MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 35 - MIMPI BASAH


__ADS_3

1 jam kemudian, Gara dan Dina sudah sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Gara melihat Dina tertidur di mobil dengan mata sembannya. Gara merasa bersalah di lomba dansa tadi mencium bibir Dina tanpa izin. Aksi ciuman nekat tadi Gara lakukan demi membungkam ucapan orang orang yang tuduh Dina memanfaatkan dirinya.


Namun dibalik niat baiknya ternyata membuat Dina marah padanya. Selama perjalanan pulang Dina lebih banyak diam dan terkadang menangis. Gara sudah berkali kali minta maaf tapi Dina seperti keluh untuk berbicara.


Sekarang Dina sedang kondisi tidur dalam mobil. Gara yang tak tega membangunkan Dina memilih menggendong Dina ke kamarnya. Namun saat Gara menggendong Dina, Gara merasakan ada yang berbeda. Bagi Gara, tubuh Dina semakin ringan dan terlihat nampak kurus.


"Kamu nampak semakin ringan Din, abang tak tega lihat kamu seperti ini. kamu pasti banyak pikiran. abang baru tahu ini kalau kamu menjadi orang yang disalahkan akibat perbuatan abang, abang janji akan segera kembali membersihkan namamu," batin Gara


Gara kemudian mengecup kening Dina lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar. Sesampainya di kamar, Gara membaringkan Dina dan tak lupa menyelimutinya. Setelah menyelimuti Dina, Gara langsung ikut merebahkan tubuhnya disamping Dina.


"Selamat tidur istriku," ucap Gara


Tak lama kemudian Gara ikut terlelap dengan posisi memeluk Dina.


++++++++++++++


Tengah malam, Gara saat itu terbangun melihat Dina yang berada diatas tubuhnya. Gara sontak saja menerina sentuhan yang diterima daeir Dina. Hari ini Dina sangat agresif dan Gara menyukainya. Dina mencium bibir Gara terlebih dulu dan Gara langsung membalasnya.


"Bibirmu manis sekali sayang," ucap Gara


Dina hanya terdiam dan tiba tiba saja memegang area sensitif Gara yang menegang.


"Din, apa yang kamu lakukan?" tanya Gara


Dina tak menjawab dan malah justru membuka celana Gara. Gara sontak berhenti bicara karena menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Dina. Bahkan ketika mulut Dina memainkan area sensitifnya, Gara memejamkan matanya dan mengerang keenakan.


"Aaaah..." erang Gara

__ADS_1


Gara menggeliat dan tubuhnya sudah bersiap melakukan pelepasan. Namun ketika sedang merasakan keenakan tiba tiba saja ponsel Gara berdering. Deringan ponsel membuat Gara membuka pejaman matanya.


Namun ketika Gara membuka matanya, Gara melihat keadaan sekelilingnya normal dan tidak berantahkan. Gara juga merasakan celananya masih terpakai dan selimut yang dipakainya masih menutupi tubuhnya. Dan ketika melihat Dina tertidur lelap di sampingnya, Gara menyadari kalau semua yang dialami tadi hanyalah mimpi.


"Ah, mengapa aku bermimpi melakukan hubungan intim dengan Dina?" tanya Gara


Gara kemudian mengecek ponselnya yang berdering. Dan saat dicek ternyata ada telepon dari nomer tak dikenal. Selain telepon, nomer tak dikenal itu juga mengirimi Gara pesan.


📩 "Hai Gara, aku kembali, besok temui aku di restoran ABC pukul 4 sore. aku tunggu kedatanganmu," pesan nomer tak dikenal


Gara mengernyitkan dahinya karena tak paham siapa orang di nomor tak dikenal itu.


