MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 101 - DAMPAK GEMPA


__ADS_3

"Sayang, barusan memang gempanya besar M7.2," ucap Gara


"Ya Tuhan, mahasiswa kos keadaannya bagaimana ya bang? kita harus mengeceknya," jawab Dina


Tak lama kemudian, ponsel Dina berderingm


"Sayang, siapa yang telepon?" tanya Gara


"Adit telepon Bang, mungkin mau mengabarkan keadaan mahasiswa kos disana. semoga baik baik saja, aku benar benar takut Bang. baru kali ini aku merasakan gempa sekuat itu getaranya," jawab Dina


Dina saat itu mengangkat telepon Adit dan berbincang cukup lama. Setelah menerima telepon, Dina hanya bisa menangis mendengar kabar dampak gempa mampu merobohkan sebagian besar bangunan Kos Ragina putra dan Kos Ragina putri.


Untuk Kos Ragina Putra, bangunan rusak 50% atau separuh dari total kamar. dan tercatat terdapat ada 5 korban jiwa terkena reruntuhan. Sementara Kos Ragina Putri, bangunan rusak parah 75% akibat terkena reruntuhan dari bangunan tingkat sebelah. dan tercatat ada 12 korban jiwa.


"Bang, mahasiswa dan mahasiswi kos ada yang kena gempa Bang, yang jadi korban saat ini dievakuasi di rumah sakit. Kos Ragina rubuh karena dampak gempa tadi Mas, Adit juga bilang jika saat ini banyak orangtua mahasiswa meminta pertanggungjawabkan kita. " ucap Nifa


"Tenang saja, biar abang yang urus semua ini. kamu pokoknya yang tenang dan jangan panik. abang ada disini bersamamu. jadi jangan takut," jawab Gara


"Bang, pasti nominal ganti rugi banyak, aku sepertinya harus jual rumah ini. tapi setelah ini aku nggak punya apa apa. abang gimana? abang nggak apa apa? atau abang mau pergi meninggalkanku karena keadaanku seperti ini?" saut Dina


"Mengapa kamu takut abang meninggalkanmu? jangan pernah berpikir abang meninggalkanmu hanya karena kamu itu miskin. dan jika abang hanya mencintai hartamu, buat apa abang bertahan sama kamu hingga saat ini? abang justru yang takut kamu meninggalkan abang" jawab Gara


"Aku mana mungkin bisa meninggalkan abang, aku nggak punya siapa siapa lagi," ucap Dina


Begitu juga dengan abang, mana mungkin abang meninggalkanmu? kamu itu tanggung jawab abang sekarang. masalahmu adalah orang masalah abang juga. kamu mengerti?," jawab Gara

__ADS_1


"Semua laki laki yang pernah menjalin hubungan denganku, selalu berkata tidak akan meninggalkanku, selalu ada untuku. tapi justru berakhir aku yang ditinggalkan dan dikhianati. aku harap abang benar benar tidak meninggalkanku," ucap Dina


Dulu selama Dina menjalin pacaran, semua pacarnya a hanya mencintai hartanya termasuk cinta pertamanya Gara yang hanya mencintai hartanya di masa lalu. Walaupun Gara sudah berubah baik, tetapi Dina takut kejadian itu terulang lagi dengan keadaannya sekarang yang berbanding 180 derajat.


"Sudah sudah, kamu hamil muda. jangan banyak pikiran. abang paham kamu takut abang seperti dulu lagi kan? karena dulu abang pernah selingkuh dan hanya incar hartamu. tapi percayalah, abang sekarang ini suamimu, hilangkan pikiran buruk itu," ucap Gara


Gara kemudian memeluk Dina yang keadaannya tengah kacau karena panik. Setelah dirasa Dina mulai tenang, Gara menidurkan Dina dalam pelukanya. Hingga tak lama kemudian, Dina akhirnya tertidur.


