
1 bulan kemudian, di kantornya Gara saat itu sangat lega mendapatkan informasi jika proses pembangunan kos Ragina 2 sudah selesai. Selain itu Gara juga bersyukur karena belum juga kos kosanya dibuka, sudah ada 8 kamar dari 20 kamar sudah akan di huni mahasiswa. Gara berencana meresmikan Kos Ragina 2 tepat di hari ulang tahun Dina besok lusa.
"Aku harus segera mempersiapkan pesta untuk Dina, Dina tidak tahu ini sebelumnya. pasti dia akan terkejut. aku yakin Dina pasti senang kos yang didirikannya berkembang," ucap Gara
Gara saat itu tak sabar ingin pulang dan segera merencanakan gelaran pesta besok lusa.
+++++++++++++
2 jam kemudian, Gara sudah pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Gara saat itu disambut Fia yang sedang memakan kue bolu. Gara sangat gemas dengan tingkah Fia yang terus berceloteh tidak jelas. Fia saat itu ingin memberi tahu kalau Dina sedang memasak banyak. Tapi karena Fia masih balita, bahasnya masih susah untuk Gara pahami.
"Ada apa Cantik? mau ngomong apa sama papa?" tanya Gara
"Ibu acak anyak (ibu masak banyak)" jawab Fia
"Acak anyak? papa nggak paham," tanya Gara bingung
Fia saat itu langsung menggandeng Gara mengajaknya ke meja makan. Sesampainya di meja makan, Gara melihat ada banyak makanan kesukaanya. Gara saat itu langsung mencicipi rendang daging kesukaanya.
"Mengapa 5 menu masakan ini kesukaan aku semua? ada rendang daging, semur tahu tempe, tumis kacang panjang, perkedel, ayam suwir balado. semua ini makanan kesukaanku," ucap Gara
Dari aroma masakan Gara saat itu menduga makanan di meja makan adalah buatan Dina
"Hanya Dina yang tahu masakan kesukaanku? tapi apakah Dina bisa memasak dengan kondisinya saat ini? aku harus memastikanya," ucap Gara
Ketika satu sendok rendang daging masuk ke dalam mulutnya, Gara tak yakin kalau pelayan rumah yang memasak. Karena indra perasanya Gara sangat meyakini rendang daging yang di cicipinya adalah masakan Dina. Gara sangat hafal rasa masakan Dina yang cenderung dominan manis yang bercampur gurih dan tidak pedas. Dina sangat jarang memasak makanan yangpedas karena tidak doyan makanan pedas.
"Ini pasti masakan Dina, lidahku pasti nggak mungkin salah. hampir 8 bulan ini aku berumah tangga, aku hafal rasa masakanya. tapi bagaimana Dina memasak dengan kondisinya yang seperti itu?" tanya Gara
Tanpa berpikir panjang, Gara saat itu mencoba bertanya pada Fia tentang keberadaan Dina.
"Cantik, ibu sekarang dimana?" tanya Gara
"Amal (Kamar)," jawab Fia
"Di kamar?" tanya Gara
"ibu acit,(ibu sakit)" jawab Fia
"Apa sakit?" tanya Gara panik
Gara kemudian bergegas menuju kamar menghampiri Dina. Gara tentu sangat panik mendengar kabar Dina sakit. Tapi sesampainya di kamar, Gara tak melihat Dina terbaring sakit. Malah justru Gara terdiam melihat Dina yang sedang membereskan pakaian di lemari.
"Dina..." ucap Gara
"Eh, abang sudah pulang? sekarang abang mandi dulu, habis itu kita makan sama sama," ucap Dina
"Tadi kata Fia kamu sakit, tapi abang lihat kok kamu...." ucap Gara terpotong
"Maaf Bang, aku yang suruh Fia bilang ke abang kalau aku sakit. aku sekarang sudah bisa jalan normal," jawab Dina
Gara saat itu terharu melihat Dina kembali ceria dan tersenyum setelah beberapa bulan selalu murung. Hampir 6 bulan menjalani pemulihan akhirnya Dina sudah bisa jalan. Saat ini Dina sudah bisa berlari dan menggendong Fia.
__ADS_1
"Bang, terima kasih. berkat apa yang abang lakukan padaku, aku bisa jalan seperti ini. lihat aku udah bisa gendong Fia," ucap Dina tersenyum
Gara saat itu mengusap air matanya karena terharu melihat senyuman Dina.
"Loh, kok abang malah nangis," ucap Dina
"Abang bahagia sayang," jawab Gara
Gara kemudian memeluk Dina yang sedang menggendong Fia. Setelah berpelukan sejenak, Dina saat itu menyuruh Gara mandi sebelum makan bersama.
"Bang, sebaiknya abang mandi dulu. nanti setelah mandi kita makan sama sama," ucap Dina
"Minta dimandiin boleh?" goda Gara
"Bang, buruan cepat mandi. jangan aneh aneh," jawab Dina
"Beneran nggak pingin? Fia titipkan saja sama suster," goda Gara
"Abang selalu deh," ucap Dina kesal
Dina yang malu saat itu pergi meninggalkan Gara.
