
"Bik, kalau aku diselingkuhi aku nggak mau nikah aja Bik," ucap Dina
Degg.
Bik Sri terkejut dengan keputusan Dina yang tak akan nikah lagi apabila diselingkuhi. Bik Sri saat itu sudah kehabisan cara membujuk Dina. Bik Sri berpikir mungkin ada seseorang yang bisa membantunya mencari latar belakang kekasih Dina.
"Sepertinya dia bisa membantu Non Dina. sebaiknya aku segera saja menghubunginya. lagian dia juga janji tidak akan menganggu Non Dina," batin Bik Sri
++++++++++++++
Esok hari Bik Sri mendapati Dina sedang demam. Dina semalaman terus menangis karena Nicko tidak ada kabar. Dina sangat takut Nicko menghianati dirinya seperti mantan mantanya sebelumnya. Hingga saat ini tidak ada kabar tentang Nicko. Pesan yang Dina kirimkan lewat ponselnya juga tidak ada yang terbaca.
Bik Sri sangat mengkhawatirkan kondisi Dina. Dina tidak ingin makan sejak semalam. Bahkan bubur pagi ini sudah mendingin karena Dina tak mau memakanya.
"Non, saya hangatin buburnya, terus Nona makan ya saya suapi terus minum obat. sekarang Nona demam, Nona harus sembuh dulu ya,, nanti saya bantu cari kabar kekasih Nona," ucap Bik Sri
Dina yang tak ingin membuat Bik Sri semakin khawatir padanya memilih mengiyakan permintaan Bik Sri.
"Ya sudah, tunggu sebentar ya Nona," saut Bik Sri
20 menit kemudian, Dina sudah selesai makan disuapi Bik Sri. Namun setelah makan, Dina memikirkan nasib kantinya hari ini.
"Bik, kalau kita berdua disini kantin di kos gimana? apakah tutup? kita harus masak dan segera ke kantin Bik, kasihan mahasiswa kos pasti kelaparan nunggu kantin kos buka," ucap Dina
"Nona tenang saja, sore kemarin Pak Hary saya suruh tempelin kertas di tembok kantin, kalau kantin mulai hari ini sampai tiga hari kedepan tutup, jadi mahasiswa kos sudah tahu dan nggak bakal nunggu," jawab Bik Sri
"Kok 3 hari? itu lama banget Bik, mengapa tiga hari?" tanya Dina
"Awalnya hari ini saja rencana tutupnya, tapi pas saya lihat hari ini Nona sakit saya bilang sama Pak Hary di tutupnya sampai 3 hari," jawab Bik Sri
"Aku besok sudah sembuh Bik, aku pasti sembuh. tolong bilang ke Pak Hary kalau aku besok jualan. kasihan mahasiswa kos jika cari makanya jauh," saut Dina
"Kalau Nona masa maksa baiklah, tapi saya akan mencegah Nona berjualan jika besok Nona masih sakit," jawab Bik Sri
Tak lama kemudian bel rumah berbunyi. Bik Sri saat itu bergegas menuju pintu ingin tahu siapa yang bertamu.
"Sebentar...." ucap Bik Sri
Bik Sri saar itu membukakan pintu rumah. Ketika pintu rumah terbuka. Bik Sri terkejut dengan kedatangan kekasih Dina.
"Selamat pagi Bu, Dina ada di rumah?" tanya Nicko
"Ada Mas, tapi sedang sakit ada di kamar," jawab Bik Sri
"Saya bisa menemuinya Bu?" tanya Nicko
"Mas nya tunggu di ruang tamu dulu ya, saya panggilkan Nona dulu," jawab Bik Sri
__ADS_1
"Baik Bu," saut Nicko
Bik Sri langsung bergegas memanggil Dina
++++++++++
5 menit kemudian, Dina dan Nicko duduk di ruang tamu. Di ruang tamu, Dina hanya diam tak mau bicara. Sementara Nicko yang melihat suasana canggung memulai pembicaraan.
