
30 menit kemudian, mobil yang dikemudikan Gara baru sampai di klinik. Sesampainya di klinik, Dina baru mulai sadarkan diri ketika Gara hendak membopongnya ke rumah sakit.
"Bang," ucap Dina lirih
"Iya, ini abang mau ajak kamu ke dalam," jawab Gara
Dina kemudian hanya pasrah saat di bopong Gara.
"Kepalamu masih pusing?" tanya Gara
"Iya sedikit, aku mau jalan sendiri aja," jawab Dina
"Nggak, nanti kamu jatuh. kamu harus nurut sama abang," saut Gara
"Malu lah bang, di lihatin banyak orang didalam," ucap Dina
"Nggak masalah, nggak ramai juga kita dapat urutan nomer 3. tidak perlu dilihat. cuek aja," jawab Gara
Gara kemudian mendudukan dirinya ke sofa lalu memposisikan pahanya agar menjadi bantal Dina tiduran. Awalnya Dina tidak mau, tapi Gara menyuruh Dina istirahat sejenak menunggu panggilan.
"Badanm lemas dan hangat gini, kamu istirahat saja dulu, kita masih nunggu di panggil," ucap Gara
"Harusnya nggak perlu ke klinik bang, cukup beli obat di apotek saja," jawab Dina
"Asal minum obat tanpa resep dokter itu nggak bagus. harus periksa dulu, kamu sakit apa? obat apa yang cocok nanti kamu minum? baru nanti abang tebus. kalau sakit harus minum obat dari resep dokter," saut Gara
Tak lama kemudian, nama Dina dipanggil oleh dokter. Sontak saja Gara menuntun Dina menemui dokter lalu menyuruh dokter memeriksa Dina.
"Dok, tolong periksa istri saya. istri saya tadi pingsan," ucap Gara
"Apa keluhan pasien?" tanya Dokter
"Keluhan saya..." jawab Dina terpotong
"Kemarin muntah muntah masuk angin, lalu hari ini tadi kepala istri saya pusing dan barusan pingsan.makanya segera saya bawa ke klinik terdekat," saut Gara
"Baiklah, biar saya periksa," jawab Dokter
Beberapa menit kemudian, Dokter yang memeriksa Dina mengatakan suatu hal yang membuat Gara terkejut.
"Ibu terakhir datang bulan kapan?" tanya Dokter
"Hah? Dina tidak datang bulan? kok bisa?" batin Gara
"Sepertinya jalan dua bulan ini," jawab Dina
"Tunggu sebentar ya bu, saya ambl sesuatu dulu," saut Dokter.
Setelah kepergian dokter, Gara langsung mengajukan pertanyaan pada Dina
"Dina, bukanya kamu datang bulan kemarin?" tanya Gara
"Sejak kapan abang tahu aku datang bulan? aku biasanya bilang kalau lagi datang bulan," jawab Dina
__ADS_1
"Terus kamu mengapa nggak bilang?" tanya Gara
"Iya soalnya abang nggak ngajak gituan. aku ngasih tahunya juga biasa pas kode abang ngajak gituan. kemarin kemarin ini juga tumben abang nggak ajak aku mandi bareng, biasanya hampir tiap mandi maunya bareng," jawab Dina
"Abang sungguh nggak tahu Din, abang lihat pembalut di kamar pas abang pulang kerja. jadi abang pikir kamu datang bulan," saut Gara
Tak lama kemudian, Dokter kembali datang ke ruangan Dina.
"Bu Dina, ibu bisa mengeceknya dulu di kamar mandi," ucap Dokter
"Tes kehamilan, saya hamil dok?" tanya Dina
"Dugaan saya ibu hamil, tapi biar lebih akurat ibu cek dulu saja," jawab Dokter
"Tapi saya nggak kebelet Dok," saut Dina
"Bisa meminum air putih," jawab Dokter
"Saya bisa temani istri saya di kamar mandi Bu? istri saya masih lemas keadaanya," saut Gara
"Silahkan Pak," jawab Dokter
Gara kemudian menuntun Dina berjalan menuju kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Gara membantu Dina duduk di kloset. Selain itu, pakaian Dina yang muslimah membuat Gara harus membantu Dina mengambil sampel air seni Dina.
"Ini minum dulu," ucap Gara
Dina meminum setengah botol air mineral
"Kalau sudah terangsang langsung pipis aja, dan fokus aja pegangi pakaianmu. kamu hari ini pakai baju terusan. takutnya basah nanti jika tidak disipak," ucap Gara
"Astaga....abang udah diam nih. ayo cepat biar kita tahu hasilnya," saut Gara
"Kalau aku hamil reaksi abang gimana?" tanya Dina
"Tentu abang senang jika kamu hamil. jika kamu nggak hamil ya berarti belum rezeki kita dikasih amanah sama tuhan," jawab Gara
"Senang bisa bebas ya Bang," ucap Dina
"Maksudmu?" tanya Gara
"Ah lupakan, banyak bicara nanti lama nunggu hasilnya," jawab Dina
10 menit kemudian, Dina saat itu sudah selesai dengan aktivitasnya dan sekarang tinggal menunggu hasilnya.
