
Sore hari, pekerjaan Gara di kantor sudah selesai. Setelah pekerjaanya selesai, Gara bersiap untuk pulang. Namun ketika Gara hendak keluar dari kantor, Pak Umar datang menemuinya.
"Gara, kamu mau pulang?" tanya Pak Umar
"Iya Pak, pekerjaan saya sudah selesai," jawab Gara
"Rumah tanggamu bagaimana sekarang?" tanya Pak Umar
Degg..
Gara saat itu sangat terkejut dengan pertanyaan Pak Umar. Selama ini, Gara tidak pernah menceritakan pernikahanya kepada siapa pun.
"Kamu tak perlu terkejut, pak RT di kampung tempat kamu digerebek itu adalah paman ayah. Ayah lusa kemarin berkunjung ke rumah paman, dan ayah terkejut mendengar cerita paman tentang sepasang kekasih menikah karena digerebek warga. pas tahu itu kamu, ayah nampak terkejut," ucap Pak Umar
"Maaf ayah, sebenarnya kejadiannya tak seburuk yang ayah pikirkan. aku menyelamatkan Dina dari pria yang mau melecehkaya," jawab Gara
"Oh namanya Dina? kamu nyaman denganya?" tanya Pak Umar
"Aku nyaman, hanya Dina yang tak nyaman bersamaku," jawab Gara
"Kamu pernah melakukan kesalahan padanya?" tanya Pak Umar
Gara saat itu terang terangan menceritakan masa lalunya dengan Dina kepada Pak Umar. Pak Umar sebenarnya kesal mendapati fakta bejatnya Gara di masa lalu. Namun melihat Gara yang sudah berubah, Pak Umar mendukung hubungan Gara dan Nifa.
"Ayah, terima kasih," ucap Gara
"Sama sama, berarti kamu besok tak perlu ayah carikan teman ya? untuk hadiri pesta pernikahan rekan kerja ayah," jawab Pak Umar
Dua hari sebelum Dina mendapatkan undangan pernikahan Fabian dan Vera, Gara sudah terlebih dulu disuruh Pak Umar menghadiri undangan pernikahan Fabian dan Vera atas nama perusahaan. Gara sempat menolaknya tetapi ketika melihat Dina diundang, Gara langsung menyetujui permintaan Pak Umar.
"Iya, ayah tenang saja, sebenarnya undangan yang ayah kasihkan ke aku itu adalah undangan pernikahan mantan dan sahabat Dina. aku tidak ingin membiarkan Dina sendirian di pesta pernikahan itu jadi aku akan hadir mengatasnamakan perusahaan," saut Gara
"Nah, kalau gini ayah senang. kamu harus mulai sering mewakili ayah menghadiri acara acara undangan. karena kamu adalah penerus pemimpin perusahaan ayah," jawab Pak Umar
Pak Umar kemudian memberikan kontak mobilnya untuk Gara
"Gara, ini untukmu," ucap Pak Umar
__ADS_1
"Ayah, maksudnya apa ini?" tanya Gara
"Selamat ulang tahun Gara, semoga panjang umur, bahagia, dan sehat selalu, ini hadiah untukmu," jawab Pak Umar
Gara saat itu baru menyadari kalau dirinya ulangtahun. Tanpa berpikir panjang Gara berterima kasih pada Pak Umar yang memberikanya hadiah mobil
++++++++++++
1 jam kemudian, Gara sudah sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Gara melihat ada banyak makanan di meja makan. Di meja makan terdapat tumpeng nasih putih ukuran sedang dan pinggiranya ada ayam goreng, sambal goreng kentang,,urap urap. dan bihun goreng.
Tumpeng nasi di meja makan sungguh menggugah selara. Gara ingin sekali memakan makanan yang ada di meja makan. Awalmya Gara berandai andai Dina merayakan ulang tahunnya Namun Gara tak yakin Dina mengingat hari ulang tahunya. Gara menduga Dina memasak tumpeng karena sedang mengundang teman temannya.
