MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 46 - PERAN BAPAK KOS


__ADS_3

Dina kemudian pergi meninggalkan Luqman dan kembali ke ruang kantornya. Sesampainya di ruang kantornya, Dina saat itu terkejut dengan adanya seorang pria yang menanyainya


"Darimana saja? kok nggak kabar kabar?" tanya Pria itu


Degg...


Dina saat itu tidak melihat orang dalam ruanganya karena lampu ruangnya belum dinyalakan. Tapi dari suaranya, Dina menngenal suara pria itu. Ketika lampu ruangan dinyalakan Dina, terlihat Gara terduduk di meja kebesaranyam


"Loh, abang kok disini?" tanya Dina


"Iya jelas abang kesini. lha wong abang pulang kerja di rumah cuma ada Bik Sri tadi. abang panik lah kamu di telepon nggak bisa, di chat whatsapp centang, makanya abang datang kemari karena informasi dari satpam los," jawab Gara


"Eh, Bik Sri pulang ke rumah jam berapa Bang? aku rindu beberapa hari ini nggak ketemu Bik Sri," saut Dina


"Tadi siang bilangnya, sekarang kamu jawab pertanyaan abang. ada urusan apa kamu di kos ini sampai kamu nggak sempat kabari abang," jawab Gara


"Abang sebenarnya sudah tahu dari satpam kan? mengapa tanya?" tanya Dina


"Abang ingin tahu langsung dari kamu. apa benar ada penghuni kos baru seusia abang," jawab Gara


"Iya benar. namanya Luqman seusia abang. tadi aku tanya usianya 30 tahun. orangnya baik, sopan, dan juga tampan. dia juga punya badan kekar dan altetis kaya atlet gitu, mungkin karena dia pelatih futsal," saut Dina


Gara saat itu tidak suka Dina memuji pria lain dihadapanya. Apalagi memuji postur tubuh pria lain Gara merasa tidak rela jika Dina terpesona dengan tubuh pria lain. Tanpa berpikir panjang, Gara langsung balik bertanya pada Gara.


"Apa kamu lihat tubuh pria lain? pria itu telanjang dada?" tanya Gara tegas


"Loh, kok tanya aku gitu? abang pikir aku apaan?" saat Dina


"Tadi kamu bilang tubuh pria itu kekar dan atletis," jawab Gara


"Dia masih pakai kaos pas bantu aku bersih bersih di kamar. abang tanyanya suka aneh aneh gitu deh," saut Dina kesal


"Apa? kamu sekamar sama dia? kurang ajar, abang harus beri dia pelajaran kamar nomor berapa dia?," ucap Gara


Gara saat itu bergegas ingin menemui Luqman. Tetapi beruntung Dina masih bisa mencegahnya.


"Bang, abang jangan berpikiran buruk. dia hanya bantu aku angkat angkat saja. aku menyapu dan mengepel," ucap Dina

__ADS_1


"Mengapa kamu sampai mengepelnya? dia bisa sendirian kan?" tanya Gara


"Bang, setiap orang yang mau kos disini harus mendapat pelayanan fasilitas yang baik Mas. sebelum ditempati penghuni kos, aku harus membersihkan calon kamar yang akan ditempati penghuni kos. ini sudah rutinitas," jawab Dina


"Mengapa kamu sampai turun tangan?" tanya Gara


"Bang, aku bukan konglomerat lagi kaya dulu yang bisa semena mena sewa jasa kebersihan, sewa juru masak dan sewa lain lain. sekarang selama aku bisa mengerjakanya, buat apa aku harus menyewa hal yang tidak penting. ini sudah pekerjaanku Bang," jawab Dina


"Besok abang akan cari orang jasa kebersihan dan juru masak di kos ini. mulai sekarang kamu tidak boleh masuk kamar mahasiswa kosmu," saat Gara


"Loh kok gitu? ini kos keluargaku yang dirikan dan sekarang aku mengelolahnya. mengapa abang yang ngatur ngatur?" tanya Dina


Gara kemudian memegang pipi Dina lalu mengatakan sesuatu.


