MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 85 - PELINDUNG


__ADS_3

"Vera, kamu tadi ambil susu hangat di dekat jus jeruk di meja?" tanya Prisil


"Iya, Dina tadi butuh yang anget anget soalnya, tapi


begitu dia minum, kepanasan dia," jawab Vera


"Ya ampun, itu ada obat perangsangnya Ver, itu susu ketemu salah ambil," saut Prisil


Degg....


"Apa? obat perangsang?mengapa kamu pakai obat perangsang? kamu mau jebak seseorang?" tanya Vera


"Kamu jangan sok nggak tahu gitulah, tadi aturan taruhanya kamu kan lihat juga. malah kamu yang jadi host nya," jawab Prisil


"Maksudnya apa ini? taruhan apa? aku tidak mengerti?" tanya Dina


"Para cowok cowok pada taruhan nonton piala dunia hari ini. yang jagoanya kalah akan mendapakan minuman apes di misteri box. minuman di misteri box itu ada obat perangsang, jus jeruk asin, jus pare, dan banyak lagi minuman minuman aneh," jawab Prisil


"Kamu ngomong apa sih Pris? aku nggak paham," saut Vera


"Ver, aku pergi dulu, terima kasih undanganya," jawab Dina


Dina saat itu menjauhkan dirinya dari Vera karena merasa dijebak. Dengan langkah kaki terseok seok, Dina memaksakan dirinya berlarikeluar dari hotel menerobos hujan. Namun sesampainya diuar hotel, Dina bertemu dengan Fabian yang tiba tiba menghampirinya.


"Dina, kamu kenapa?" tanya Fabian


"Aku tidak apa apa, kalau kamu cari Vera, dia ada di dalam," jawab Dina


"Aku antar kamu pulang ya? kamu sepertinya tak baik baik saja," saat Fabian


"Nggak usah, aku bisa pulang sendir," jawab Dina


Fabian saat itu sudah tahu gelagat Dina sedang mengalami gejala obat perangsang. Tanpa berpikir panjang, Fabian saat itu hendak menyentuh buah dada Dina. Namun sayangnya, Dina refleks menangkisnya. Bagi Dina, kelakuan Fabian sangat keterlaluan terhadapnya


"Apa yang kamu lakukan !!!" teriak Dina


"Kamu tidak bisa bohong, tubuhmu pasti merasa tidak nyaman," jawab Fabian


"Itu bukan urusanmu, pergi sana..." teriak Dina


"Kamu merasakan panas di tubuhmu kan? walaupun kamu terguyur hujan begini? efek itu bisa membuatmu mati jika kamu tidak melampiaskanya," jawab Fabian

__ADS_1


"Terus dengan aku seperti ini, kamu pikir aku akan biarkan kamu seenaknya saja menyentuhku !!!" teriak Dina


"Kamu takut suamimu? suamimu saja tak memikirkan dirimu saat dirinya selingkuh. kamu terpaksa menikahinya kan? bercerailah dan kamu bisa kembali ke pelukanku. aku pasti bisa menjadi suami yang baik untukmu," jawab Fabian


"Tidak !!! kamu gila !!! pergi jangan dekat dekat aku," saut Dina


Fabian saat itu dengan lancang mencium pipi Dina. Dina yang mendapat ciuman dari Fabian hanya bisa menangis dan memberontak. Dengan sekuat tenaga, Dina terus memberontak agar bisa lepas dari cengkeraman Fabian. Dina saat itu merasa hancur dan ternoda karena ada pria bukan muhrimnya menciumnya.


"Kamu kurang ajar, lepaskan aku !!! Pergi !!! pergi dalam kehidupanku!!! pergi !!!" teriak Dina


Fabian hanya tersenyum sinis lalu kembali mencium pipi Dina.


"Aku mohon jangan, aku mohon.....lepaskan aku..." teriak Dina


Fabian saat itu memajukan kepalanya hendak mencium bibir Dina. Namun aksi Fabian gagal karena ada sosok seorang pria bertopeng yang mendorongnya dengan kuat.


"Hei, siapa kau !!!" teriak Fabian


"Aku sudah pernah katakan padamu. jangan dekati Dina, apalagi mengganggunya," jawab Pria bertopeng


Dari suaranya, Fabian sudah menebak pria itu adalah Gara. Dengan tatapan sinis, Fabian menceritakan pengalamanya mencium pipi Dina


"Aku hari ini mendapatkan pipinya, manis sekali pipi dia. aku tadi mau mencoba sensasi mencium bibirnya tapi kamu mendorongku. bolehkah aku mencobanya lagi?" ucap Fabian


"Aku akan menggentayangimu jika aku mati," jawab Fabian


Gara saat itu tak kuasa menahan gejolak emosinya. Tanpa berpikir panjang, Gara saat itu menyerang Fabian membabi buta karena tidak terima Dina dilecehkan. Setelah menyerang Fabian hingga sekarat Gara langsung menghampiri Dina yang duduk meringkuk ketakutan.


