
Beberapa menit kemudian, Nifa datang membawakan wedang jahe untuk Gara. Saat membawakan wedang jahe, Dina juga menawarkan diri mengeroki Gara.
"Bang, ini wedang jahenya," ucap Dina
"Terima kasih ya," jawab Gara
"Jadi mau kerokan nggak Bang?" tanya Dina
"Kalau kamu bersedia, abang mau kok di kerokin," jawab Gara
"Baiklah, aku akan kerokin," saut Dina
"Iya, abang sekarang buka baju ya," izin Gara
Gara saat itu tersenyum saat Dina bersedia mengeroki tubuhnya. Sementara Dina yang melihat Gara tersenyum padanya, merasa tidak ingin Gara menganggapnya sudah membuka hati.
"Aku melakukan ini bukan karena aku sudah membuka hati untuk abang. aku masih tetap belum bisa menerima pernikahan ini. aku melakukan ini hanya karena rasa kemanusiaan saja. aku tidak enak saja, abang kemarin menolongku masa aku tidak menolong abang, itu saja" ucap Dina
"Nggak apa apa, apapun itu niat baikmu pada abang, abang akan tetap syukuri. abang pasti menikmati tiap detik momen ketika bersamamu, entah itu hanya bicara denganmu, menatapmu. makan bersamamu. dan semuanya itu abang nikmati," jawab Gara
Gara kemudian membuka bajunya lalu menyuruh Dina memulai
'Abang sudah siap Din," ucap Gara
Dina saat itu terdiam sejenak melihat tubuh kekar Gara tanpa baju. Dina mengakui jika ketampanan dan postur tubuh Gara adalah idaman para wanita. Tapi Dina tiba tiba merasa tubuhnya gemetar. Ada rasa takut ketika Dina melihat Gara tak pakai baju.
"Mengapa aku jadi takut begini?" batin Dina
"Din," ucap Gara
"Iya, aku mulai," jawab Dina
Dina memulai mengoleskan minyak urut di punggung Gara lalu mengeroknya dengan koin. Awal awal saat mengerok tangan Dina gemetar, tapi Dina paksa karena rasa kasihanya terhadap Gara lebih besar dari katakutanya.
__ADS_1
"Din, kamu nggak apa apa? abang merasakan tangan kamu gemetar," ucap Gara
"Tidak Bang, aku akan lanjutkan," jawab Dina
Ketika Dina mengerok punggung Gara, baru sebentar mengeroknya punggung Gara sudah memerah.
"Bang Gara, beneran masuk angin," batin Dina
Sementara Gara yang mendapat sentuhan kerokan dari Dina hanya diam memejamkan matanya karena menikmatinya. Berkali kali Gara terus bersendewa dan perutnya terasa enakan ketika dikerokin Dina.
Gara sangat bersyukur bisa menikahi Dina walaupun malam pertamanya tidak bisa menjamah Dina. Gara paham jika sangat sulit bagi Dina bisa menerimanya sebagai suami. Tapi Gara sudah berjanji pada dirinya untuk tidak akan menyerah .
"Abang tidak akan melepaskanmu Dina. abang akan pertahankan pernikahan ini. abang sudah haramkan kata talak terucap dari mulut abang di depanmu. Abang yakin bisa perbaiki semuanya, Abang ingin menjadi pelindung Dina. I love you Dina.." batin Gara
+++++++++++
15 menit kemudian setelah kerokan, Gara memakai kembali pakaianya dan tak lupa mengucap terima kasih pada Dina.
"Dina, terima kasih untuk hari ini," ucap Gara
"Hari ini abang boleh satu ranjang sama kamu?" tanya Gara
"Abang tidur saja disini, aku malam ini mau tidur di kamar mama," jawab Dina
"Din, bukanya kita harus satu kamar?" tanya Gara.