"Ini nomer siapa? dia mengenalku dan sudah kembali? lalu mengajaku ketemuan, apa maksudnya?" tanya Gara


Gara saat itu memilih mengacuhkan pesan itu dan memilih kembali tidur. Namun ketika hendak tidur, Gara merasakan basah dan lengket di celananya. Tanpa berpikir panjang, Gara membuka selimutnya untuk melihat keadaan celananya. Dan ketika selimut terbuka, Gara sangat terkejut melihat celananya basah di bagian area sensitifnya.


"Hah basah? masa aku udah dewasa mimpi basah sih?" tanya Gara


"Gila, ini pertama kalinya dalam hidupku hanya karena bermimpi melakukan hubungan dengan Dina, aku bisa mengalami mimpi basah seperti ini, tadi mimpi itu seperti nyata, sangat nyata, mulai dari ciuman, sentuhanya, bahkan aku juga merasa seperti nyata saat pelepasan," ucap Gara lirih


Gara kemudian turun dari ranjangnya untuk membersihkan diri ke kamar mandi.


++++++++++++++*


Tak lama setelah Gara ke kamar mandi, Dina terbangun dari tidurnya. Saat terbangun, Dina tak melihat Gara di sampingnya.


"Bang Gara kemana? apa Bang Gara ke kamar mandi?" tanya Dina

__ADS_1


Kebetulan Dina kebelet buang air kecil saat itu. Tanpa berpikir panjang Dina turun dari ranjangnya bergegas pergi ke kamar mandi. Sesampainya di depan kamar mandi, Dina mendengar suara rintihan air.


"Sepertinya Bang Gara sedang mandi," batin Dina


Tak lama setelah mendengar suara rintihan air, pintu kamar mandi tiba tiba terbuka.


"Ceklek"(pintu kamar mandi terbuka)


Saat pintu kamar mandi terbuka, Dina dan Gara saling berteriak karena terkejut.


"Aaaaaa...." teriak Dina dan Gara


Gara saat itu hanya sejenak berteriak sementara Dina terus berteriak dan menutup matanya. Selain terkejut, Dina saat itu menutup matanya karena melihat Gara bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk kecil yang menutupi area sensitifnya..


Gara saat itu langsung berlari kemudian dengan cepat memakai kaos dan celana pendek. Setelah berpakaian, Gara kembali menemui Dina di depan pintu kamar mandi. Sesampainya di pintu kamar mandi, Gara melihat Dina berjongkok dan menutupi wajahnya. Gara seketika itu langsung ikut berjongkok lalu menenangkan Dina


"Din, tenanglah, buka matamu, abang sudah pakai pakaian," ucap Gara


Dina kemudian membuka matanya tapi tubuhnya bergetar dan tidak berucap satu kata pun.


"Din, abang minta maaf. abang sungguh tidak tahu kalau kamu tadi di depan pintu kamar mandi. Abang tadi lupa bawa pakaian ke kamar mandi, jadi abang keluar hanya pakai handuk saja. abang sungguh tidak ada niat buruk kepadamu," ucap Gara


Gara kemudian memeluk Dina lalu membantu Dina berdiri. Namun setelah membantu Dina berdiri, Gara merasakan ada cairan hangat mendarat di telapak kakinya. Gara sontak melihat ke arah bawahnya terkejut melihat sumber cairan hangat itu berasal dari kaki Dina dan rok Dina. Aromanya cairanya juga sudah tidak asing bagi Gara .


"Kamu bisa bersihkan dirimu ke kamar mandi ya, nanti pakaianmu abang ambilkan dan urusan lantainya biar akan abang yang bersihkan," ucap Gara


"Maaf Bang. kaki abang kena," jawab Dina

__ADS_1


"Gak apa apa, abang nggak marah dan nggak jijik. abang tahu kamu kelepasan terkencing gara gara kaget liat abang nggak berpakaian. sekarang cepat mandi, kalau mandi pakai air hangat ya, jangan pakai air dingin," saut Gara


Dina hanya mengangguk kemudian masuk ke kamar mandi. Sementara Gara langsung bersiap mempersiapkan alat pel untuk membersihkan lantai.


__ADS_2