MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 83 - DI ACUHKAN


__ADS_3

"Abang mau apa kesini?" tanya Dina


"Mau lihat foto anak kita," jawab Gara


Gara kamudian menjulurkan tangannya ingin memegang perut Dina. Tetapi sayangnya, Dina menolaknya.


"Gak usah pegang pegang dulu," ucap Dina


"Din, mengapa kamu bersikap seperti ini ? abang sedih jika kamu membatasi abang seperti ini," tanya Gara


"Aku merasa biasa saja, aku hanya nggak mau diganggu saja," jawab Dina


"Biasa aja bagaimana? kamu seperti ingin jauh dari abang," saut Gara


Dina tak menjawab dan memilih mengacuhkan Gara.


Sampai detik ini, Dina masih sangat kesal jika mengingat aroma parfum wanita di jas Gara. Dina berprinsip tidak ingin terperdaya oleh rayuan laki laki. Sebelum ada bukti yang mampu membuatnya percaya, Dina tidak mau percaya begitu saja. Pegalaman pahitnya menjalin asmara di masa lalu sudah menjadi pembelajaran hidupnya.


Sementara Gara yang merasa Dina acuh padanya, terus berusaha mendekati Dina untuk memberikan pengertian.


"Dina, tolong jangan acuhkan abang seperti ini, abang akan cari tahu pemilik parfum wanita itu, abang pasti akan buktikan," ucap Gara


"Bang, aku nggak acuh kok. abang aja yang merasa. aku cuek," elak Dina


"Apa abang seburuk itu di matamu? kamu seperti sangat yakin abang nyelingkuhin kamu" tanya Gara


"Maaf jika aku sensitif seperti ini. aku hanya ingin melindungi diriku. aku tidak mau mengulangi hal pahit itu lagi. aku sudah tidak punya siapa siapa lagi untuk mengadu jika seandainya abang terbukti berselingkuh dariku. aku bukan bermaksud tidak mempercayai abang, tapi aku... ," jawab Dina terpotong.


"Iya Iya abang tahu, kamu jadi seperti ini karena pengkhianatan abang di masa lalu. tapi kamu jangan khawatir, hal buruk yang kamu pikirkan itu tidak akan terjadi lagi. abang tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi, dan abang tidak mau merasa hancur lagi kehilangan dirimu," saut Gara


Tak lama kemudian terdengar suara pelayan mengetuk pintu lalu masuk kedalam kamar setelah diizinkan masuk. Sesampainya di kamar, Pelayan saat itu memberi tahu Dina kalau ada tamu di rumah.


"Nona, ada tamu yang mencari nona, katanya ada keperluan penting," ucap Pelayan


"Tamu? siapa Bi?" tanya Dina


"Saya nggak kenal, tapi yang saya dengar tadi mereka bilang mengenal Bik Sri. saat ini mereka masih di teras halaman rumah," jawab Pelayan


"Laki laki atau perempuan Bi?" tanya Gara


"Laki laki dan perempuan, sepertinya mereka suami istri," jawab Pelayan


"Baiklah Bi, suruh mereka ke ruang tamu dan tolong buatkan minuman untuk mereka. saya akan temui tamu saya di ruang tamu," saut Dina

__ADS_1


"Iya Nona," jawab Pelayan kemudian pergi


Setelah kepergian pelayan, Dina saat itu hendak turun dari ranjangnya untuk menemui tamunya. Namun baru saja Dina berdiri, Gara yang melihatnya langsung mencegahnya.


"Kamu belum tahu tamu yang mencarimu siapa tapi kamu langsung menemuinya," ucap Gara


"Makanya itu aku mau menemuinya," jawab Dina


"Sebaiknya kamu tetap disini aja. abang saja yang temui mereka," ucap Gara


"Tidak, mereka tamuku dan pasti mereka datang kemari untuk mencariku. jadi aku harus menyambutnya. jika seandainya mereka tamu abang pasti aku suruh abang yang sambut," jawab Dina


"Tapi kamu nggak boleh kelelahan, kamu saat ini hamil sekarang," saut Gara


"Aku hanya berjalan saja ke ruang tamu. bukan lari maraton di lapangan bola pekansari," jawab Dina


Dina kemudian pergi meninggalkan Gara untuk menyambut tamunya. Namun ketika berada ruang tamu, Dina terkejut melihat kedatangan Vera dan Fabian. Bagi Dina, Vera dan Fabian adalah sepasang suami istri yang pernah membuat luka dalam kehidupanya.