"Iya maaf ya Bang, aku tiba tiba rindu orangtuaku. aku izin tidur di kamar orangtuaku untuk hari ini," jawab Dina
"Kamu nggak bermaksud menghindari abang kan? abang bisa tidur di bawah kalau kamu nggak mau satu ranjang sama abang," saut Gara
"Nggak Bang, aku tidak mengingkari kesepakatan. malam ini aku rindu saja sama ayah dan mama saja. aku selalu begini jika rindu orangtuaku di rumah," jawab Dina
Dina kemudian beranjak pergi menuju kamar Bu Gita, tapi Gara langsung mencegahnya
__ADS_1
"Dina, selama kamu masih menjadi istri abang, abang akan selalu ada untuk kamu. jika kamu ada masalah apapun, jangan dipendam sendiri. cerita sama abang ya, suka dan dukamu adalah suka dan duka abang juga," ucap Gara
"Kalau abang mengantuk tidur saja, aku mau ke kamar orangtuaku," jawan Dina cuek
Dina kemudian menuju kamar orangtuanya meninggalkan Gara di kamar. Setelah kepergian Dina, Gara saat itu merebahkan tubuhnya di kasur Dina. Namun saat Gara merebahkan tubuhnya, Gara tidak bisa tidur. Malam ini, Gara kepikiran Dina yang tiba tiba berinisiatif tidur ke kamar Bu Gita.
"Mengapa Dina tiba tiba ingin tidur di kamar ibunya? apa Dina sengaja menghindariku? aku harus memastikanya" batin Gara
Gara kemudian keluar dari kamar untuk mencari keberadaan Dina. Ketika keluar kamar, Gara mendengar suara Dina menangis. Tanpa berpikir panjang, Gara berjalan menuju arah sumber suara. Sesampainya di arah sumber suara, Gara melihat Dina menangis duduk di meja rias dengan kue dan foto kedua orangtuanya.
"Mengapa ada kue disitu? apa hari ini hari ulang tahun Dina? bukannya ulang tahun Dina 3 bulan lagi?" batin Gara
+++++++++
Sementara Dina di kamar orangtuanya merayakan kecil kecilan hari ulang tahun kedua orangtuanya. Kebetulan ulang tahun ayah dan ibu Dina tepat di tanggal sama.
Dulu ketika keluarganya masih langkap, Dina selalu antusias ikut andil dalam kemeriahan perayaan ulang tahun ayah dan ibunya. Awal berdirinya perusahaan keluarga yang kini bangkrut juga tanggal berdirinya tepat di hari ulang tahun Bu Gita da Pak Ramdan.
Semenjak meninggalnya Pak Ramdan, Dina hanya merayakan kecil kecilan dengan Bu Gita. Namun saat ini Bu Gita sedang koma di rumah sakit. Tepat di tahun ini, Dina hanya seorang diri merayakan ulangtahun orangtuanya.
"Ayah, mama, selamat ulang tahun. maaf Dina belum bisa bahagiaan ayah dan mama. Ayah, semoga ayah tenang di alam sana, Dina akan ingat pesan ayah, kalau Dina akan berubah, Dina akan menjadi wanita yang mandiri. Sekarang Dina bisa masak ayah, ini kue buatan Dina sendiri loh, ayah pasti senang," ucap Dina
Dina kemudian memakan kue di mejanya lalu mengatakan sesuatu pada foto Ibunya
"Dan Mama, Dina hari ini sudah mengabulkan permintaan Mama untuk menikah. Di hari ulang tahun ayah dan mama, Dina hari ini baru menikah, tapi Dina menikah dengan Bang Gara. Dina sebenarnya takut Ma, bayang bayang Dina dihianati oleh laki laki selalu muncul di pikiran Dina. Dina akan tahan tidak akan jatuh cinta lagi dengan laki laki. Sebelum Dina kembali disakiti, Dina izin pada mama untuk mengakhiri pernikahan Dina,," lanjut Dina
Dina kemudian menangis meratapi hidupnya yang hanya seorang diri.
"Mama, Dina mohon mama cepat bangun. besok Dina akan temui Mama di rumah sakit. Masalah biaya mama nggak usah khawatir, Dina masih ada uang," ucap Dina
Dina kemudian menatap foto ayah dan ibunya sembari bersandar di kursi. Hingga tak lama kemudian, Dina tertidur pulas di kursi
5 menit kemudian, Gara yang dari tadi berada di bilik pintu langsung masuk mendekati Dina. Mata Gara saat itu terlihat sembab karena tadi air matanya terus bercucuran ketika melihat Dina sedang mencurahkan hatinya. Gara mengetahui fakta jika sebenarnya Dina bisa membuka hati untuknya, tapi rasa trauma Dina di masa lalu memaksa Dina untuk terus menutup rapat hatinya
__ADS_1
"Abang akan terus berjuang demi mendapatkan cinta kamu Dina. abang tidak akan mengakhiri pernikahan ini. abang akan membuatmu menerima pernikahan ini," batin Gara