MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 97 - MENCARI TAHU


__ADS_3

"Bercerailah dengan suamimu dan tinggalkan dia. lalu menikahlah denganku. aku akan membantumu menggulingkan Tuan Handoko jika kamu melakukan itu," ucap Fabian


Degg


Air mata Dina sontak keluar mendengar penawaran sesat yang ditujukan padanya.


"Terima kasih atas tawaranya. kalian memang berhasil menjadi penghianat sejati. dan aku memutuskan akan melawan balik kalian di pengadilan, aku akan berjuang mengusut semua ini," ucap Dina


"Apa kamu bilang? apa telingaku tidak salah dengar?" tanya Fabian


"Iya, aku akan menuntut balik dan mengusut kebenaran," jawab Dina


Tak lama kemudian Dirga datang dan masuk dalam ruangan. Dirga yang tak sengaja mendengar kata kata Dina menuntut balik hanya tertawa.


"Anda mengandalkan surat wasiat dan rekaman suara Tuan Umar yang dimiliki suami anda? coba saja. bukti itu terlalu mentah di persidangan kemarin. sebaiknya cepatlah menyuruh suami anda menandatangani surat penyerahan kuasa itu. biar masa peralihan ini segera berakhir," jawab Dirga


+++++++++++++


Siang hari, Dina sudah kembali di rumah sakit. Dina menceritakan semua yang dilihatnya di perusahaan kepada Gara. Gara yang mendengarkanya tentu sangat kecewa karena banyak orang yang menghianatinya.


"Jadi Dirga dan Yusuf sudah mengatur semua ini?" tanya Gara


"Iya Bang, ini aku sudah print surat penyerahan alih kuasa yang diminta Bu Ayunda. sebaiknya abang tanda tangan saja," jawab Dina


"Abang tidak mau tanda tangan. abang masih ada bukti kuat itu. abang ingin melawan mereka," saut Gara


"Tapi mereka bilang bukti yang abang punya mentah di persidangan. surat yang Tuan


"Kalau abang tanda tangan, itu artinya abang menyerah. abang tidak mau menyerah dengan mudah. abang harus mencari tahu kevalidtan bukti yang mereka miliki. abang juga harus memastikan kalau ayah betul sudah meninggal," ucap Gara


"Mengapa abang tidak yakin kalau ayah meninggal?" tanya Dina


"Di luar negeri ada suster yang selalu mengabari abang seputar keadaan ayah. terakhir tiga bulan yang lalu kesehatan ayah memang menurun karena diabetes yang diderita. jika memang ayah sudah meninggal, suster itu pasti memberi kabar pada abang sejak sebulan yang lalu seperti yang mereka bilang ayah meninggal satu bulan yang lalu," jawab Gara


"Tapi saat ini abang punya waktu 4 hari untuk menandatangani surat ini. apa yang harus kita katakan jika Bu Ayunda kesini lagi?" tanya Dina


"Sebenarnya abang sudah memikirkan rencana ini dengan Adit. tapi abang tak yakin rencana ini berhasil atau tidak. kamu tenang saja, abang tidak akan pasrah begitu saja menyikapi putusan ini," jawab Gara


"Adit? aku pikir sebaiknya abang tidak melibatkan Adit dalam masalah ini. aku tidak ingin Adit ikut bermasalah karena kita," ucap Dina


"Kamu tenang aja, abang tadi sudah banyak ngobrol sama dia. dia mau membantu abang. dia bahkan mengatakan pengacara dari paman Handoko itu wanita resek. dia juga anak pasca sarjana S2 jurusan manajemen bisnis. pasti dia mengenal gambaran di dunia perusahaan," jawab Gara


Dina hanya terdiam dan tidak yakin. Pikiran Dina saat ini takut Adit terlibat dalam masalah perusahaan. Bagi Dina, Adit adalah sosok adik yang menjadi tempat berbagi keluh kesahnya layaknya saudara.

__ADS_1


"Kamu jangan meragukan Adit. tadi pas kamu keluar abang dan Adil sempat cari tahu tentang Ayunda. abang ingin siapkan pengacara untuk melawan paman Handoko kedepan. jadi barometernya abang harus tahu keunggulan si Ayunda itu," ucap Gara


++++++++++++++++


Sementara di sisi lain, setelah pulang dari rumah sakit Adit ditugaskan Gara menjadi penanggung jawab sementara di Kos Ragina putra dan putri. Tugas itu Gara berikan pada Adit karena Gara mulai menjadikann Adit orang kepercayaanya. Gara yakin Adit bisa bekerja sama denganya karena Dina sudah banyak cerita tentang Adit yang dikenal baik keluarga.


Sebenarnya Adit keberatan jika ditugaskan juga di kos cabang putri. Namun Adit terpaksa menerimanya dikarenakan Kos Ragina cabang putri masih baru berdiri dan belum ada mahasiswa yang kenal dekat dan dipercaya oleh pemilik kos.