"Hasilnya bagaimana Din? kok tespectnya beda ya? biasanya abang tahu ada garis dua merah itu, kalau ini layarnya mirip kalkulator. abang jadi kurang tahu," tanya Gara
"Aku juga sebenarnya nggak tahu, tapi tunggu saja," jawab Dina
Beberapa detik kemudian, alat tespect berbunyi lalu menunjukkan hasil gambar love bertuliskan kata yess
"Ini hasilnya ada tulisan yess bang," ucap Dina
"Kamu hamil?" tanya Gara
__ADS_1
"Sepertinya iya, ini maksudnya hasilnya yes pregnant," jawab Dina
Gara saat itu hanya terdiam dan tidak ingin mengeluarkan suara. Gara sudah pastikan dirinya akan menangis jika mulutnya bersuara. Semua rasa di hati Gara bercampur aduk menjadi satu. Mulai dari senang, kaget, terharu, sedih. Gara sungguh tidak menyangka dirinya akan menjadi seorang ayah.
"Abang kok diam? abang menyesal? abang nggak seneng aku hamil," ucap Dina
"Makasih sayang, abang bahagia. sebentar lagi abang adi ayah dan kamu jadi ibu untuk anak kita," jawab Gara berat bergetar
Gara saat itu mau memeluk Dina, tapi Dina menolaknya
"Nggak usah pelukan. abang kalau mau nangis sebaiknya jangan deh. aku nggak suka suasana seperti itu. aku nggak mau makin bucin. abang harus ingat, aku masih belum melupakan teka teki aroma parfum wanita di jas abang itu" jawab Dina
"Baiklah, kita ke dokter dulu, periksa," jawab Gara
Gara saat ini merasa bahagia dengan kabar kehamilan Dina. Namun dibalik kesenanganya, Gara juga merasa sedih karena Dina mengungkit masalah aroma parfum yang belum terselesaikan.
"Bagaimana bu, hasilnya?" tanya Dokter
"Saya hamil Dok," jawab Dina
"Syukurlah, baiklah sekarang kita cek berapa usia kandungan ibu. sekarang saya USG ya Bu?" tanya Dokter
"Iya," jawab Dina
10 menit kemudian, hasil USG keluar menujukan kehamilan Dina masih berusia 7 minggu.
"Selamat ya Bu, usia kandungan masih 7 minggu. janin ibu panjangnya 1,30 cm. detak jantung sudah mulai ada. pada usia kehamilan 7 minggu, ukuran janin masih sangat mungil sebesar buah anggur. Sel-sel otak janin mulai berkembang begitu juga dengan lengan dan kakinya yang sudah mulai terlihat seperti dayung kecil. jari jari tangan disini juga mulai terbentuk walau berlapiskan selaput," ucap Dokter
"Jadi gejala yang saya alami itu termasuk gejala kehamilan? apakah aman?" tanya Dina
"Itu gejala yang umum dialami ibu hamil di trimester pertama. dalam trimester pertama memang gejala perut ibu kembung masuk angin itu karena embrio janin mulai teetanam menempel dan berkembang di rahim ibu. kehamilan masa ini frekuensi berhubungan intim tidak boleh berlebihan, sekarang saya akan siapkan resep untuk ibu minum rutin," jawab Dokter
"Terima kasih Dok," saut Dina
++++++++++++
1 jam kemudian, Gara dan Dina sudah sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Dina saat itu merasa senang mendapati sebuah kehidupan di dalam rahimnya. Namun dibalik kesenanganya itu, Dina masih acuh dengan Gara karena masalah parfum belum usai
"Bang, aku ke kamar. mau lihat foto foto anaku," ucap Dina
"Abang ikut," jawab Gara
"Nanti abang lihat sendiri aja setelah aku melihatnya," saut Dina
Dina kemudian masuk kedalam kamar duluan diikuti Gara dibelakangnya. Sesampainya Dina dalam kamar, Gara saat itu mendekati Dina. Tetapi sayangnya, Dina malah menjauh.
"Abang mau apa kesini?" tanya Dina
"Mau lihat anak kita," jawab Gara
Gara kamudian menjulurkan tangannya ingin memegang perut Dina. Tetapi sayangnya, Dina menolaknya.
"Gak usah pegang pegang dulu," ucap Dina
__ADS_1
"Din, mengapa kamu begini? abang sedih jika kamu membatasi abang seperti ini," tanya Gara
"Aku merasa biasa saja, aku hanya nggak mau diganggu saja," jawab Dina