"Dina, kamu sudah aman sayang, pria itu tidak akan mengganggumu lagi," ucap Gara


Dina hanya menangis..


"Kita pulang ya, kita masuk mobil," ucap Gara


Gara saat itu hendak menggendong Dina masuk dalam mobil. Namun ketika Gara melihat gelagat Dina, Gara paham jika Dina terkena pengaruh obat kera perangsang. Gara tidak ingin Dina semakin tersiksa dengan efek obat perangsang yang menjalar ke tubuh. Tanpa berpikir panjang, Gara mengajak Dina check ini masuk hotel.


Sesampainya di kamar hotel, Gara membantu Dina mandi dengan air hangat. Setelah mandi, Gara dan Dina duduk di ranjang sama sama hanya pakai piyama mandi.


"Kita berdua nginap di hotel sini dulu ya? perjalanan menuju rumah hampir 2 jam. abang takut terjadi apa apa sama kamu," ucap Gara


"Aku kotor.." jawab Dina menangis

__ADS_1


"Nggak sayang, kamu nggak kotor. abang akan hilangkan jejak pria brengsek itu," ucap Gara


"Fabian menciumku, aku kotor," jawab Dina


"Abang nggak marah sama kamu, jangan takut dan menangis seperti ini. abang sudah habisi dia sampai sekarat," saut Gara


"Aku tadi dijebak minum obat perangsang bang, aku bingung dengan tubuhku sekarang ini," jawab Dina


"Iya abang tahu, abang akan hilangkan rasa tidak nyaman itu dari tubuhmu. izinkan abang menjamahmu ya? abang akan pelan pelan karena abang tidak mau menyakiti janin kita," ucap Gara


Gara kemudian menjamah Dina dengan penuh kelembutan. Dina saat itu hanya pasrah menikmati malam panasnya dengan Gara. Dan baru kali ini,Dina menginginkan mengambil alih permainan.


"Bang, aku mau diatas, aku mau ambil alih permainan," ucap Dina


Gara sebenarnya senang melihat Dina ingin ambil alih permainan. Fantasi seorang pria akan semakin menambah gairahnya jika melihat wanitanya agresif. Tapi Gara tidak mau egois dengan membiarkan Dina bermain tak terkontrol.


"Nggak sayang, seperti ini saja. abang nggak mau kamu nggak bisa ngontrol, abang tahu efek obat ini. jika kamu nggak bisa ngontrol, abang takut membahayakan janinmu,"ucap Gara


"Abang pas selingkuh pakai itu?" tanya Dina


"Jangan bicarakan itu saat kita sedang penyatuan seperti ini, kamu fokus saja nikmati permainan. mendesahlah semaumu," jawab Gara


"Tapi abang mainya pelan, tubuhku nggak nyaman," jawab Dina


"Kalau abang cepat bahaya sayang, sabar ya sayang. nanti efeknya akan hilang, gak apa apa pelan pelan yang penting nggak membahayakan," saut Gara


30 menit kemudian aksi malam panas Gara dan Dina sudah selesai. Mereka berdua saat ini hanya terduduk di ranjang tanpa sehelai benang.


"Maaf, semalaman sepertinya kita seperti ini dulu. kita nggak bawa baju ganti. tapi abang sudah suruh pelayan membelikan kita pakaian dan diantar ke hotel. tapi besok pagi bisanya," ucap Gara


"Bang," ucap Dina


"Iya sayang, tubuhmu masih panas?" tanya Gara


"Mengapa abang bisa kemari?" tanya Dina


"Mana ada suami bisa tenang ketika malam malam istrinya tidak di rumah. abang tadi mengikutimu. tapi di perjalanan, ban mobil kempes jadi maaf abang terlambat menyelamatkan kamu tadi," jawab Gara


Dina saat itu hendak kembali menangis karena teringat Fabian menciumnya


"Sayang, sudah jangan nangis. yang penting kamu sudah aman sama abang," ucap Gara

__ADS_1


Gara dan Dina kamudian berpelukan dan tidur bersama. Namun, Dina saat itu tidak bisa tidur karena bayangan Fabian mencium pipinya terus membekas di pikiranya. Walaupun Fabian hanya sekedar mencium pipi, tapi tetap saja Dina merasa dirinya kotor.


"Andaikan aku tak datang ke pesta ini, pasti semua ini tidak terjadi. Bang Gara sudah melarangku tapi aku tetap nekat menghadirinya. aku tidak menyangka Vera yang aku kira jadi pelindungku saat aku tersakiti kedepanya malah hari ini menjebaku. dan suamiku sendiri, orang yang aku duga selingkuh dariku, justru saat ini menyelamatkan diriku," batin Dina


__ADS_2