MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 41 - SENYUMAN INDAH ITU KEMBALI


__ADS_3

Esok hari, Gara dan Dina sedang menikmati sarapan pagi bersama. Keadaan Dina sekarang sudah mulai ada kemajuan. Dina sekarang sudah mulai beraktitas normal dan tidak berlarut dalam kesedihan. Walaupun setiap malam, Dina masih sering menangis dan Gara yang memenangkanya.


Hari ini Gara masih memutuskan unik cuti hingga satu minggu kedepan. Bagi Gara menemani Dina dalam kondisi terpuruk seperti ini lebih penting. Setelah sarapan pagi, Gara saat itu mengajak Dina berkebun di taman.


"Din, kita berkebun yuk?" ajak Gara


"Berkebun? kita mau menanam apa?" tanya Dina


"Abang berpikir saat ini kebutuhan bahan pokok tidak stabil. kadang naik kadang turun juga. gimana kalau kita tanam cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat? soalnya abang lihat di taman rumahmu hanya bunga bunga saja," tanya Gara


"Aku memang nggak pernah menanam sayur sayuran, merawat sayuran sepertinya lebih susah," ucap Dina


"Kalau belum mencoba kan kita nggak tahu? abang tadi lihat lihat youtube sepertinya bahan bahanya mudah didapat. abang sudah pesan online bentar lagi sampai," jawab Gara


"Abang beli apa saja?" tanya Dina


"Beli pupuk, polybag dan bibit tanamanya. pokoknya kita akan seru seruan berkebun seharian ini," jawab Gara


"Wah, aku jadi tidak sabar," ucap Dina antusias


"Iya abang juga nggak sabar, kita tunggu barangnya sebentar ya?" tanya Gara


"Iya bang, aku mau buat minuman dan makanan ringan dulu untuk bekal berkebun," jawab Dina antusias


Dina kemudian tersenyum lalu berlari ke dapur untuk membuat makanan ringan dan minuman. Sementara Gara yang melihat Dina ceria dan antusias merasa bahagia. Gara terharu melihat Dina akhirnya bisa kembali tersenyum. Sudah sangat lama Gara tak pernah melihat Dina bisa ceria seperti hari ini.


"Akhirnya aku bisa melihat senyuman indahmu itu Dina. sudah sangat lama kamu tak pernah tersenyum karena kesedihanmu yang bertubi tubi. aku sangat merindukan dirimu yang seperti ini. sekarang senyuman indahmu itu kembali. aku berharap senyumanmu indahmu itu tak akan pernah pudar. kamu harus bahagia," batin Gara


Tak lama kemudian, Dina menghampiri Gara di meja makan. Dimeja makan saat itu Dina tak sengaja melihat Gara sedang mengucek matanya. Dina sontak menduga kalau Gara habis menangis.

__ADS_1


"Bang, mengapa menangis?" tanya Dina


"Nggak, mata abang hanya kelilipan debu," jawab Gara kaget


"Oh, biar aku bantu tiup mata abang," ucap Dina


"Iya iya," jawab Gara


Dina saat itu memajukan kepalanya kemudian meniup mata Gara. Setelah meniup mata Gara, Dina ingin memastikan kalau mata Gara baik baik saja.


"Bagaimana bang? sudah baik baik saja matanya?" tanya Dina


"Iya, sudah baik. sekarang duduklah sini dekat abang bentar," ucap Gara


"Ada apa?" tanya Dina


"Sini bentar, abang mau kasih kamu hadiah," jawab Gara


"Iya hadiah, makanya mendekatlah sebentar," jawab Gara


Dina kemudian memajukan kursinya mendekati Gara. Setelah meja Dina mendekat, Gara saat itu memajukan kepalanya dan akhirnya terjadilah...


"Cup" (Gara mencium bibir Dina)


Mulut Gara saat itu menjelajahi seluruh rongga mulut Dina dengan lembut. Sementara Dina yang tak berpengalaman hanya bisa membuka mulutnya. Beberapa detik kemudian, Dina menujukan tanda tanda akan kehabisan nafas. Gara yang menyadarinya langsung melepaskan tautan bibirnya.


"Kamu tahu mengapa hari ini abang merasa beruntung?" tanya Gara


"Abang gajian?" tanya Dina

__ADS_1


"Hahaha...." tawa Gara


"Jawabanku benar ya Bang?" tanya Dina tersenyum


"Senyumanmu," jawab Gara


"Eh..." saat Dina kaget


Gara kemudian memegang pipi Dina lalu mengatakan sesuatu.


"Ada 3 cahaya yang abang sukai di dunia ini, pertama matahari. matahari adalah cahaya yang menyinari kehidupan di bumi siang hari, lalu kedua ada bulan. bulan adalah cahaya yang menyinari kehidupan di bumi malam hari dan terakhir adalah senyumanmu. senyumanmu adalah pondasi cahaya terindah dalam hidup abang. setiap kali kamu tersenyum abang merasa bahagia " jawab Gara


Dina saat itu merasa jantungnya berdebar debar. Dina tak mengira Gara bisa seromantis itu kepadanya. Padahal waktu pacaran dulu, Dina lebih sering menggombali Gara.


"Abang sudah kehabisan kata kata bagaimana mengungkapkan hati abang saat ini yang begitu bahagia, hanya dengan melihat senyumanmu. maaf, abang bukan bermaksud lebay atau gimana. tapi abang harus mengungkapkanya. senyumanmu hari ini sudah lama abang tidak pernah lihat," ucap Gara


"Bang, ada apa sebenarnya?" tanya Dina


"Abang adalah orang pertama yang menghancurkan senyumanmu itu, dan sekarang abang bahagia bisa melihatmu kembali tersenyum di depan abang. jangan pernah menangis lagi ya, dan selalulah tersenyum bahagia seperti ini, abang akan selalu ada untukmu," ucap Gara meneteskan air mata


Dina yang melihat Gara meneteskan air mata langsung mengusapnya lalu mengatakan sesuatu.


"Eh, abang dulu nggak pernah puitis seperti ini. tapi abang sangat puitis sekali hari ini. aku juga terima kasih karena abang aku bisa pelan pelan menata kembali kehidupanku," ucap Dina


"Iya, apapun abang lakukan demi kamu," jawab Gara


Tak lama kemudian, ada suara kurir datang membawakan pesanan Gara


"Sekarang bersiaplah berkebun, pesanan abang sudah datang," ucap Gara

__ADS_1


"Baik Bang," jawab Dina


__ADS_2