MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 30 - DIAM TAPI PEDULI


__ADS_3

Esok hari, Dina terbangun dari tidurnya melihat posisi tubuhnya menghadap Gara dan tanganya melingkar di perut Gara. Selain itu kaki Dina juga berada di atas paha Gara. Sementara Gara posisi tidurnya terlentang dengan kedua tanganya terangkat diatas. Jujur saja, Dina malu dengan posisinya saat ini. Dina tidak menyangka kalau posisinya saat ini terlihat agresif.


"Mengapa aku bisa seperti ini? aku memeluk Bang Gara saat tidur? bagaimana bisa? apa aku selalu seperti ini jika tidur? dan tumben Bang Gara tidak memeluku?" batin Dina


Mata Dina saat itu juga fokus dengan sesuatu di celana Gara yang berdiri. Ada rasa penasaran bercampur takut ketika Dina melihatnya. Apalagi terkadang sesuatu di celana Gara itu sekilas hidup bergerak gerak. Hal itu membuat Dina bergegas melepaskan pelukanya karena takut Gara akan khilaf menyetubuhinya jika bangun.


Setelah melepas pelukanya, tanpa berpikir panjang Dina memilih segera turun dari ranjangnya kemudian pergi ke dapur. Dina tidak ingin dirinya terciduk malu jika Gara melihat wajahnya saat ini.


"Aku harus pergi dari sini sebelum Bang Gara bangun melihatku," batin Dina


Dina kemudian pergi ke dapur meninggalkan Gara. Setelah kepergian Dina, 5 menit kemudian Gara terbangun tak menemui Dina di ranjang.


"Loh dimana Dina?" tanya Gara


+++++++++++++


Sementara di dapur, Dina saat itu sedang mamarut kelapa. Hari ini Dina ingin membuat serundeng kelapa untuk pelengkap lauk di pecelnya. Namun saat Dina mamarut, Dina kepikiran dengan adegan dirinya tadi pagi yang terlihat agresif. Dina tidak tahu dengan aoa yang terjadi dengan dirinya. Satu hal kekhawatiran Dina saat ini adalah dirinya tidak ingin terhanyut lagi oleh pesona laki laki. Sudah cukup baginya menjadi orang yang selalu sakit hati karena perselingkuhan.


"Aku harus bisa mengontrol hatiku. aku tidak mau terhanyut pesona laki laki khususnya Bang Gara. aku tidak mau semua skenario ini berakhir dengan perselingkuhan dan sakit hati," batin Dina


Dina terus melakukan aktivitasnya memarut tapi tatapanya tidak ke arah kelapa yang sedang di parut. Melainkan Dina hanya menatap lurus ke arah pintu dapur gara gara berkutik pikiranya. Sehingga akibat aktivitas dan pikirannya tidak sinkron, tangan Dina langsung keparut dan darah dari tanganya mengalir berceceran


"Aaaahh...aduh.." teriak Dina


Dina langsung berlari menuju westafel dapurnya kemudian membersihkan tanganya yang keluar darah. Namun di sela sela Dina membersihkan tanganya, tiba tiba Gara datang membatu mengobati tangan Dina.

__ADS_1


"Ayo duduk situ sebentar, abang bantu obatin," ucap Gara


"Aaaaah, ini perih..." jawab Dina menangis.


"Iya makanya nurut, abang bantu obatin," saut Gara


Gara kemudian menuntun Dina duduk di kursi. Setelah Dina terduduk di kursi, Gara mengambil perlengkapan P3K dalam lemari lalu mengobati tangan Dina.


"Aaah...perih sekali," ucap Dina


"Iya tahan ya, ini abang sudah pelan pelan obatinya, setelah ini abang perban," jawab Gara


Dina saat itu melihat Gara sangat ahli dalam memperban tanganya. Setelah tangan Dina diperban, Gara melarang Dina berjualan di kantin.


"Hari ini kamu jangan berjualan di kantin dulu," ucap Gara


"Kamu akan kesulitan melayani pembelimu, istirahat saja di rumah," saat Gara


"Tidak tidak, mahasiswa kos pasti menantiku, aku akan melanjutkan membuat serundeng kelapa, terima kasih telah mengobatiku," jawab Dina


Dina saat itu berdiri dari duduknya tapi tangan kirinya di cekal oleh Gara


"Menurutlah, jangan membantah !!! fokus dulu kesembuhanmu," saut Gara tegas


Gara kemudian menggendong Dina ala bridal style menuju kamar. Sementara Dina yang mendadak di gendong Gara merasa merinding ingin turun..

__ADS_1


"Bang, aku bisa jalan sendiri. turunkan aku," ucap Dina


Gara hanya diam dan fokus berjdan tak memperdulikan celotehan Dina.


Setelah mengantar Dina ke kamar, Gara bersiap untuk mandi karena berangkat di kantor. Seperti biasa ketika mandi, Dina menyiapkan setelan lengkap pakaian Gara.


10 menit kamudian, Gara keluar dari kamar mandi. Gara saat itu keluar dari kamar mandi dengan pakaianya yang sudah lengkap. Hal itu membuat Dina heran, tak seperti biasanya Gara memakai pakaian dalam kamar mandi. Biasanya Gara keluar kamar mandi dalam keadaan bertelanjang dada dan hanya memakai handuk menutupi aset bawahnya.


"Bang, aku tidak tahu kalau abang sudah bawa pakaian di kamar mandi," ucap Dina


"Sudah jam 7, abang berangkat. assalamualaikum," ucap Gara alihkan perhatian


"Waalaikumsalam," jawab Dina


++++++++++


Setelah kepergian Gara ke kantor, Dina saat itu teringat kalau Gara belum sarapan. Dina merasa bersalah karena melupakan kewajibanya melayani Gara sarapan. Tanpa berpikir panjang, Dina mencoba menghubungi Gara tapi tidak di angkat. Namun beberapa menit kemudian Gara mengirimi pesan..


📩 "Sarapanmu abang siapkan di meja makan, abang makan di kantor," pesan Gara


Dina sangat terkejut ketika tahu Gara menyiapkan sarapan untuknya. Dina saat itu langsung berlari menuju meja makan. Sesampainya di meja makan, Dina melihat ada bubur ayam dan susu. Dina saat itu senang dengan perhatian yang diberikan Gara kepadanya. Tanpa berpikir panjang, Dina membalas pesan Gara dengan emoticon


📩 "🤗🤗🤗" balas Dina


Setelah membalas pesan Gara, Dina memakan makanan yang sudah di siapkan Gara

__ADS_1


Sementara di kantor, Gara yang baru bersiap bekerja mendapat notif pesan dari Dina. Ketika melihat balasan tiga emoticon dari Dia, Gara tersenyum. Gara tak menyangka dirinya dapat balasan emoticon yang membuat moodnya meningkat. Dalam pikiran Gara membayangkan jika Dina tersenyum seperti emoticon itu pasti terlihat sangat lucu.


__ADS_2