MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 100 - GEMPA


__ADS_3

1 minggu kemudian, Gara sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sekeluarnya dari rumah sakit, Gara mendumel kesal di kamar karena order makanan yang dipesan Dina belum datang datang. Sudah satu jam lebih Gara menunggu, tapi tidak ada tanda tanda pesanan makananya datang.


"Duh, kok kurirnya belum datang datang sih. apa ramai banget ya? sudah lapar juga nih perut," ucap Gara


Gara saat itu keluar dari kamarnya untuk mencari Dina. Ketika keluar dari kamar, awalnya Gara berpikir Dina menunggu kurir di halaman rumah. Namun bunyi orang menggoreng di dapur mengalihkan perhatian Gara


"ada suara masak? siapa yang masak? bukanya Dina tadi pesan makanan," jawab Gara


Gara saat itu berjalan menuju dapur untuk menjawab rasa kepenasaranya. Sesampainya di dapur, Gara melihat Dina sudah mulai menata makanan


"Abang lapar ya, maaf aku baru selesai masak nasi kuning untuk abang. ada lauknya ayam goreng tumis buncis dan orek tempe. semoga abang suka," ucap Dina


"Bukanya tadi kamu bilang order makanan, terus nanti orderanmu gimana?" tanya Gara


"Maaf, aku tadi cancel karena aku mau masak ini. kemarin aku lihat abang pingin banget makan nasi kuning. jadi aku buatkan," jawab Dina


Dina membuatkan Gara tumpeng nasi kuning untuk makan siang. Tumpeng nasi kuning dibuat Dina karena ingin mewujudkan keinginan Gara. Semalam, Gara mengutarakan enaknya menjadi juri masterchef karena puas mencicipi banyak masakan enak dari peserta masterchef. Dan kebetulan makanan yang dibuat adalah tumpeng nasi kuning


"Abang kemarin hanya ngedumel nonton televisi. ini banyak sekali sayang, kamu pasti capek masaknya," ucap Gara


"Nggak kok, selama di rumah sakit jaga abang aku nggak pernah masak. jadi aku kangen mau masak," jawab Dina


"Kamu memang luar biasa sayang. baiklah, sekarang ayo kita makan. abang tahu kamu pasti lapar juga sama kaya abang," saut Gara


Dina mengangukan kepalanya menuruti Gara


++++++++++

__ADS_1


1 jam kemudian, Gara saat itu mulai mencari informasi lowongan pekerjaan di perusahaan tempatnya bekerja. Namun hasilnya , Gara mendapat balasan jika perusahaan tempatnya bekerja tidak membuka open recruitmen karyawan.


Bagi Gara, Handoko dan jajaranya di perusahaan sangat licik. Semenjak jabatan Gara sebagai CEO lengser, Gara tidak mendapat posisi apapun di perusahaanya. Sehingga nasib Gara saat ini sama halnya seperti dipecat.


"Semua memang licik. awas saja. aku akan membalas apa yang kalian lakukan kepadaku," ucap Gara


Tak lama kemudian, Dina saat itu datang membawakan susu hangat dan biskuit.


"Bang, ini susu dan biskuitnya," ucap Dina


"Terima kasih sayang, kamu selalu saja seperti ini," jawab Gara


Gara kamudian meminum susu hangatnya, sementara Dina melihat layar laptop yang berada di meja. Dina saat itu fokus membaca tulisan yang ada di layar laptop. Hingga tanpa Dina sadari, Gara memperhatikan aksi Dina yang tengah fokus di layar laptopnya


"Ada apa sayang?" tanya Gara


"Pinginya iya sayang, abang mau mengusut apa yang terjadi hingga ayah meninggal. tapi Handoko dan jajaranya sangat licik. mereka seperti mencegah abang agar tidak bisa masuk dalam perusahaan lagi," jawab Gara


"Menurutku apa yang terjadi sama abang ini, merupakan kerja sama antar dua belah pihak yang ingin menjatuhkan abang. pertama ada pihak yang menginginkan ambil alih kekuasaan dan pihak yang menginginkan rumah tangga kita pecah," ucap Dina


"Menginginkan rumah tangga kita pecah? maksudmu?" tanya Gara


"Jadi Dirga asisten sekretaris abang itu adalah sepupu dari Fabian. aku sudah menemuinya. mereka berdua sangat suka cita melihat kehatuhan abang saat ini. Bahkan Fabian sempat memberikanku tawaran konyol agar abang bisa kembali ke perusahaan," jawab Dina


"Tawaran konyol seperti apa?" tanya Gara


"Dia akan membantu abang masuk dalam perusahaan asal aku harus bercerai dengan abang dan mau menikah denganya," jawab Dina

__ADS_1


"Dia gila, kamu jangan temui dia lagi," saut Gara


Tak lama kemudian, tiba tiba Dina dan Gara merasakan lantai rumahnya bergetar, benda disekelilingnya bergerak dan lampu gantung rumahnya bergoyang. Dina saat itu merasa panik dengan keadaan disekelilingnya


"Bang, ini kok semua goyang?" tanya Dina panik


"Ini gempa sayang, kamu tenang jangan panik," jawab Gara


"Apa? gempa?" tanya Dina panik


"Tenang sayang, jangan panik. ayo ikuti abang," jawab Gara


Gara saat itu mengajak Dina berlindung diri dibawah meja makan. Di dibawah meja makan, Gara memeluk Dina yang sedang ketakutan. Dina merasa ketakutan dengan keadaan saat ini karena pertama kali dalam hidupnya merasakan goncangan gempa.


"Bang, mengapa nggak keluar saja? nanti kalau kejatuhan barang gimana? mumpung gempanya selesai," tanya Dina


"Gempanya sepertinya kuat sayang, tidak memungkinkan tadi keluar, kita tunggu 15 menit lagi lalu kita akan keluar dari sini," jawab Gara


15 menit kemudian, Gara dan Dina sudah kembali ke kamar. Sesampainya di kamar, Gara mengecek informasi gempa dari BMKG di ponselnya. Informasi dari BMKG mencatat ada gempa M7.2 kedalaman dangkal 13 km di darat dan pusatnya tak jauh dari daerah Gara dan Dina tinggal. Di berita banyak bangunan roboh karena getaran gempa terdeteksi MMI III-IV yang artinya dapat dirasakan banyak orang.


"Sayang, barusan memang gempanya besar M7.2," ucap Gara


"Ya Tuhan, mahasiswa kos keadaannya bagaimana ya bang? kita harus mengeceknya," jawab Dina


Tak lama kemudian, ponsel Dina berderingm


"Sayang, siapa yang telepon?" tanya Gara

__ADS_1


"Adit telepon Bang, mungkin mau mengabarkan keadaan mahasiswa kos disana. semoga baik baik saja, aku benar benar takut Bang. baru kali ini aku merasakan gempa sekuat itu getaranya," jawab Dina


__ADS_2