
Gara saat itu tidak fokus dengan rangkaian acaranya. Arah tatapan Gara lebih fokus memperhatikan Dina yang duduk sendirian. Namun beberapa menit kemudian, Gara melihat seseorang yang dibencinya duduk bersama Dina. Seseorang itu adalah Luqman penghuni baru di kos Ragina
"Kurang ajar, berani sekali dia ajak Dina, pasti dia sengaja membujuk Dina dengan modus permintaan anaknya, aku tidak bisa diam saja," batin Gara
Tak lama kemudian Berlina datang membawakan minuman untuk Gara..
"Gar, ini minum," ucap Berlina
"Letakan saja di meja," jawab Gara
"Ok, aku taruh di meja," saut Berlina
Gara kemudian kembali fokus melihat Dina yang sepertinya menikmati jalanya acaranya. Sementara Berlina yang sadar Gara tidak fokus melihat acara langsung menegurnya
"Gar, kamu lihatin apa sih? ada temanmu disini?" tanya Berlina
"Tidak ada," jawab Gara
"Terus mengapa kamu fokus lihatin arah kiri? kamu melihat apa?" tanya Berlina
Gara saat itu masih terus fokus memperhatikan Dina. Gara seperti tidak rela melewatkan sedetik pun mengawasi interaksi Dina dan Luqman. Sementara Berlina yang dicuekin Gara memilih fokus menunggu anaknya tampil.
++++++++++++
Di kursi nomer 32, Dina sangat canggung melihat Luqman yang duduk disampingnya. Ditambah lagi, hatinya gelisah melihat pria berkaca mata hitam yang duduk di kursi nomer 40. Dina ingin sekali menelepon Gara tetapi dirinya takut jika Gara mengetahui dirinya berada di luar rumah.
"Mengapa aku merasa pria itu Bang Gara? tapi pria itu pakai kaca mata, aku mau memastikanya takutnya Bang Gara malah marah tahu aku diluar rumah," batin Dina
Sementara Luqman yang melihat Dina nampak gelisah langsung menanyakan keadaanya
"Mbak, apa ada masalah? Mbak terlihat gelisah?" tanya Luqman lirih
"Bisakah aku izin pulang? aku takut kemalaman," jawab Dina
"Nanti saja saya antar Mbak, saya tidak mungkin membiarkan Mbak pulang sendirian," ucap Luqman
"Tidak apa apa, aku akan pulang sekarang. ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal," jawab Dina
__ADS_1
"Mbak saya mohon sebentar saja, habis Icha tampil kita pulang, saya tidak ingin Icha sedih pas tampil tidak ada Mbak disini" saut Luqman
Dina akhirnya menyetujui ingin pulang setelah Icha tampil.
15 menit kemudian, Icha bersama keempat temannya tampil membawakan tari jaipong. Icha bersama keempat temanya walaupun masih anak anak sangat kompak saat menari. Dina yang melihat Icha jago menari bertepuk tangan dan tersenyum bangga.
"Mas, Icha jago sekali menari. irama lagu dan gerakanya pas," ucap Dina
"Dia sejak kecil memang suka berjoget, makanya saya masukan ke TK ini untuk mengasah bakat menarinya itu, dan ini penampilan perdananya di panggung," jawab Luqman
"Hebat loh Mas, padahal masih 4 tahun," saut Dina
"Iya, anaku memang pintar," jawab Luqman
Dina dan Luqman saat itu terlihat antusias melihat Icha menari di panggung. Namun, berbeda dengan Gara yang dilanda kecemburuan melihat keakraban Dina dan Luqman. Gara tak ingin Dina semakin terhanyut dalam pesona Luqman. Tanpa berpikir panjang, Gara menelepon Dina.
"Aku tidak akan membiarkan cowok itu tebar pesona pada istriku, awas saja kamu !!! ," batin Gara
++++++++++++++++
Dina dan Luqman saat itu terus bertepuk tangan menyaksikan Icha tampil. Namun, Dina dan Luqman menghentikan tepukannya saat ponsel Dina berdering.