"Huh, Mas Gara ada aja ngasih tugas. tapi nggak apa apalah kasihan Mbak Dina juga sedang hamil," ucap Adit


Adit saat itu memulai tugasnya dengan mengecek data mahasiswi yang belum membayar kos. Ketika Adit mengecek data, Adit terkejut melihat 10 kamar dari 14 kamar yang ditempati mahasiswi biaya kosnya pada nunggak


"Gile...ini cewek cewek ngeri juga kalau urusan bayar kos. pantes nyet nggak ada mahasiswi sini yang di percaya Mas Gara dan Mbak Dina untuk pegang tanggung jawab" ucap Adit


Adit saat itu tidak ingin para mahasiswi bayar kos nya banyak yang nunggak. Tanpa berpikir panjang, Adit memutuskan mengecek fasilitas kos sembari menagih mahasiswi yang belum bayar kos.


Dengan modal wajahnya yang tampan, Adit berhasil membuat para mahasiswi membayar kos. Awalnya sebagian besar mahasiswi ingin bayar kos ketika ditagih Dina atau Gara. Tapi demi tujuan bisa menatap lama Adit, mahasiswi kos langsung sigap membayar


"Mas ganteng !!!" "Oppa...!!!"


"Kang Adit !!!" "Saranghaeyo..!!!."


(Teriakan mahasiswi menyoraki Adit)


"Huh...pekerjaan mudah yang terasa sangat sulit. sekarang tinggal tagih kamar nomer 20," ucap Adit


Adit saat itu mengetuk kamar 20. Namun ketika pintu terbuka, Adit tiba tiba refleks mengatai mahasiswi di kamar nomer 20


"Astagfirullah? Wanita hantu?" ucap Adit terkejut


"Hei kurang ajar," jawab penghuni kos


+++++++++++++


Kembali di rumah sakit,


Dina saat ini sedang memandikan tubuh Gara. Namun di sela memandikan, Dina teringat sudah ada 2 bulan, Dina tak pernah mengecek Kos Ragina cabang putri.


"Bang, sepertinya nanti malam atau besok pagi aku harus ke Kos. karena aku belum pernah tagih bulanan ke mahasiswi sejak pertama kali aku injakan kaki di Kos Ragina putri. pasti banyak mahasiswi yang nunggak," ucap Dina gelisah


"Kamu tenang saja, aku sudah menugaskan Adit menjadi penanggungjawab sementara di Kos Ragina. Abang yakin dan percaya sama Adit," jawab Gara


"Tapi apa Adit bisa?" tanya Dina

__ADS_1


"Kita tunggu informasi saja besok," ucap Gara


Dina hanya diam dan fokus membersihkan tubuh Gara. Namun ketika Dina melakukan tugasnya, Gara yang saat ini kondisi tanpa sehelai benang mencoba menggoda Dina.


"Sayang..." ucap Gara


"Hmm..." jawab Dina


Gara saat itu memberi kode Dina agar melihat pusakanya yang tegak berdiri. Berkali kali Gara menggerakkan naik turun pusakanya agar Dina melihatnya. Sementara Dina yang melihatnya langsung menolaknya.


"Ini di rumah sakit. abang nggak boleh aneh aneh dulu," ucap Dina


"Kan sekarang di kamar mandi sayang, mandi bareng yuk sayang. sama main bentar. abang lagi pengin," jawab Gara


"Abang masih di infus. susah mandinya. takut lepas kendali nanti. kalau ada tamu ketok pintu dari luar gimana?," ucap Dina


"Tapi abang sangat ingin sayang. sebentar saja. abang nggak bisa tidur kalau begini, kepala abang pusing," jawab Gara


"Kalau berhubungan aku tidak berani jika di rumah sakit. sekali pun saat ini kita di kamar mandi. aku takut kalau ketahuan. kita bisa dapat saksi dari rumah sakit," ucap Dina


"Cuma masuk bentar, pemanasanya bersamaan aja, abang langsung masukin aja," kapabel Gara


Dina akhirnya menyetujui permintaan Gara.


Tak butuh waktu lama, Dina melepaskan pakaianya lalu menggantungkan pakaianya di jemputan pintu kamat mandi.


"Kamu cantik sekali sayang," ucap Gara


Gara langsung berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mendorong infusnya sembari menghimpit pelan Dina ke tembok. Gara tak memberi penekanan saat menghimpit Dina karena Gara menyadari kalau Dina hamil.


"Bang, aku nggak pernah melakukan penyatuan dengan posisi berdiri seperti ini?" tanya Dina


"Rileks sayang, kalau kaki kamu capek nanti gelantungan saja nanti abang gendong" jawab Gara


Sesuai janjinya, Gara melakukan pemanasan sekaligus kegiatan intinya.


"Aaah..Aahh...Aaah..enak banget sayang." erang Gara


"Aaah....jangan keras teriaknya bang," desah Dina


Gara menciumi Dina sembari menghentak hentakan pinggulnya. Setelah sudah sampai ke puncaknya, seperti biasa Gara akan mengerang keras ketika cairanya keluar. Namun sebelum erangan Gara menggemah, Dina mengunci mulut Gara dengan mulutnya


"Eereeeeeemmmp...." erang Gara bersamaan mulut terkunci.

__ADS_1


__ADS_2