"Abang akan urus semuanya, tidurlah yang nyenyak," ucap Gara pelan


++++++++++


2 jam kemudian, Gara ditemani Adit melihat keadaan Kos Ragina memprihatinkan. Akibat dari rusaknya Kos, banyak mahasiswa yang tidak menjadi korban memilih keluar dari Kos. Dan biaya ganti rugi untuk mahasiswa korban kos yang dirawat di rumah sakit tertotal sebesar Rp.900 juta. Belum lagi gaji para pekerja dan kerugian kerusakan kos yang di taksir sebesar Rp. 1.1 Miliyar.


"Untuk saat ini tidak ada kabar mahasiswa yang meninggal. mahasiswa masih sempat di selamatkan," jawab Adit


"Pertama aku akan fokus mengurus biaya pengobatan para mahasiswa dan mahasiswi kos yang menjadi korban. beritahu pada keluarga korban kalau dari pihak kos akan bertanggung jawab atas pengobatan para korban," ucap Gara


"Iya Mas, untuk masa depan kos ini bagaimana Mas? para pekerja sampan dan kantin tadi tutup pertanyaan ini pada saya," jawab Adit


Gara saat itu terdiam sejenak mengkakulasikan jumlah harta yang dimilikinya untuk masa depan kos dan kehidupanya. Dan setelah sejenak berpikir, Gara menentukan keputusanya


"Kondisi masih belum memungkinkan mengembalikan keadaan kos. butuh dana yang cukup besar dan perlu waktu. jadi terpaksa kos ini di tutup, nanti para pekerja termasuk dirimu akan mendapat pesangon. sampaikan ke pekerja lain ya?" ucap Gara


"Tidak perlu Mas, saya nggak merasa bekerja. dan Oh iya, kamar saya masih bisa di huni. boleh ya Mas saya kos disini? Masih ada 10 kamar di kos ini yang bisa dihuni. saya akan coba mencari teman teman yang mau kos disini," jawab Adit

__ADS_1


"Nggak Dit, ini kos akan aku alih fungsikan sementara untuk rumah. karena rumah utama akan di jual. tapi kalau kamu mau tinggal disini tak masalah. kamar kosong di kos ini rencananya hanya untuk orang orang terdekat saja," ucap Gara


"Baik Mas, rencananya Mas Gara dan Mbak Dina mau ke kamar yang mana? akan saya bersihkan," jawab Adit


"Nggak usah Dit, kamu nggak perlu repot repot. kamu juga nggak usah bayar. aku hanya mengizinkan kamu tinggal di kos ini bukan sebagai anak kos. tapi karena kamu orang kepercayaan Dina selama ini," ucap Gara


"Saya harus tetap bayar Mas, saya masih sewa koa disini," jawab Adit


"Kalau kamu menolak dan kukuh mau bayar, aku tidak mengizinkanmu tinggal di kos ini. karena kos ini akan aku alih fungsikan sebagai tempat tinggalku dan Dina," ucap Gara


"Baik Mas," jawab Adit


+++++++++++++


3 jam kemudian, Gara pulang ke rumah disambut ekspresi kekhawatiran dari Dina. Dina saat itu bertanya tentang nasib mahasiswa kos, keadaan kos, biaya ganti rugi, hingga penjualan rumah yang direncanakan.


"Bang, mahasiswa kos keadaanya gimana? bangunan kos nya bagaimana? ganti ruginya berapa? pasti biaya sangat besar. aku bersedia menjual rumah ini Bang," ucap Dina


"Mahasiswa kos aman, urusan ganti rugi sudah abang pikirkan. tapi abang minta maaf kalau kos Ragina sementara abang alih fungsikan untuk tempat tinggal kita dahulu. dan terpaksa abang berencana menjual rumah penuh kenangan ini," jawab Gara


"Tidak apa apa Bang, aku paham. yang penting abang jangan pernah tinggalkan aku,," ucap Dina


"Iya, itu pasti," jawab Gara


Gara dan Dina saat itu berpelukan untuk saling menguatkan.

__ADS_1


__ADS_2