"Tidak mungkin Dina mengingat ulangtahunku. Dina saja tidak mencintaiku Pasti Dina ada acara dengan temanya, sebaiknya aku ke kamar dan makan nanti saja," batin Gara
Gara kemudian berjalan menuju kamarnya. Namun sesampainya di kamar Gara melihat Dina sedang mengganti perbanya. Tanpa berpikir panjang, Gara langsung membantu Dina yang sedang mengganti perban..
"Biar abang bantu," ucap Gara
"Eh abang sudah pulang? maaf aku tidak sempat menyambut abang pulang," jawab Dina
Gara hanya diam dan fokus mengganti perban Dina .
"Nggak kok," jawab Gara
Tak lama kemudian, perban ditangan Dina sudah selesai Gara ganti.
"Makasih ya Bang, aku pergi ke dapur dulu. setelah abang mandi, abang bisa ke meja makan untuk makan," ucap Dina
Dina kemudian pergi meninggalkan Gara di kamar. Sementara Gara hanya terdiam memikirkan ucapan Dina yang menyuruhnya makan di meja makan.
"Dina menyiapkan tumpeng itu untuku?" batin Gara
Gara kemudian bergegas mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi, Gara langsung berjalan menuju meja makan. Sesampainya di meja makan, Gara terkejut melihat Dina menyiapkan peralatan makan.
"Din, kamu masak tumpeng ini ada apa Din?" tanya Gara
"Aku ingin mengucapkan sesuatu," jawab Dina
__ADS_1
"Ucapan apa?" tanya Gara
"Selamat ulang tahun Bang, maaf aku hanya bisa rayakan kecil kecilan seperti ini, aku nggak bisa kasih abang hadiah mewah kaya dulu lagi. hanya ini yang bisa aku hadiahkan," jawab Dina
Selama berpacaran dulu ketika Gara ulangtahu, Dina dulu selalu mengajak Gara ke restoran dan memberikannya hadiah mewah. Namun sekarang Dina tidak bergelimang harta seperti dulu. Hanya tumpeng biasa untuk dimakan saja yang bisa Dina buat
"Din...kamu...mengingat ulang tahun abang.." ucap Gara bergetar
"Iya aku ingat..." jawab Dina terpotong
Gara saat itu langsung memeluk Dina karena terharu
"Terima kasih, abang mencintaimu sayang," ucap Gara
"Sekarang abang potong tumpengnya dulu lalu makan," jawab Dina melepaskan pelukan Gara
"Baiklah, abang potong," saut Gara
Gara kemudian memotong tumpengnya lalu acara makan bersama dimulai. Dalam perayaan kecil ulang tahunya Gara hanya ada satu permintaan yaitu berharap Dina bisa mencintainya.
++++++++++++++
20 menit kemudian setelah makan besama, Dina saat itu hendak ingin membereskan peralatan makan, tapi langsung dicegah oleh Gara.
"Biar abang yang beresin semua, tangan kamu masih luka dan baru diganti perban," ucap Gara
"Bang," ucap Dina
"Iya," jawab Gara
"Abang masih marah? aku kemarin tuduh abang ya tidak tidak. maaf, aku benar benar takut bang, tubuhku begetar ketika lihat laki laki telanjang mengajaku tidur, bayangan itu..." saut Dina terpotong
"Sudah sudah, jangan diteruskan. abang minta maaf. semua salah abang. kamu seperti ini karena abang. abang janji nggak ngelakuin hal kaya semalam. abang ingin kamu nyaman saja sama abang," jawab Gara
Gara kemudian memeluk Dina dan juga refleks mengecup kening Dina. Sementara Dina sejujurnya dirinya lebih takut ke arah ingatanya saat hendak di perkosa Pak Dody. Bayang bayang kejadian Dina saat hendak diperkosa Pak Dody, Dina merasa melihatnya pada diri Gara waktu mengajaknya tidur. Tapi disisi lain Dina merasakan kehangatan juga.
Setelah beberapa menit berpelukan, Gara merasakan hasratnya bergejolak. Tak ingin membuat Dina ketakutan, Gara melepaskan pelukanya lalu izin ke kamar mandi.
__ADS_1
"Abang pergi dulu ke kamar mandi, kamu istirahatlah," ucap Gara
Gara saat itu pergi ke kamar mandi sementara Dina mendudukkan dirinya di ranjang.