"Din, aku minta maaf, soal kemarin...," ucap Nicko terpotong
"Aku tidak mau tahu, jika kamu mau ajak aku keluar, aku lagi gak enak badan. jadi gak bisa," jawab Dina
"Beri aku kesempatan untuk jelasin semuanya," saut Nicko
Dina hanya terdiam
"Aku kemarin habis ke makam orang tuaku, setelah itu aku mampir di kafe tapi ponselku hilang disana. sebenarnya aku mau serius sama kamu," ucap Nicko
"Aku tidak ingin hanya omong kosong," saut Dina
"Tidak, aku mau memberimu ini, sebenarnya kemarin malam aku berencana memberikan ini padamu," jawab Nicko
Nicko membuka tasnya kemudian memberikan kalung untuk Dina
"Ini serius untuku?" tanya Dina senang
Dina mengangguk senang
"Baiklah, aku oleh pamit ya, sebenarnya aku mau ajak kamu keluar tapi kamu sakit," ucap Nicko
"Iya tidak apa apa," jawab Dina
"Kamu suka dengan hadiah dariku?" tanya Nicko
"Suka banget Mas," jawab Dina
Nicko kamudian mengelus rambutnya, tapi Dina seketika gagal fokus dengan jam tangan yang dipakai Nicko. Tanpa berpikir panjang, Dina langsung menyaut tangan kiri Nicko.
"Mas tunggu..." ucap Dina
"Eh ada apa?" tanya Nicko heran
"Ini...ini...jam tangan rolek. ini jam tangan sangat mahal Mas, harganya ratusan juta," jawab Dina
"Oh ini, ini jam tangan second kok, bukan asli," saut Nicko panik
"Beli dimana Mas? aku mau dong jam tangan kaya gitu. harganya berapa Mas? aku mau beli jam kaya gitu," jawab Dina
__ADS_1
"Sayangnya ini sudah habis, hanya ada satu ini saja aku beli di temanku, jika kamu mau pinjam punyaku, pinjam saja tidak apa apa," saut Nicko panik
"Sial, gagal kan gue mau jual jam ini, kalau gue gak jual ini jam gunanya gue lanasin hutang gue, hadoh...," batin Nicko
"Wah, aku mau aku mau," ucap Dina antusias
"Tapi maaf Din, aku sebenarnya rencana mau jual jam tangan itu karena aku butuh uang. itu jam tangan lamaku baru aku pakai sekarang," jawab Nicko
"Gimana kalau aku beli, tapi aku cicil boleh ya Mas? Mas rencana mau jual berapa?" tanya Dina
"Rp.100 juta sesuai nggak?" usul Nicko
Dina mengenyitkan dahinya
"Ih, ini kan second, kok mahal sih? aku pikir 50 atau 60 juta," jawab Dina
"Ya gimana lagi, aku butuh uang soalnya," saut Nicko
"Kalau 100 juta aku gak bisa Mas, maaf ya aku gak jadi beli, emang Mas butuh uang berapa?" tanya Dina
"Iya Mas sebenarnya butuh 100 juta, mau buka usaha karena usaha Mas sebelumnya bangkrut," jawab Nicko
Dina saat itu mengetuk kepalanya yang tidak gatal karena bingung mencarikan solusi untuk Nicko. Nicko yang melihat Dina bingung, memilih menyarankan Dina tidak terlalu memikirkanya.
"Kamu jangan banyak berpikir. biar jam tanganku ini saja aku jual. ini jadi modal pernikahan kita kedepanya," saut Nicko
"Ya sudah terserah Mas saja, Mas kalau butuh pekerjaan sebenarnya ada 1 lowongan satpam di kos Ragina, jika mau Mas nanti bisa tinggal di mess yang ada dibelakang rumah," ucap Dina
"Nggak Din, Mas gak ada pengalaman disitu. mending buka usaha aja," jawab Nicko
Dina saat itu melepaskan kalungnya lalu mengatakan sesuatu pada Nicko
"Bagaimana jika Mas jual kalung ini juga? aku merasa tidak enak kondisi Mas butuh uang tapi beliin aku kalung," ucap Dina
"Eh jangan, aku tidak mau kamu jual itu, aku ingin kamu memakainya besok lusa, aku pergi ya" jawab Nicko
"Baiklah hati hati di jalan," saut Dina
+++++++++++++++
Sementara di kantor, Gara saat itu baru saja menelepon seseorang. Seseoang saat itu mengatakan apa yang terjadi pada Dina hari ini.
📞"Baik, aku pasti menyelidikinya," ucap Gara
Setelah selasai menelepon, Gara mencoba membobol ponsel pencuri jam tanganya untuk cari petunjuk. Tak butuh waktu lama, Gara berhasil membobol sandi ponsel pria yang mencuri jam tanganya. Melihat foto foto pria di galeri ponsel itu, Gata sangat geram karena pria bajingan itu adalah pacar Dina. Bahkan Gara juga menjumpai foto selfi Dina dan pria bajingan itu ponsel di taman.
"Sial, ternyata pria bajingan ini adalah kekasih Dina. aku gak boleh biarin ini," batin Gara
__ADS_1