+++++++++++++
Setelah mandi, Gara saat itu disambut Dina yang sedang menyajikan makan di meja makan. Gara yang sudah tak tahan ingin makan, langsung duduk dan menunggu Dina mengambilkanya makanan.
"Segini cukup Bang?" tanya Dina
"Kurang," jawab Gara
"Segini cukup ya bang?" tanya Dina
"Kurang," jawab Gara
"Hah? masih kurang?" tanya Dina
"Penuhkan nasi di piring itu," jawab Gara
"Abang yakin nggak kebanyakan?" tanya Dina
"Yakin, ambilkan saja," jawab Gara
Dina menuruti perintah Gara mengambilkan nasi 1 piring penuh. Setelah nasi dalam satu piring penuh, Dina bingung meletakan lauk di piring yang nasinya penuh.
"Lauk nya sepertinya nggak cukup Bang kalau ditambahkan ke nasi," ucap Dina
"Ada kertas minyak? abang pakai itu saja," jawab Gara
"Ada, tunggu sebentar," saut Dina
Dina kemudian mengambilkan kertas minyak lalu kembali menyajikan nasi dan lauk untuk Gara. Setelah menyajikan makanan untuk Gara, Dina langsung menyajikan makanan untuk dirinya. Namun baru saja hendak mengambil nasi, Gara langsung menghentikanya.
__ADS_1
"Eh, jangan ambil nasi,"ucap Gara
"Maksudnya? abang ingin aku diet? aku kegemukan ya? baiklah aku makan lauk sedikit saja," jawab Dina
"Siapa yang suruh kamu diet? ayo sini duduknya deketan samping abang. kita makan satu porsi berdua," saut Gara
"Walah, jadi abang ngajak makan satu porsi? aku kira abang kelaparan tadi," jawab Dina
"Kamu nggak mau? makan satu porsi sama abang?" tanya Gara
"Baiklah, aku hanya tidak terbiasa saja," jawab Dina
Gara dan Dina saat itu mulai mencuci tangan lalu memakan makanan dipiring bersama sama. Namun baru beberapa suap makan, Gara ingin disapu oleh Dina.
"Dina, suapi abang dong," ucap Gara
"Eh iya, tunggu aku ambil sendok," jawab Dina
"Mengapa pakai sendok, seperti ini saja. kamu jijik sama abang?" tanya Gara
"Nggak bang, justru aku mikir sebaliknya. tanganku bekas mulut aku pas makan. abang kan dulu nggak mau makan apa yang sudah jadi berkasku," jawab Dina
Dina saat itu mengigat masa masa pacaran saat Gara membuang minumanya setelah minumannya diminum oleh Dina
"Ini beda sayang, sekarang abang ingin disuapi istri abang pakai tangan, bukan pakai sendok," ucap Gara
"Jadi ini aku suapi abang pakai tangan?" tanya Dina
"Iya, kamu jangan ragu. abang sudah nggak mau gengsian lagi sama kamu kaya pas pacaran. abang mau apa adanya,gak peduli terlihat konyo sekalipun jika sedang bersamamu," jawab Gara
"Sebenarnya aku agak gerogi. baru kali ini aku suapi laki laki pakai tangan langsung," saut Dina
"Dan abang sangat menantikan suapan tanganmu ke mulut abang," jawab Gara
Tak lama kemudian, Dina mulai menyuapi Gara dengan tanganya. Setelah Dina meyuapi Gara beberapa suap, Gara langsung balik menyuapi Dina.
"Ayo, kamu harus makan juga," jawab Gara
"Eh..." ucap Dina terpotong
"Ayo makan, atau aku suapi pakai mulut kalau kamu nggak mau makan," jawab Dina
Mau tidak mau, akhirnya Dina menerima suapan dari Gara. Gara yang menyuapi Dina makan sangat senang.
++++++++++
5 jam kemudian hari sudah tengah malam. Gara dan Dina baru mulai merebahkan tubuhnya untuk tidur. Dalam tidurnya, Gara terlihat sangat pulas karena selesai menjalani aktivitas malamnya bersama Dina. Semakin hari, Gara semakin sering mengajak Dina berhubungan badan. Gara bahkan sudah tidak sungkan lagi jika meminta hak biologisnya pada Dina.
Berbeda dengan Dina yang masih belum bisa tidur. Dina merasa perutnya kembung seperti mau muntah tapi tidak bisa muntah. Cuaca malam ini memang hujan deras. Sehingga Dina beranggapan perutnya kembung karena cuaca dingin..
"Mungkin aku kembung karena hawa malam ini. sebaiknya aku ke dapur buat wedang jahe," batin Dina
__ADS_1
Dina saat itu turun dari ranjangnya kamudian berjalan keluar kamar. Namun baru saja keluar kamar, lampu tiba tiba padam dan ada tangan yang memegangi tangan Dina.
"Aaaaaaaaaa....:" teriak Dina.