"Eh iya," jawab Dina
"Siapa Mbak?" tanya Luqman
"Maaf Mas, aku ke toilet bentar ya," jawab Dina
Dina saat itu berjalan menuju toilet untuk menerima telepon. Sesampainya di toilet, Dina terkejut melihat nama Gara yang meneleponnya.
"Apa? Bang Gara telepon? bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan? apakah Bang Gara mencariku?," ucap Dina
Dina saat itu melihat jam di ponselnya masih pukul 19.30 WIB. Artinya, Gara masih belum sampai rumah karena lembur. Daripada berbohong, Dina saat itu memilih tidak mengangkat telepon dari Gara. Namun, semakin dibiarkan Gara malah mengirimkan pesan yang membuat Dina terkejut.
📩 "Mengapa tidak diangkat, abang sudah tahu kamu dimana sekarang," pesan Gara
Ingatan Dina kemudian flashback pada pria di kursi nomer 40. Dina merasa Gara tahu keberadaanya karena duduk di kursi nomer 40.
__ADS_1
"Apa pria di kursi nomer 40 itu Bang Gara? jika benar pria itu Bang Gara lalu siapa wanita disampingnya? apakah Bang Gara selingkuh? ya tuhan...mengapa aku sedih begini menyayangkanya," batin Dina
Tak lama kemudian, Gara mengirimkan foto selfinya di depan toilet. Dina sangat terkejut ternyata dugaanya benar jika pria di kursi nomer 40 adalah Gara. Air mata Dina langsung menetes melihat kenyataan yang menurutnya akan pahit di hatinya
"Astaga...jadi Bang Gara..." ucap Dina lirih
Dina saat itu mengusap air matanya kemudian menemui Gara yang berada di depan toilet. Sesampainya Dina di depan toilet, Gara langsung menarik tangan Dina untuk ikut pulang.
"Ayo pulang," ucap Gara tegas
"Nggak, aku nggak mau pulang," jawab Dina tegas
"Mengapa kamu menangis? katakan ada apa?" tanya Gara
"Abang sudah tahu jawabannya tanpa aku menjawabnya. abang jangan pura pura bodoh. aku pokoknya tidak mau pulang," jawan Dina
"Justru abang yang mau tanya sama kamu. abang mau jemput kamu pulang. mengapa nggak mau pulang? kamu nggak mau pulang karena mau mesra mesraan dengan pria itu?" tanya Gara tegas
"Abang juga apa tidak melanjutkan mesra mesraan dengan wanita itu?" saut Dina
"Kamu salah paham, ayo pulang. abang jelaskan semua," jawab Gara
"Menjelaskan apa? abang bilang lembur tapi malah ikut di acara ini? apa jangan jangan anak wanita itu anak abang?" tanya Dina tegas
"Kamu salah paham. ayo kita ke pulang, kita selesaikan kesalahpahamanku padamu dan sebaliknya," jawab Gara
Dina akhirnya pasrah dan menerima uluran tangan dari Gara. Namun saat Gara dan Dina pergi tiba tiba bertemu dengan Berlina dan teman temanya.
"Ber, ini suamimu sama siapa?" tanya Berli
Berlina hanya terdiam karena bingung kebohonganya akan terbongkar. Berlina telanjur mengakui Gara suaminya, seandainya kebohonganya terbongkar citranya akan buruk di TK tempatnya bekerja
"Ber, suamimu pegang tangan wanita lain, kok kamu biasa saja sih?" tanya teman Berli
Gara sangat marah melihat Berlina hanya diam saja. Ekspresi Berlina terlihat seperti seorang istri yang terbiasa memergoki suaminya. Gara yang melihat Berlina hanya diam saja hendak menjawab pertanyaan teman Berli. Namun belum juga menjawab, Dina melepas genggaman tanganya kemudian berlari meninggalkan Gara.
"Dina !!! " teriak Gara
__ADS_1
Gara kemudian berlari mengejar Dina.