MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 51 - PEMANASAN MALAM PETAMA


__ADS_3

Setelah saling berbincang, Gara merebahkan tubuh Dina kemudian menindihnya. Dina yang ditindih Gara merasa terkejut karena tak biasanya Gara berulah lebih intim dari sekedar memeluk.


"Bang," ucap Dina


"Hmm..." jawab Gara


"Ada apa? abang mau apa?" tanya Dina


"Abang mau kehangatan? kamu hangat kan jika abang seperti ini?" saut Gara


Tubuh Dina saat itu mulai gemetar karena pertama kali dalam hidupnya ditindih oleh seorang pria. Gara yang merasakan getaran di tubuh Dina langsung seolah paham dengan perasaan Dina. Gara saat itu menjilat telinga Dina lalu membisikan sesuatu pada Dina.


"Jangan takut, abang tidak akan menyakitimu sayang," ucap Gara


Gara kemudian menuntun Dina untuk bertaut bibir. Entah mengapa Gara sangat candu degan bibir Dina. Setelah bertaut bibir, Gara menyipak kaos Dina hingga terpampang dua gunung kembar yang tertutup kain hitam. Dina yang merasakan kaosnya tersingkap mulai terisak karena teringat kasus pelecehan.


"Kamu takut sayang?" tanya Gara


"Nggak, aku nggak apa apa," elak Dina terisak


"Kalau kamu nggak siap gak apa apa, abang nggak lanjutkan. abang memelukmu seperti ini saja sudah cukup," ucap Gara


"Bang, ini sudah hak abang, aku gak apa apa. aku masih bisa melawan rasa takut ini," jawab Dina


Dina saat itu memberanikan diri melepaskan pembungkus gunungnya. Sementara Gara yang melihat Dina menyerahkan tubuhnya merasa tidak tega. Bagi Gara, Dina adalah wanita suci yang tidak pantas menyerahkan tubuhnya seperti ******. Gara saat itu memang sudah melihat gunung Dina yang terlihat. Namun, Gara memilih memeluk Dina supaya Dina tidak semakin nekat.


"Nggak sayang, jangan seperti ini, abang bukan laki laki seperti itu sayang," ucap Gara


"Tapi ini tugasku melayani abang, aku sudah siap. aku tidak ingin dosa sama abang," jawab Dina


"Nggak sayang, kamu terlalu berharga untuk abang. jangan menyerahkan tubuhmu seperti ini,," saut Gara

__ADS_1


"Aku tahu abang menginginkannya, lakukanlah bang, tidak apa apa," ucap Dina


"Perut abang baru saja sembuh, lain kali saja, abang sudah ngantuk, kamu tidurlah. abang hanya ingin memelukmu menindih seperti ini," Gara


Dina yang saat itu tidak tertidur dan malah merabah raba bagian sensitif Gara yang menindihnya.


"Din, mengapa kamu pegang," ucap Gara


"Aku tahu abang menginginkanku," jawab Dina


Walaupun Dina merinding memegangnya tapi Dina tetap memberanikan diri memegang. Dan baru saja Dina memegangnya, Gara mulai menggeliat karena dan bergerak gerak seperti gerakan belatung. Dina sonhak melepaskan tanganya.


"Bang, apa sakit?" tanya Dina


"Kita terpaksa pemansan Din, abang sudah nggak tahan,," jawab Gara


"Pemanasan apa Bang?" ucap Dina


"Pemanasan malam pertama, abang mau pelepasan tapi butuh bantuanmu," jawab Gata


Gara kemudian bangkit dari tubuh Dina dan beralih berbaring disamping Dina. Saat berbaring, Gara terduduk lalu melepaskan celana training dan boxernya sehingga terpampang nyata sesuatu yang menegang milok Gara.


"Din, " sapa Gara


Dina saat itu baru pertama kali dalam hidupnya melihat area sensitif laki laki. Dina tidak menyangka ukuran area sensitif Gara lebih besar dari yang sebelumnya dipikirkan.


"Din, kamu mau bantu abang kan? tolong pegang Din," ucap Gara


"Dipegang?" tanya Dina ragu


"Iya pegang, remas remas dan gesekan tanganmu kaya gini," jawab Gara sembari memperagakan

__ADS_1


Dina masih terdiam dan masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya secara langsung. Ada rasa takut dan merinding ketika tanganya maju hendak memegangnya. Namun ketika tanganya berhasil menyentuh, Gara mulai menuntun Dina pelan pelan


"Pegang pelan pelan dulu, jangan takut sayang, kenalan dulu sama punya abang, ini punya abang yang kamu pegang, bayangkan abang yang baik baik saja, jangan laki laki lain," ucap Gara


"Bang, ini pertama kalinya aku pegang. aku merinding," jawab Dina


Gara kemudian menggeser duduknya lalu memeluk Dina.


"Tidak apa apa sayang, pelan pelan saja tidak masalah, abang tidak akan menyakitimu," saut Gara


Dina saat itu hanya memegang saja karena merasa gugup saat pertama kali melihat. Sementara Gara yang melihat Dina gugup, dengan sabar menuntun Dina memegang area sensitifnya.


"Agak cepat seperti ini,." ucap Gara


"Aku sepertinya tidak bisa Bang," jawab Dina


Gerakan tangan Dina saat itu semakin pelan karena tak terbiasa. Gara yang peka dengan keadaan Dina langsung menghentikan aktivitasnya.


"Gak apa apa. kita sampai sini dulu,," jawab Gara


Gara saat itu memakai kembali celananya lalu berjalan menuju ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Gara melanjutkan aktivitas mengeluarkan lahar putihnya yang dari tadi belum keluar. Sebenarnya Gara ingin Dina yang membantunya sampai tuntas. Tapi melihat Dina yang belum terbiasa, Gara memilih urungkan.


Tak lama kemudian, Gara kembali ke kamarnya melihat Dina yang mengusap air matanya.


"Hei, ada apa?," tanya Gara


"Maaf, aku hari ini buat abang kecewa," jawab Dina


"Jangan menangis gini, kamu tidak salah apapunj. itu tandanya kamu istimewa, kamu masih suci sayang, abang bangga jadi pria pertama yang asetnya kamu pegang dan lihat, pelan pelan kamu pasti terbiasa sama abang," saut Gara


Gara kemudian mmengelus pipi Dina lalu mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Abang memang bajingan di masa lalumu, tapi saat ini abang kembali untukmu. abang membawa cinta sebagai obat deritamu selama ini. percayalah, apapun yang abang lakukan untukmu saat ini berpondasikan cinta. kamu adalah semua yang abang miliki. tanpamu, abang merasa kesepian," jawab Gara


Gara kemudian mencium kening Dina lalu mengajaknya tidur.


__ADS_2