"Mahasiswa kos mu laki laki, abang tidak izinkan kamu masuk ke kamar kos mahasiswa kosmu lagi, abang tidak ingin ada sesuatu hal yang tak diinginkan. bagaimana pun juga mereka semua laki laki, mereka pasti tertarik memandangimu dan abang tidak suka itu," ucap Gara


"Tapi selama ini aman aman saja, mahasiswa kosku gak seburuk yang abang kira," jawab Dina


"Tetap saja kita nggak tahu kedepanya. ini sudah jadi keputusan abang. abang sekarang suamimu, otomatis abang jadi bapak kos disini. jadi keputusan abang sudah bulat. abang sebagai bapak kos disini tidak ingin kamu bersih bersih kamar kos kaya tadi, mulai besok abang carikan dua petugas kebersihan di kos ini" ucap Gara


Gara kemudian mencium pipi Dina dengan lembut. Sementara Dina yang mendapatkan ciuman dari Gara seketika terdiam seakan terhipnotiis


"Maksudnya apa? abang gimana maksudnya?" tanya balik Dina


"Ya abang tampan atau gimana gitu menurutmu," jawab Gara


"Abang kaya anak kecil aja deh. iya abang tampan, baik. sudahlah aku mau pulang," saut Dina


Dina saat itu bergegas pergi dari ruang kantornya. Namun baru beberapa langkah berjalan, langkah Dina berhenti karena Gara mencegahnya.


"Tunggu sebentar Din," ucap Gara


"Ini sudah mau maghrib Bang, aku kemalaman nanti," jawab Dina


"Abang sama cowok itu tampan mana? dan badanya bagus mana?" tanya Gara


"Kalau aku jawab laki laki itu abang cemburu kan?," saut Dina

__ADS_1


"Tentu saja abang cemburu," jawab Gara


"Abang kaya anak kecil aja, udah gede juga," saut Dina


Gara saat itu langsung mencium bibir Dina tanpa aba aba. Dina yang mendapat serangan tiba tiba dari Gara langsung berusaha melepaskan ciumanya. Tapi tenaga Gara yang kuat membuat Dina pasrah dijelajah bibirnya oleh Gara. Setelah puas mencium Dina, Gara mengatakan sesuatu pada Dina


"Kedepannya abang larang kamu berduaan dengan pria itu, jangan lagi memperhatikan fisik pria lain. apalagi mengaguminya fisiknya. cukup abang saja yang kamu perhatikan. abang tidak peduli kamu ngatain abang anak kecil. yang pasti abang tidak menerima pujianmu itu terhadap pria lain," ucap Gara tegas


Dina hanya terdiam melihat ekspresi serius dari Gara


"Sekarang ayo kita pulang," ucap Gara


"Terus motorku gimana? aku pulang sendiri aja" tanya Dina


"Tidak tidak, ini sudah malam, kamu harus pulang bareng abang," ucap Gara


"Baiklah," jawab Dina


++++++++++++++


30 menit kemudian, Dina dan Gara sudah sampai rumah. Sesampainya di rumah, Dina saat itu merasa akan ada banyak orang yang curiga pernikahanya.


"Bang, tadi pas abang telepon satpam, apa para satpam tidak curiga dengan hubungan kita," ucap Dina


"Mereka nggak nanya kan? tidak usah cemas, kalau pun go publik abang nggak masalah. abang harap kamu juga. karena abang mau segera melegalkan hukum pernikahan kita," jawab Gara


Dina saat itu langsung terkejut dengan rencana Gara yang akan melegalitaskan pernikahanya. Dina tidak siap dan masih belum ingin memantapkan hidupnya dengan Gara.


"Loh aku tidak mau, aku menolak rencana abang, aku tidak siap," ucap Dina


"Kamu harus siap," jawab Gara tegas


"Aku tidak ingin hubungan ini semakin rumit, apalagi masalah abang yang itu belum tuntas" saut Dina


"Semua akan baik baik, masalah Selly pasti akan tuntas. percayalah sama abang. ini abang lakukan biar kamu yakin kalau abang serius dan tidak akan meninggalkanmu," jawab Gara


"Aku tidak bisa, aku takut, aku tidak ingin tersakiti lagi. aku butuh waktu untuk menerima semuanya. aku tidak ingin salah langkah," saut Dina

__ADS_1


"Baiklah, abang masih beri kamu waktu untuk memikirkanya," jawab Gara


"Aku akan membuatmu menerima pernikahan ini," batin Gara


__ADS_2