan kawin nya Agista Nayla binti Muhammad Umar dengan mas kawin mas lima puluh gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai !"


Ujar Ibra di depan penghulu membuat Agis membeku seketika.


"Sah ? sah ? Alhamdulillah !"

__ADS_1


Detik ini Ia sudah berganti menjadi istri seorang Ibrahim Siddiq.


Agis meraih tangan Ibra lalu mencium nya kemudian Ibra mencium kening nya.


Ibra bernafas lega karena kini keduanya sudah sah menjadi suami istri,dan Ibra tidak akan menyiapkan waktu selain untuk membahagiakan istri dan anak anak nya.


"Alhamdulillah sudah sah! paman titip kan Agis dan paman minta jaga baik baik keponakan paman ini !"


ujar Susanto dengan mata yang berkaca-kaca mengingat apa yang terjadi dengan Agis, kasihan dengan penderitaan yang dialami nya.


"Ya paman, Ibra akan jaga Agis dengan baik !"


jawab Ibra lalu mengusap kepala Agis.


Malam itu juga Ibra mengajak Agis ke jakarta, karena Ia juga harus mengurus pekerjaan nya setelah tertinggal beberapa hari ini.


"Alan boleh ikut dengan kakak !"


ujar Ibra pada Alan.


"Enggak usah kak, Hum.. Alan di sini saja dengan Paman. Alan hanya pesan tolong jaga kak Agis !"


Ujar Agis lalu merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Alan adiknya.


"Ya jarak jakarta Bandung kan tidak jauh !"


jawab Alan menghapus air mata yang mengalir di pipi kakak nya, ia lega karena kini sudah ada yang menjaga Agis.


Setelah acara selesai mereka langsung memutuskan pulang ke jakarta, Ibra membawa Agis ke kediaman nya.


"Kamu jangan sungkan sama Ibu ya Agis !"


Ucap Rosa dan di anggukan oleh Agis.


sebenarnya Rosa juga mengalami hal yang sama dengan Agis, Suaminya berselingkuh dengan sahabat nya sendiri dan saat ini ayah Ibra berada di London bersama sahabat nya itu, sementara Rosa memilih untuk tetap sendiri dan fokus membesarkan kedua nya, Ibrahim dan suci.


Rosa dengar hingga saat ini mantan suaminya atau ayah Ibra tidak memiliki anak dengan sahabat nya itu, dan tentu saja Rosa meyakini bahwa tuhan tidak pernah tidur dan Ia maha adil, hingga kebahagiaan tidak akan pernah berpihak pada mereka yang sudah membuat basah mata seseorang karena air mata.


**


Dua jam berlalu Mereka sampai di kediaman Rosa, rumah nya cukup besar dan perusahaan yang kini Ibra pimpin adalah hasil jerih payahnya tanpa seorang suami, namun ia mampu membuat kedua anak nya sukses.

__ADS_1


"Langsung istirahat saja bra, dan seperti nya si kembar juga sudah tidur !"


Rosa memang tidak mengajak si kembar sebab khawatir kedua nya kelelahan.


"ya, Bu...!"


Jawab Ibra mendorong kursi roda ke dalam kamar.


Agis tertegun saat masuk ke dalam kamar Ibra, jantung nya berdetak serasa tidak karuan.


"Kita sholat isya dulu ya! nanti mas bantu kamu untuk ganti pakaian !"


Cakap Ibra membuat Agis membeku tidak bersuara.


Ibra menoleh pada Agis yang tidak menjawab, ia sendiri paham dengan apa yang Agis rasakan karena mungkin ia malu dan tidak terbiasa dengan nya.


Agis terpaku saat Ibra berjongkok di hadapannya sambil meraih tangan nya.


"kenapa ?"


Tanya Ibra mengulas senyum lalu mencium kening Agis.


"Jangan sungkan katakan saja apa yang ingin kamu sampaikan, atau apa yang kamu rasakan saat ini !"


Ujar Ibra semakin membuat Agis semakin membeku.


"Mas....?"


"hum ?"


Ibra senyum lalu mengangkat tubuh Agis untuk duduk di ranjang.


"Mas ke kamar mandi duluan ya, Mas tidak akan memaksa dan paham kalau kamu belum terbiasa !"


Ujar Ibra lalu melangkah namun terhenti saat Agis meraih tangan nya.


**


***


****

__ADS_1


Bersambung.


terimakasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2