Sebenarnya, Dina tak ingin berurusan lagi dengan Vera dan Fabian. Namun karena sudah terlanjur tak mungkin mengusir, Dina langsung menanyakan maksud kedatangan Vera dan Fabian ke rumahnya


"Ada keperluan apa kalian kemari?" tanya Dina


Vera yang duduk di sofa saat itu langsung berdiri dan memeluk Dina.


"Iya, baru baru ini," jawab Dina


"Bagaimana kabarmu Dina? sudah lama kita tidak bertemu. kata Fabian, kakimu patah terakhir kali dia bertemu denganmu," ucap Vera


Dina saat itu tak menjawab pertanyaan Vera karena pikirannya fokus pada aroma parfum Vera. Dina merasa aroma parfum Vera mirip dengan aroma parfum wanita yang tercium di jas milik Gara.


"Mengapa aromanya sama, apakah mungkin Vera selingkuh dengan Bang Gara," batin Dina


"Dina, kamu kok diam saja,"ucap Vera


"Iya aku baik, dan aku sudah sembuh. ngomong ngomong ada kepentingan apa kalian kemari?" tanya Dina


"Aku mau memberikan oleh oleh parfum ini untukmu. aku yakin kamu pasti suka dengan aroma parfum ini. sekalian jika kamu bersedia, nanti malam aku mau mengajakmu ke pesta reuni" jawab Vera


Dina saat itu mencoba menyemprotkan sedikit parfum di pergelangan tangannya lalu menghirupnya.


"Bagaimana aroma nya kamu suka?" tanya Vera


"Ver, parfum ini kamu dapat darimana?" saut Dina.

__ADS_1


"Itu parfum lagi buming Dina, masa kamu nggak tahu sih dari mereknya. mengapa kamu kaya panik gitu habis nyium parfum?" jawab Vera


"Nggak apa apa, emm...nanti pestanya jam berapa?" tanya Dina


"Jam 8 malam, kamu datang ya," jawab Vera


Vera dan Dina saat itu terus berbincang terkait pesta yang akan dihadiri nanti malam. Sebenarnya Dina tidak mau datang, namun karena pesta bertepatan hari ulang tahun guru ekonominya membuat Dina harus memaksakan diri untuk datang.


Sementara Fabian yang duduk disamping Vera saat itu arah matanya tertuju pada Dina. Bagi Fabian, Dina sangat cantik dengan gaya berbusana islami tertutup. Namun pandangan Fabian saat itu buyar ketika Gara menarik tangan Fabian mengajaknya keluar.


"Hei, kamu mau ajak aku kemana?" tanya Fabian


"Gara, kamu jangan kasar dengan suamiku," saut Vera


"Lanjutkan saja obrolanmu dengan istriku, aku ada urusan denganya," jawab Gara


Gara saat itu mengajak Fabian keluar menuju teras rumah. Sesampainya di teras, Gara saat itu langsung menginterogasi Fabian.


"Apa kamu menyadari kesalahanmu?" tanya Gara


"Ada apa? katakan saja disini jika mau bicara," jawab Fabian


"Aku peringatkan padamu, jaga pandanganmu terhadap istriku," ucap Gara tegas


"Menjaga pandanganku? siapa dirimu? ini mataku, bukan matamu," jawab Fabian


Gara terdiam menahan emosinya


"Laki laki mana yang nggak takjub dengan pesona Dina saat ini. Dina memang cantik, melihatnya berpenampilan seperti itu membuatku terkagum kagum, rasanya aku jadi semakin ingin merebut Dina darimu," ucap Fabian


"Kamu sudah beristri, buat apa kamu mendekati istriku? kamu tak memikirkan istrimu?" jawab Gara


"Kamu sudah pernah tahu cerita rumah tanggaku dari ibuku di warung. jadi malas aku jelaskan lagi. intinya kita berdua bersaing memperebutkan Dina, akan ada masanya Dina memilih antara aku atau dirimu" saut Fabian


"Tidak ada persaingan. Dina itu istriku. dan selamanya Dina itu istriku. aku pastikan kamu hancur jika berhadapan denganku," jawab Gara


"Terserah kau saja lah, aku tahu saat ini Dina tengah marah padamu," saut Fabian


Gara saat itu hendak menyaut omongan Fabian, tapi Fabian langsung terlebih dulu memotong omongan.


"Aku tahu kamu pasti heran mengapa aku bisa tahu. ini adalah kekuatan cintaku. aku mengenal karakter Dina. ciri ciri dia lagi marah, sedih, diam aku sudah bisa membacanya. jadi menurutku ini kesempatan emas," jawab Fabian


Fabian kemudian pergi kembali masuk kedalam rumah

__ADS_1


__ADS_2